... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebelum IA-CEPA Diteken Neraca Perdagangan Indonesia atas Australia Defisit USD3 Miliar

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Perjanjian ekonomi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah ditanda tangani hari ini. Sebagai catatan, tahun lalu neraca perdagangan Indonesia terhadap Autralia mengalami defisit sebesar USD3 miliar.

Menurut data Kementrian Perdagangan Indonesia, Australia merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-17 dan negara sumber impor nonmigas ke-8 bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Australia pada 2018 sebesar USD 8,6 miliar, dengan ekspor Indonesia tercatat senilai USD 2,8 miliar dan impor sebesar USD 5,8 miliar. Artinya, Indonesia mengalami defisit sebesar USD 3 miliar.

Sepuluh besar komoditas impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku atau bahan penolong industri. Yaitu gandum, batubara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, serta susu dan krim.

Produk ekspor utama Indonesia ke Australia pada 2018 adalah petroleum (USD 636,7 juta); kayu dan furnitur (USD 214,9 juta); panel LCD, LED, dan panel display lainnya (USD 100,7 juta); alas kaki (USD 96,9 juta); dan ban (USD 61,7 juta). Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Australia adalah gandum (USD 639,6 juta), batu bara (USD 632 juta), hewan hidup jenis lembu (USD 573,9 juta), gula mentah atau tebu lainnya(USD 314,7 juta), serta bijih besi dan bijih lainnya (USD 209,3 juta).

Adapun investasi Australia di Indonesia pada 2018 mencapai USD 597,4 juta dengan 635 proyek. Terdiri lebih dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di berbagai sektor seperti pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, kesehatan, makanan, minuman, dan transportasi.

BACA JUGA  Komunitas Yaman Indonesia Mengecam Aksi Penyerangan UEA Terhadap Yaman

Negosiasi IA-CEPA diluncurkan pada November 2010 dan berlangsung selama 12 putaran dan beberapa pertemuan tingkat ketua negosiator. Cakupan perundingan IA-CEPA adalah perdagangan barang meliputi aspek nontarif, berbagai ukuran, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi; perdagangan jasa yang meliputi ketenagakerjaan, jasa keuangan, telekomunikasi, jasa profesional; investasi; perdagangan elektronik; kebijakan daya saing; kerja sama ekonomi; serta ketentuan kelembagaan dan kerangka kerja.

Keunggulan IA-CEPA dibandingkan perjanjian perdagangan lainnya, yaitu adanya hasil kerja awal (early outcomes) yang berjalan bersamaan dengan dirundingkannya IA-CEPA. Menurut Mendag, program early outcomes dilaksanakan untuk menumbuhkan saling percaya di antara kedua negara.

Program early outcomes IA-CEPA meliputi Indonesia-Australia Business Partnership Agreement (IA-BPG), Red Meat and Cattle Partnership, jasa keuangan, proyek pertukaran pengembangan keterampilan, pendidikan dan pelatihan vokasi, Indonesia Food Innovation Center (IFIC), pengembangan desain pakaian dan perhiasan, produk-produk herbal dan spa, pengawasan standar obat dan makanan, dan proyek pemetaan standar.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Kenakan Cadar, Hayati Mengaku Didukung Mahasiswanya

"Saya masih punya bukti-bukti evaluasi dari mahasiswa, umumnya mereka mendukung saya menggunakan cadar. Ini adalah dukungan yang luar biasa, apalagi ini dari mahasiswa saya sendiri yang merupakan anak-anak yang harus saya layani di kampus," ujarnya.

Senin, 04/03/2019 20:05 0

Video News

Kiblat Review: Siapa Taliban?

KIBLAT.NET- Di tahun-tahun 1994-1996, muncul kelompok Taliban. dimana Taliban ini kemudian menjadi besar bahwa sampai...

Senin, 04/03/2019 17:42 0

Video News

Ust. Farid A. Okbah, MA: Perlukah Istilah Kafir Dihapus?

KIBLAT.NET- Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU 2019 soal larangan menyebut kafir untuk...

Senin, 04/03/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Bantu Yefa, Anak Muallaf Agar Sembuh dan Bisa Sekolah Lagi

Yefa (12) sejak umur 1 tahun sudah mulai mengalami gangguan jantung lemah. Hingga akhirnya ketika...

Senin, 04/03/2019 11:14 0

Amerika

Trump Akui Amerika Gagal di Irak dan Suriah

Trump sesumbar dirinya tidak akan menjadi presiden yang akan duduk di belakang meja. Tetapi akan terlibat langsung dalam mengatur semua kebijakan militer.

Senin, 04/03/2019 11:11 0

Video Kajian

Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!

KIBLAT.NET – Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!  Surat Al-Haqqah menceritakan banyak peristiwa umat...

Ahad, 03/03/2019 17:06 0

Palestina

Hamas Tangkap Pendiri Kelompok Syiah Dukungan Iran di Gaza

Sejumlah barang disita dari kediaman Salam, di antaranya perangkat digital, komputer, ponsel, dan dokumen.

Ahad, 03/03/2019 15:47 0

Pakistan

India-Pakistan Masih Saling Serang, 5 Warga Kashmir Jadi Korban

Kedua belah pihak tetap menembakkan mortir dan artileri satu sama lain meski Pakistan telah membebaskan seorang pilot India yang ditahan.

Ahad, 03/03/2019 11:42 0

Afghanistan

Pentagon Tawarkan Tarik Seluruh Pasukan dalam 5 Tahun

Rencana Pentagon adalah menarik separuh dari 14.000 tentara AS dari Afghanistan dalam hitungan bulan, tetapi sisanya akan menetap selama lima tahun.

Ahad, 03/03/2019 11:23 0

Turki

Bahas Afghanistan, Wakil Rusia dan AS Buat Pertemuan Tertutup di Turki

Perwakilan khusus Rusia dan AS untuk rekonsiliasi Afghanistan bertemu pada Jumat (01/03/2019) di ibu kota Turki, Ankara.

Ahad, 03/03/2019 10:45 0

Close