... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Akui Amerika Gagal di Irak dan Suriah

Foto: Presiden AS Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Donald Trump mengomentari kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Irak dan Suriah. Dia mengatakan, pemerintahnya akan fokus untuk memperbaiki infrastruktur daripada terlibat dalam “perang tanpa akhir”.

Dalam pidatonya selama dua jam di Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC), Sabtu (02/03/2019), Trump mengatakan bahwa ISIS akan 100 persen dikalahkan dalam satu atau dua hari, kemudian ia kembali menyinggung soal penarikan pasukan.

“Kami akan meninggalkan sekelompok kecil prajurit dan lelaki, kami ingin membawa orang-orang kami pulang. Sudah saatnya,” kata Trump dalam acara tahunan di National Harbor, Maryland.

“Kami seharusnya di Suriah selama 4 bulan tetapi pada akhirnya 5 tahun. Lucu,” tambahnya.

Dia kemudian mengecam kebijakan Timur Tengah mantan pemerintah AS, sembari mengingat kembali kunjungan pertamanya ke Irak pada 2017. Untuk alasan keamanan, saat itu mereka harus mematikan semua lampu di pesawat militer sebelum mendarat.

“Pikirkan ini. Kami menghabiskan tujuh triliun dolar di Timur Tengah dan kami tidak dapat mendaratkan pesawat dengan lampu menyala, 20 tahun kemudian. Seberapa buruk itu!” kata Trump.

Dia juga mengkritik mantan menteri pertahanannya James Mattis dan jenderal-jenderal lainnya di Suriah dan Irak karena terlalu lambat dalam menyelesaikan ISIS.

Trump sesumbar dirinya tidak akan menjadi presiden yang akan duduk di belakang meja. Tetapi akan terlibat langsung dalam mengatur semua kebijakan militer dan berkomitmen untuk penarikan pasukan besar-besaran dari Timur Tengah.

BACA JUGA  Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Felix Siauw: Hasil Munas NU Soal Sebutan Kafir Tidak Akan Diterima Umat

Ia mengatakan bahwa sebenarnya orang-orang Indonesia sudah paham terkait adab dan etika, sehingga tidak akan memanggil orang lain dengan sebutan kafir secara langsung.

Senin, 04/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!

KIBLAT.NET – Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!  Surat Al-Haqqah menceritakan banyak peristiwa umat...

Ahad, 03/03/2019 17:06 0

Indonesia

SKPI Sulteng Bantu Korban Banjir Poso

Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok kepada warga korban banjir di Kelurahan Kayamanya, Poso, Sulawesi Tengah

Ahad, 03/03/2019 16:37 0

Indonesia

Serunya Belajar Konten Menulis Kreatif di Kelas Akber Bali 83

Irma Yudistirani didaulat sebagai guru kelas mengajar yang dimulai pukul 18.30 wita.

Ahad, 03/03/2019 15:10 0

Indonesia

Tokoh Buddha Ini Tak Masalah Disebut Kafir

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan sebutan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 17:53 0

Manhaj

Penghapusan Kata Kafir dan Potensi Kaburnya Wala’ dan Bara’

Kata kafir adalah istilah syar’i untuk menyebut orang-orang yang yang tidak beriman. Dalam kata kafir, tidak ada maksud diskriminatif terhadap non muslim.

Sabtu, 02/03/2019 17:37 0

Indonesia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

Sabtu, 02/03/2019 17:33 0

Indonesia

Soal Wacana TNI Masuk Kementrian, KAMMI Khawatir Dwifungsi ABRI Kembali

Wacana Militer masuk kedalam kementerian dan lembaga sipil terus menggelinding.

Sabtu, 02/03/2019 17:05 0

Indonesia

Indonesia-Australia Sepakati Perdagangan Bebas, INDEF: Jangan Sampai Dirugikan!

Dia menjelaskan Indonesia selama ini justru lebih banyak mengimpor dari Australia. Antara lain impor sayur-sayuran, buah, daging sapi, bahkan garam dan agricultural.

Sabtu, 02/03/2019 17:00 0

Indonesia

Haris Azhar: Perwira TNI Dimasukkan Kementrian Supaya Memihak Rezim

"Menurut saya itu cuma cara politis untuk membuai, berusaha menina bobokan pejabat-pejabat tinggi di TNI"

Sabtu, 02/03/2019 14:05 0

Close