... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menlu Saudi: Terlalu Dini untuk Normalisasi Hubungan dengan Suriah

Foto: Menlu Saudi Adel Al-Jubeir

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan tidak akan membuka kembali kedutaan di Damaskus sampai ada kemajuan dalam proses perdamaian Suriah.

Al-Jubeir menambahkan, masih terlalu dini untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan pemerintah Presiden Bashar Assad.

“Kerajaan selalu tertarik pada integritas wilayah Suriah dan solusi politik,” ujarnya pada Senin (04/03/2019), dalam konferensi pers bersama Menlu Rusia Sergey Lavrov di ibukota Saudi, Riyadh.

“[Dan] pembukaan kembali kedutaan terkait dengan kemajuan proses politik,” tambahnya.

Arab Saudi menutup kedutaannya di ibu kota Suriah, Damaskus, dan menarik para diplomat dan stafnya pada Maret 2012.

Suriah diberhentikan dari Liga Arab pada 2011 dan diberikan sanksi menyusul tindakan brutal Assad terhadap para demonstran.

Al-Jubeir mengatakan bahwa negaranya menolak untuk mengembalikan Suriah ke Liga Arab untuk saat ini.

Tindakan brutal Assad memicu perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menelantarkan lebih dari 11 juta orang lainnya.

Assad sejak itu memulihkan kendali atas sebagian besar Suriah dengan dukungan dari Rusia, Iran, dan kelompok-kelompok yang didukung Teheran seperti Hizbullah Libanon.

Arab Saudi, Qatar, Turki dan Uni Emirat Arab (UEA), sementara itu, telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang menentang Assad selama perang.

Pada Desember tahun lalu, Presiden Sudan Omar al-Bashir menjadi anggota Liga Arab pertama yang mengunjungi Damaskus sejak perang di Suriah dimulai.

BACA JUGA  Laporan PBB: Tidak Masuk Akal MBS Tak Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Tidak lama setelah itu, UEA, sekutu Saudi, membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus pada bulan Desember untuk membangun kembali pengaruhnya di Suriah.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sebelum IA-CEPA Diteken Neraca Perdagangan Indonesia atas Australia Defisit USD3 Miliar

Neraca perdagangan Indonesia atas Australia pada 2018 defisit USD3 Miliar

Senin, 04/03/2019 21:43 0

Indonesia

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Bercadar

Petugas Keamanan BKN Usir Wartawan Saat Liput Pengaduan Mantan Dosen Becadar

Senin, 04/03/2019 21:10 1

Indonesia

Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Sebelum Resmi, Perjanjian Ekonomi IA-CEPA Tunggu Ratifikasi DPR

Senin, 04/03/2019 20:34 0

Indonesia

Pendidikan Jadi Sektor Penting Lahan Investasi Australia di Indonesia

“Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting tersebut karena IA-CEPA memberikan akses dan kepastian investasi yang lebih baik," tutur Enggar.

Senin, 04/03/2019 19:54 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Sebutan Kafir Bukan Ujaran Kebencian

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain ikut angkat suara terkait sebutan non-muslim sebagai pengganti istilah kafir yang ditetapkan dalam Munas PBNU.

Senin, 04/03/2019 19:25 0

Video News

Kiblat Review: Siapa Taliban?

KIBLAT.NET- Di tahun-tahun 1994-1996, muncul kelompok Taliban. dimana Taliban ini kemudian menjadi besar bahwa sampai...

Senin, 04/03/2019 17:42 0

Indonesia

Dipecat Jadi Dosen Karena Cadar, Hayati Ajukan Banding

Ismail mengungkapkan ada tawaran dari pihak kampus untuk mengajar asalkan Hayati bersedia menanggalkan cadarnya. Namun Hayati tegas menolak tawaran tersebut.

Senin, 04/03/2019 17:37 0

Indonesia

Mendag Sebut Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia Saling Menguntungkan

Setelah sembilan tahun dibahas, Indonesia dan Australia menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada Senin (04/03/2019).

Senin, 04/03/2019 16:53 0

Video News

Ust. Farid A. Okbah, MA: Perlukah Istilah Kafir Dihapus?

KIBLAT.NET- Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU 2019 soal larangan menyebut kafir untuk...

Senin, 04/03/2019 12:45 0

Indonesia

Kesepakatan Dagang Disahkan, Australia Bakal Bebas Berinvestasi di Indonesia

Perjanjian akan memotong banyak tarif, memungkinkan rumah sakit milik Australia berdiri dan meningkatkan visa kerja untuk anak muda Indonesia.

Senin, 04/03/2019 12:07 1

Close