... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Jejak Taliban: Sekutu Al-Qaidah yang Bernegosiasi dengan Amerika

Foto: Taliban

Penulis: Yasin Muslim

 

KIBLAT.NET – Akhir Desember 2016, Taliban merilis sebuah video berjudul “Ikatan Bangsa Afghan dengan Mujahidin.” Pesan inti dalam video yang diproduksi oleh Manba’ al-Jihad Media ini adalah Taliban menolak pembicaraan damai dengan Barat dan kembali menegaskan aliansinya dengan al-Qaidah.

Manba’ al-Jihad Media telah lama berafiliasi dengan Jaringan Haqqani yang kemudian diresmikan sebagai sayap media Taliban. Secara eksplisit video ini juga mengatribusikan kepada Komisi Urusan Kebudayaan Imarah Islam Afghanistan, termasuk d-posting dan didistribusikan melalui berbagai situs dan akun medsos afiliasi Taliban, dan sejumlah akun yang nge-link ke juru bicara Zabihullah Mujahid.

Ketegasan Mullah Akhtar Mansour 

Bagian intro video dimulai dengan cuplikan beberapa klip Menlu AS di era Obama, John Kerry, dan Presiden Barack Obama sendiri yang sedang berdiskusi tentang kemungkinan atau prospek perundingan damai dengan Taliban. Taliban merespon pembicaraan dua petinggi AS itu dengan menampilkan pesan audio Mullah Akhtar Mohammad Mansour yang menjadi pemimpin baru Taliban pada tahun 2015, menyusul diketahuinya secara publik bahwa Mullah Omar telah wafat dua tahun sebelumnya. Masih di tahun yang sama, Mullah Mansour gugur akibat serangan drone Amerika pada  bulan Mei.

Dalam pesan audionya, Mullah Mansour mengklarifikasi bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi tak lebih dari sekedar klaim dari pihak musuh. Musuh-musuh Taliban terus menerus mencoba untuk melemahkan jihad dengan uang, media, dan ulama-ulama yang menyimpang.  Dan mereka (musuh) juga berusaha mencerai-beraikan persatuan Mujahidin, tetapi selalu gagal. “Seharusnya, jangan kita dengarkan propaganda semacam itu, jangan pula kita dengarkan mengenahi perundingan damai. Dan jihad ini akan terus berlanjut hingga Firman Allah dan Syariat-Nya ditegakkan,” kata Mullah Mansour.

Negosiasi, Bukan Perundingan Damai

Dalam beberapa kesempatan lain, petinggi-petinggi Taliban menyatakan mereka terbuka dan ingin bernegosiasi dengan Barat. Tetapi, media Barat melihat negosiasi sebagai alat Taliban untuk menuntut berbagai macam konsesi yang kemungkinan besar tidak mungkin dipenuhi oleh Barat.

Negosiasi ini berbeda dengan “perundingan damai” seperti yang diinginkan Barat, sebaliknya ditolak oleh pemimpin-pemimpin senior Taliban sebagaimana dalam video itu. Akhirnya, pihak Barat (AS) mau menerima dan bernegosiasi langsung dengan Taliban yang prosesnya dimulai sejak musim panas 2018 di Doha, Qatar, hingga putaran kelima di akhir Februari 2019 ini.

Video Taliban yang dirilis di era kepemimpinan Mullah Mansour ini juga menampilkan terjemahan dalil-dalil dalam literatur Islam yang nampaknya dimaksudkan untuk menggarisbawahi hubungan dan ikatan antara penduduk asli bangsa Afghan dengan orang-orang yang berhijrah ke Afghanistan untuk berjihad.

Kutipan ayat al-Quran juga ditampilkan untuk menegaskan kembali hubungan kuat Taliban dengan al-Qaidah. Sekali lagi, ini adalah video Taliban menampilkan Usamah Bin Ladin dan beberapa figur sentral al-Qaidah lainnya seperti Nasir al-Wuhaisyi (pemimpin AQAP) terlihat menghiasi beberapa bagian episode, bersamaan dengan kutipan Surat al-Anfaal ayat 74:

BACA JUGA  Bantah Pernyataan Deplu AS, Taliban: Negosiasi di Qatar Hanya Bahas Dua Poin

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.”

Selanjutnya ada kutipan pidato Sirajuddin Haqqani, salah satu deputi elit pemimpin Taliban yang memiliki hubungan erat dengan al-Qaidah. Dalam pidatonya, Haqqani memuji saat didirikannya negara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), dengan mengatakan bahwa Imarah didirikan bukan untuk “popularitas”, atau supaya orang-orang bisa meraih posisi/jabatan. Tetapi Imarah didirikan dalam rangka menegakkan Hukum Allah (Syariat Islam) di bumi Afghanistan.

Sampai akhir tahun 2001, Taliban memerintah Afghanistan dengan nama resmi Imarah Islam Afghanistan. Nama resmi itu juga masih terus digunakan hingga hari ini pada saat Taliban bangkit dan melakukan perlawanan untuk menegakkan kembali pemerintahan Islam di Afghanistan. Haqqani mengatakan bahwa sangat mungkin terjadi perbedaan pendapat di antara mujahidin, tetapi perbedaan-perbedan itu tidak perlu dipertajam hingga merusak jalan perjuangan secara keseluruhan.

“Kaum Muslimin baik yang ada di Afghanistan maupun di luar Afghanistan sudah bisa menerima konsep kami tanpa ada keberatan apapun. Hal itu membuat para mudabbir kami dan perwakilan-perwakilan kami mampu bekerja secara efektif dan efisien dalam menjalankan tugas-tugas mereka,” kata Haqqani.

Dalam rilis resmi ini, sikap anti-AmerikaTaliban terlihat begitu jelas. Meskipun Taliban kerap mendiskripsikan perjuangan mereka dengan terminologi-terminologi lokal dan nasional, namun visi global mereka terlihat nyata. Taliban berbicara mengenai “Ummah”, yaitu sebuah istilah yang merujuk kepada komunitas kaum Muslimin di seluruh dunia. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut soal khilafah, Taliban juga menyinggung obsesi umum para jihadis untuk membebaskan setiap jengkal tanah atau wilayah Islam dan Umat Islam yang kini dikuasai kaum penjajah. Di bagian akhir, seorang narator secara tegas menyatakan:

“Islam bukan hanya milik Taliban saja! Bukan juga milik al-Qaidah saja! Tetapi Islam adalah agama milik seluruh Umat Islam!”

Visi Tamkin dan Jihad Alami 

Dalam satu rilis video di akhir Januari 2017, Taliban mempromosikan kamp pelatihan Muaskar Al-Faruq. Taliban mengatakan bahwa pada akhirnya tujuan jihad mereka adalah mendirikan sebuah Negara Islam di muka bumi. Muaskar Al-Faruq diketahui sebagai fasilitas pelatihan militer jihadis yang terbaru dipublikasikan oleh Taliban.

Video berjudul “Ribath I” dan dirilis oleh situs Voice of Jihad pada tanggal 20 Januari tersebut diproduksi bareng oleh Tora Bora Jihadi Studio bersama dengan Cabang Media Komisi Kebudayaan Imarah Islam. Ribath dalam literatur Islam berarti menjaga perbatasan wilayah Islam. Lokasi kamp Al-Faruq sendiri masih dirahasiakan, namun bisa jadi berada di suatu tempat di Afghanistan maupun Pakistan.

BACA JUGA  Perang Air antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan

Tidak terlihat adanya bangunan permanen mengindikasikan kamp tersebut bersifat sementara atau mobile. Meskipun demikian, fasilitas lapangan terbuka dan halang rintang buatan terlihat tertata apik di antara pepohonan di sebuah hutan berbukit.

Dalam tayangan video terlihat sekitar 20 pemuda jihadis sedang berlatih menggunakan berbagai jenis senjata. Dua belas di antaranya mengenakan kostum army-style khas muaskar lengkap dengan kafayeh merah, seragam kamuflase hutan, dan sepatu boot model sporty. Di muaskar tersebut, mereka beraktifitas seperti biasa dan santai di sebuah area terbuka di siang bolong tanpa ada kekhawatiran akan serangan udara pasukan Amerika, Afghan, dan Pakistan.

Dalam rilisan video terbaru ini, diketahui bahwa pesan-pesan Taliban tersebut secara jelas ditujukan kepada dunia Barat. Hampir di sepanjang klip dan episode selalu disertai dengan subtitle berbahasa Inggris, seperti: The Training Madresa, The Center of Understanding Jihad, The School of Developing Minds, The Training Center of Mujahid Nation, Defending the Divine Way, dan lain-lain.

Di paruh kedua, video menampilkan seorang tak dikenal sedang menyampaikan orasi dan narasi jihad, lengkap dengan terjemahan versi Inggris-nya. Pembicara dalam video itu juga menyeru kepada “saudara-saudara Muslim yang lain”, yang berarti ditujukan kepada Muslim non-Afghan, untuk ambil bagian dalam jihad. “Kami juga bertanggung jawab untuk mengajak saudara-saudara Muslim yang lain untuk ambil bagian dalam jihad dengan darah dan jiwa mereka,” demikian kata pembicara Taliban.

Video “Ribath I” ini, sebagaimana video sebelumnya berjudul “Manusia Sejati” yang sama-sama mempromosikan muaskar Taliban, agak berbeda dengan pernyataan-pernyataan publik entitas jihadis tersebut selama ini bahwa mereka hanya bertujuan untuk membebaskan Afghanistan dari penjajahan Barat. Di video “Manusia Sejati”, dengan jelas Taliban menyampaikan pesan bahwa mereka adalah pembela Islam yang tangguh, sekaligus merupakan bagian dari jihad global.

Di seri ini, Taliban menegaskan bahwa tujuan akhir mereka adalah mendirikan sebuah Negara Islam global. “Tujuan dari semua usaha dan perjuangan ini adalah mendirikan sebuah negara Islam di muka bumi,” kata pembicara tersebut dalam orasinya. Sebetulnya tidak ada yang baru dengan sikap Taliban ini, mengingat bahwa mereka memiliki hubungan cukup dekat dengan kelompok-kelompok jihadis internasional. Pernyataan publik mengenai penerimaan mereka atas baiat pemimpin al-Qaidah, Aiman adz-Dzawahiri, adalah salah satunya.

Baca halaman selanjutnya: Poros Taliban-Al-Qaidah,...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Memprihatinkan, Kondisi Ribuan Pengungsi dari Wilayah ISIS di Suriah

"Beberapa keluarga, termasuk mereka yang memiliki bayi, tidur di tempat terbuka dan di bawah selimut tergantung dari pagar, terkena cuaca dingin dan hujan," katanya dalam sebuah pernyataan email.

Rabu, 06/03/2019 10:52 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Istilah Kafir Bukan Kekerasan Ideologi

KIBLAT.NET- Ust. Bachtiar Nasir turut memberikan tanggapan tentang wacana penghapusan istilah kafir oleh Nahdlatul Ulama....

Rabu, 06/03/2019 10:31 0

Qatar

Negosiasi AS-Imarah Afghanistan di Doha Berlanjut, AS Klaim Raih Kemajuan Positif

Pembicaraan fokus pada empat masalah yang saling terkait yang akan membentuk dasar dari setiap perjanjian di masa depan untuk mengakhiri perang sejak 2001

Rabu, 06/03/2019 10:14 0

Iran

Menlu Iran Mundur Karena Tak Diajak Koordinasi Saat Kunjungan Bashar Assad

Kemenlu tidak menerima informasi pada tingkat apa pun terkait kunjungan presiden Suriah itu.

Rabu, 06/03/2019 08:43 0

Pakistan

Pakistan Tangkap Dua Kerabat Pemimpin Jaish-e-Muhammad

“Dua dari mereka kerabat Mas’ud Adzhar, yaitu Abdurrauf dan Hamad Adzhar,” kata pernyataan Depdagri Pakistan.

Rabu, 06/03/2019 07:02 0

Pakistan

Hentikan Ketegangan, Perdana Menteri Pakistan Ajak India Dialog

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menawarkan dialog kepada India untuk meredam ketegangan yang terjadi antar kedua negara akhir-akhir ini.

Selasa, 05/03/2019 19:49 0

Suriah

Ribuan Orang Dievakuasi dari Wilayah Terakhir ISIS di Suriah

Mardini mengatakan mereka yang keluar dari Baghouz dalam kondisi sakit, terluka, lelah, dan ketakutan.

Selasa, 05/03/2019 17:45 0

Indonesia

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Kronologi Baku Tembak Kelompok MIT Ali Kalora dengan Satgas Tinombala

Selasa, 05/03/2019 16:44 0

News

Baku Tembak dengan Satgas Tinombala, 1 Anggota MIT Terbunuh

Baku Tembak dengan Satgas Tinombala, 1 Anggota MIT Terbunuh

Selasa, 05/03/2019 15:05 0

Malaysia

Malaysia Gabung Jadi Anggota Pengadilan Pidana Internasional

Malaysia menjadi anggota ke-124 pengadilan sejak didirikan pada tahun 2002.

Selasa, 05/03/2019 14:28 0

Close