... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Non-Muslim Tak Disebut Kafir, MADINA: Toleransi yang Kebablasan!

Foto: Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA)

KIBLAT.NET, Jakarta – Musyawarah Nasional (MUNAS) Nadhatul Ulama (NU) 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Muda Al Azhar, Banjar Jawa Barat Kamis (28/02/2019) menimbulkan polemik di masyarakat. Pasalnya salah satu poin hasil munas menyatakan istilah kafir diganti menjadi non-muslim.

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) Yazid Abdul Alim, Lc mengatakan penggunaan istilah kafir dalam Islam merupakan istilah baku. Bahkan dalam Al-Qur’an banyak disebutkan kata kafir dalam banyak turunannya hingga di ratusan ayat. Sehingga tidak ada hak bagi siapapun untuk mengubah istilah yang telah baku ini.

“Para ulama sepakat makna makna kafir adalah sebutan untuk orang yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wata’ala, atau orang yang menolak dakwah Rasulullah shallahu’alaihi wasallam, baik dia berasal dari Ahlul Kitab, Majusi atau Musyrik dan istilah ini sudah ada sejak 14 abad silam,” ungkap Yazid dikutip dari Madina.or.id Senin (04/05/2018).

Ia memandang bahwa usulan ini merupakan upaya orang liberal, munafik serta orang-orang kafir untuk memusuhi agama Islam dan mengaburkan batasan-batasan antara keimanan dan kekafiran.

“Tujuan dari upaya ini adalah merusak aqidah terutama dalam adalah al wala’ wal bara’ sehingga orang muslim membenci dan alergi terhadap ajarannya sendiri. Padahal Islam telah mengatur batasan-batasan tersebut dengan sangat jelas,” katanya.

Yazid memaparkan bahwa Islam memiliki konsep yang jelas dalam masalah penyematan istilah kafir, hal ini terdapat dalam pembahasan Dhawabit Takfir (Aturan Vonis Kafir). Sehingga Islam mengafirkan orang-orang yang disebut Allah dan Rasulnya sebagai orang kafir.

BACA JUGA  Tim Advokasi Novel Baswedan Berharap Laporan Dewi Tanjung Tak Diproses

“Meskipun orang kafir tidak terima atau merasa keberatan dengan istilah ini, hingga kapanpun istilah kafir akan senantiasa melekat pada diri mereka hingga mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,” jelasnya.

Ia juga menyangkal bahwa penyematan istilah kafir bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai bentuk diskriminasi

“Sebab Allah telah menetapkan banyak aturan kaitannya hubungan dengan orang kafir, di antaranya orang muslim masih diperbolehkan untuk berbuat baik, menolong, berbuat adil, melakukan transaksi jual beli dan lainnya dengan orang kafir selama tidak memerangi orang beriman.”

“Kami berpendapat bahwa usulan untuk mengubah istilah kafir ini bukan sebagai bentuk toleransi dalam Islam. Justru ini merupakan contoh sikap toleransi yang di luar batas alias toleransi kebablasan,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Perang Air antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan

Di tengah riuhnya kontestasi pilpres dan perhatian publik yang tersita persoalan pilpres, sedang terjadi perang senyap antara Sri Mulyani dan Anis Baswedan. Perang air yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Selasa, 05/03/2019 11:37 0

Afghanistan

Bertemu Taliban, Menlu Uzbekistan Sampaikan Dukungan untuk Rakyat Afghanistan

Perwakilan Taliban Mullah Baradar Akhund mengadakan audiensi dengan keduanya untuk membicarakan masalah Afghanistan.

Selasa, 05/03/2019 11:31 0

Palestina

13 Ribu Warga Gaza Jadi Gelandangan Akibat 4,5 Tahun Invasi Israel

Operasi "Protective Edge" Israel pada 2014 menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur sipil di Gaza.

Selasa, 05/03/2019 11:08 0

Opini

Kafir atau Non-Muslim, Siapa yang Gelisah?

Penulis: Athian Ali M. Da’i [Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)]   Bak petir pada...

Selasa, 05/03/2019 10:40 0

Arab Saudi

Menlu Saudi: Terlalu Dini untuk Normalisasi Hubungan dengan Suriah

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan tidak akan membuka kembali kedutaan di Damaskus sampai ada kemajuan dalam proses perdamaian Suriah.

Selasa, 05/03/2019 10:26 0

News

Kenakan Cadar, Hayati Mengaku Didukung Mahasiswanya

"Saya masih punya bukti-bukti evaluasi dari mahasiswa, umumnya mereka mendukung saya menggunakan cadar. Ini adalah dukungan yang luar biasa, apalagi ini dari mahasiswa saya sendiri yang merupakan anak-anak yang harus saya layani di kampus," ujarnya.

Senin, 04/03/2019 20:05 0

Video News

Kiblat Review: Siapa Taliban?

KIBLAT.NET- Di tahun-tahun 1994-1996, muncul kelompok Taliban. dimana Taliban ini kemudian menjadi besar bahwa sampai...

Senin, 04/03/2019 17:42 0

Video News

Ust. Farid A. Okbah, MA: Perlukah Istilah Kafir Dihapus?

KIBLAT.NET- Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU 2019 soal larangan menyebut kafir untuk...

Senin, 04/03/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Bantu Yefa, Anak Muallaf Agar Sembuh dan Bisa Sekolah Lagi

Yefa (12) sejak umur 1 tahun sudah mulai mengalami gangguan jantung lemah. Hingga akhirnya ketika...

Senin, 04/03/2019 11:14 0

Amerika

Trump Akui Amerika Gagal di Irak dan Suriah

Trump sesumbar dirinya tidak akan menjadi presiden yang akan duduk di belakang meja. Tetapi akan terlibat langsung dalam mengatur semua kebijakan militer.

Senin, 04/03/2019 11:11 0

Close