... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pentagon Tawarkan Tarik Seluruh Pasukan dalam 5 Tahun

Foto: Delegasi Taliban dalam perundingan sebelumnya

KIBLAT.NET, Washington – Negosiasi perdamaian AS-Taliban yang sedang berlangsung, yang dirancang untuk mengakhiri 18 tahun Perang Afghanistan memiliki proposal baru. Pentagon akhirnya menawarkan rencana formal untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan.

Seperti biasanya, Pentagon tampaknya tidak akan melakukannya tepat waktu. Rencana Pentagon adalah menarik separuh dari 14.000 tentara AS dari Afghanistan dalam hitungan bulan, tetapi sisanya akan menetap selama lima tahun.

Dalam lima tahun semua pasukan AS akan ditarik dari Afghanistan, termasuk pasukan NATO. Sementara posisi Taliban jelas, bahwa perdamaian di Afghanistan akan tercapai jika seluruh pasukan asing ditarik.

Tawaran itu mungkin akan sulit untuk diterima Taliban. Setelah menolak pendudukan AS selama 18 tahun, tuntutan Taliban adalah untuk mengeluarkan AS dari negara itu, dan sementara waktu lima tahun adalah waktu yang sangat lama.

Bagi AS, durasi yang lama bisa memberi para pejabat waktu untuk mengubah pikiran mereka dan membuat kesepakatan baru. Menjaga ribuan pasukan di Afghanistan berarti dapat melanjutkan perang.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tokoh Buddha Ini Tak Masalah Disebut Kafir

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan sebutan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 17:53 0

Manhaj

Penghapusan Kata Kafir dan Potensi Kaburnya Wala’ dan Bara’

Kata kafir adalah istilah syar’i untuk menyebut orang-orang yang yang tidak beriman. Dalam kata kafir, tidak ada maksud diskriminatif terhadap non muslim.

Sabtu, 02/03/2019 17:37 0

Indonesia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

Sabtu, 02/03/2019 17:33 0

Indonesia

Soal Wacana TNI Masuk Kementrian, KAMMI Khawatir Dwifungsi ABRI Kembali

Wacana Militer masuk kedalam kementerian dan lembaga sipil terus menggelinding.

Sabtu, 02/03/2019 17:05 0

Indonesia

Indonesia-Australia Sepakati Perdagangan Bebas, INDEF: Jangan Sampai Dirugikan!

Dia menjelaskan Indonesia selama ini justru lebih banyak mengimpor dari Australia. Antara lain impor sayur-sayuran, buah, daging sapi, bahkan garam dan agricultural.

Sabtu, 02/03/2019 17:00 0

Indonesia

Haris Azhar: Perwira TNI Dimasukkan Kementrian Supaya Memihak Rezim

"Menurut saya itu cuma cara politis untuk membuai, berusaha menina bobokan pejabat-pejabat tinggi di TNI"

Sabtu, 02/03/2019 14:05 0

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah Tegaskan Tidak Boleh Ada Ijtihad Soal Istilah Kafir

Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa tidak ada yang boleh memberikan ijtihad mengenai istilah kafir.

Sabtu, 02/03/2019 13:50 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Indonesia

Perwira TNI Aktif Bisa Masuk ke Kementrian Jika Pensiun Dini

Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), I Made Suwandi menanggapi rencana Perwira TNI aktif masuk ke kementrian.

Sabtu, 02/03/2019 13:17 0

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah: Umat Islam Tak Berhak Ganti Istilah Kafir

Tokoh Ormas Islam Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa yang tidak mempercayai Allah swt dalam Islam disebut dengan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 11:51 0

Close