... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mendag Sebut Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia Saling Menguntungkan

Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah sembilan tahun dibahas, Indonesia dan Australia menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada Senin (04/03/2019). Kesepakatan itu tertuang dalam agenda penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif kedua negara (IA-CEPA).

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan, IA-CEPA memiliki semangat saling menguntungkan, baik dalam jangka panjang maupun pendek.

“Setelah berunding selama sembilan tahun IA-CEPA dapat ditandatangani. IA-CEPA merupakan salah satu perjanjian terpenting bagi Indonesia karena sifat dan cakupannya yang menyeluruh,” katanya dalam siaran pers.

Ia menuturkan kerjasama tersebut bukan hanya di bidang perdagangan barang, jasa, dan investasi. Tetapi juga mencakup kerja sama dan kemitraan ekonomi yang lebih luas, terutama di bidang pembangunan manusia dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia.

Menurut Enggar, salah satu keuntungannya bagi Indonesia antara lain dihapuskannya bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi nol persen.

“Hal ini merupakan hasil positif, karena berarti seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia tidak dikenakan bea masuk,” kata Mendag.

Sementara, Australia mengatakan 99 persen ekspornya ke Indonesia akan bebas tarif atau meningkatkan akses preferensi pada tahun 2020, naik dari 85 persen di bawah perjanjian perdagangan yang ada antara Australia, Selandia Baru dan 10 negara Asia Tenggara.

Perjanjian Australia-Indonesia juga akan memungkinkan perusahaan-perusahaan Australia untuk memiliki hak milik mayoritas atas investasi di berbagai industri di Indonesia.

BACA JUGA  Jumlah Kasus Infeksi Virus Wuhan di Indonesia Melonjak Jadi 309 Orang

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon Birmingham, dengan disaksikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di hadapan ratusan pelaku usaha, wakil pemerintah, dan undangan lainnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ust. Farid A. Okbah, MA: Perlukah Istilah Kafir Dihapus?

KIBLAT.NET- Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU 2019 soal larangan menyebut kafir untuk...

Senin, 04/03/2019 12:45 0

Suara Pembaca

Bantu Yefa, Anak Muallaf Agar Sembuh dan Bisa Sekolah Lagi

Yefa (12) sejak umur 1 tahun sudah mulai mengalami gangguan jantung lemah. Hingga akhirnya ketika...

Senin, 04/03/2019 11:14 0

Amerika

Trump Akui Amerika Gagal di Irak dan Suriah

Trump sesumbar dirinya tidak akan menjadi presiden yang akan duduk di belakang meja. Tetapi akan terlibat langsung dalam mengatur semua kebijakan militer.

Senin, 04/03/2019 11:11 0

Video Kajian

Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!

KIBLAT.NET – Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!  Surat Al-Haqqah menceritakan banyak peristiwa umat...

Ahad, 03/03/2019 17:06 0

Palestina

Hamas Tangkap Pendiri Kelompok Syiah Dukungan Iran di Gaza

Sejumlah barang disita dari kediaman Salam, di antaranya perangkat digital, komputer, ponsel, dan dokumen.

Ahad, 03/03/2019 15:47 0

Pakistan

India-Pakistan Masih Saling Serang, 5 Warga Kashmir Jadi Korban

Kedua belah pihak tetap menembakkan mortir dan artileri satu sama lain meski Pakistan telah membebaskan seorang pilot India yang ditahan.

Ahad, 03/03/2019 11:42 0

Afghanistan

Pentagon Tawarkan Tarik Seluruh Pasukan dalam 5 Tahun

Rencana Pentagon adalah menarik separuh dari 14.000 tentara AS dari Afghanistan dalam hitungan bulan, tetapi sisanya akan menetap selama lima tahun.

Ahad, 03/03/2019 11:23 0

Turki

Bahas Afghanistan, Wakil Rusia dan AS Buat Pertemuan Tertutup di Turki

Perwakilan khusus Rusia dan AS untuk rekonsiliasi Afghanistan bertemu pada Jumat (01/03/2019) di ibu kota Turki, Ankara.

Ahad, 03/03/2019 10:45 0

Manhaj

Penghapusan Kata Kafir dan Potensi Kaburnya Wala’ dan Bara’

Kata kafir adalah istilah syar’i untuk menyebut orang-orang yang yang tidak beriman. Dalam kata kafir, tidak ada maksud diskriminatif terhadap non muslim.

Sabtu, 02/03/2019 17:37 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Penarikan Seluruh Tentara Asing Adalah Kunci Perdamaian

Shaheen menambahkan pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Kabul merupakan urusan internal bangsa Afghan.

Sabtu, 02/03/2019 14:35 0

Close