... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kenakan Cadar, Hayati Mengaku Didukung Mahasiswanya

Foto: Hayati Syafri mendatangi gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Senin (04/03/2019).

KIBLAT.NET, Jakarta – Hayati Syafri yang telah dipecat dari IAIN Bukittinggi, mengaku mendapat dukungan dari peserta didiknya untuk tetap menggunakan cadar saat mengajar. Hal ini diungkapkannya kepada media saat ditemui di gedung BKN (Badan Kepegawaian Negara), Jakarta pada Senin (04/03/2019).

Hayati menceritakan, dalam pertemuannya dengan Itjen Kemenag disebutkan bahwa alasan pemecatannya dikarenakan masalah absensi dan cadar. Dia mengungkapkan saat itu diminta untuk melepas cadar ketika mengajar. Namun ia memilih menolak permintaan itu.

“Pilihan ini tentu saja sebagai seorang yang memang berprofesi sebagai dosen dan baru mendapatkan gelar doktor, berat. Akhirnya kami melakukan tawar menawar, tentunya mencari hal penengah yang pada prinsipnya, permasalahannya adalah permasalahan cadar,” ungkap Hayati.

Penampilan Hayati yang bercadar dinilai tidak sesuai dengan kode etik kampus yang mengharuskan dosen untuk berpakaian formil dan rapi sesuai syariat Islam. Meski Hayati telah meyakinkan bahwa busananya tak melanggar kode etik, namun ia tetap diminta melepaskan cadarnya karena dinilai tidak efektif dan menghambat pelajaran.

Ia pun mengatakan bahwa dirinya pernah meminta para mahasiswanya untuk mengevaluasi Hayati dalam mengajar. Hasilnya, banyak yang tidak mempermasalahkan cadar yang ia kenakan.

“Saya masih punya bukti-bukti evaluasi dari mahasiswa, umumnya mereka mendukung saya menggunakan cadar. Ini adalah dukungan yang luar biasa, apalagi ini dari mahasiswa saya sendiri yang merupakan anak-anak yang harus saya layani di kampus,” ujarnya.

BACA JUGA  WHO: Krisis Pandemi Masih Jauh Dari Akhir

“Tapi, drastisnya tetap alasan tidak efektifnya bercadar menjadi hal yang dikemukakan para pimpinan yang berwenang di kampus,” lanjut Hayati.

Terkait soal absensi, Hayati mengaku heran jika hanya dirinya yang dipermasalahkan. Ia menuturkan, banyak dosen di Bukittinggi yang juga mempunyai masalah yang sama.

“Tapi masalah ini bukan berarti karena mereka malas ya. Umumnya teman-teman saya itu bagus-bagus kriteria kualitasnya. Tapi memang untuk fingerprint pagi, sore itu nggak semua kami bisa,”imbuhnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pendidikan Jadi Sektor Penting Lahan Investasi Australia di Indonesia

“Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting tersebut karena IA-CEPA memberikan akses dan kepastian investasi yang lebih baik," tutur Enggar.

Senin, 04/03/2019 19:54 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Sebutan Kafir Bukan Ujaran Kebencian

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain ikut angkat suara terkait sebutan non-muslim sebagai pengganti istilah kafir yang ditetapkan dalam Munas PBNU.

Senin, 04/03/2019 19:25 0

Video News

Kiblat Review: Siapa Taliban?

KIBLAT.NET- Di tahun-tahun 1994-1996, muncul kelompok Taliban. dimana Taliban ini kemudian menjadi besar bahwa sampai...

Senin, 04/03/2019 17:42 0

Indonesia

Mendag Sebut Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia Saling Menguntungkan

Setelah sembilan tahun dibahas, Indonesia dan Australia menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada Senin (04/03/2019).

Senin, 04/03/2019 16:53 0

Video News

Ust. Farid A. Okbah, MA: Perlukah Istilah Kafir Dihapus?

KIBLAT.NET- Rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU 2019 soal larangan menyebut kafir untuk...

Senin, 04/03/2019 12:45 0

Indonesia

Kesepakatan Dagang Disahkan, Australia Bakal Bebas Berinvestasi di Indonesia

Perjanjian akan memotong banyak tarif, memungkinkan rumah sakit milik Australia berdiri dan meningkatkan visa kerja untuk anak muda Indonesia.

Senin, 04/03/2019 12:07 1

Suara Pembaca

Bantu Yefa, Anak Muallaf Agar Sembuh dan Bisa Sekolah Lagi

Yefa (12) sejak umur 1 tahun sudah mulai mengalami gangguan jantung lemah. Hingga akhirnya ketika...

Senin, 04/03/2019 11:14 0

Indonesia

Felix Siauw: Hasil Munas NU Soal Sebutan Kafir Tidak Akan Diterima Umat

Ia mengatakan bahwa sebenarnya orang-orang Indonesia sudah paham terkait adab dan etika, sehingga tidak akan memanggil orang lain dengan sebutan kafir secara langsung.

Senin, 04/03/2019 10:32 0

Video Kajian

Ngeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!

KIBLAT.NET РNgeri, Beginilah Kaum Pengumbar Syahwat yang Diazab!  Surat Al-Haqqah menceritakan banyak peristiwa umat...

Ahad, 03/03/2019 17:06 0

Indonesia

SKPI Sulteng Bantu Korban Banjir Poso

Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok kepada warga korban banjir di Kelurahan Kayamanya, Poso, Sulawesi Tengah

Ahad, 03/03/2019 16:37 0

Close