... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hamas Tangkap Pendiri Kelompok Syiah Dukungan Iran di Gaza

Foto: Pasukan Siber Hamas

KIBLAT.NET, Gaza – Hamas menangkap Hisyam Salam, pemimpin organisasi al-Sabrin yang disponsori Iran di Gaza. Salam ditangkap bersama empat ajudannya dan pejabat senior al-Sabrin.

Sejumlah barang disita dari kediaman Salam, di antaranya perangkat digital, komputer, ponsel, dan dokumen. Penahanan Salam datang sebagai pukulan besar bagi Iran. Iran telah melakukan investasi besar dalam mendapatkan pijakan dan mengamankan pengaruh Hamas yang memerintah Jalur Gaza.

“Hamas berniat untuk mengakhiri aktivitas al-Sabrin di Jalur Gaza,” kata sumber-sumber orang dalam mengatakan kepada Asharq Al-Awsat.

Keputusan untuk mengalahkan al-Sabrin tidak diumumkan kepada publik. Hamas ingin menghindari meningkatnya ketegangan dengan rezim Iran.

Sumber mengungkapkan bahwa Hamas telah menyusun rencana untuk secara bertahap membubarkan dan akhirnya menghentikan kehadiran al-Sabrin. Fase pertama adalah menangkap pejabat besar di kelompok yang didukung Iran itu, termasuk memblokir saluran pendanaan dan senjata bagi anggota al-Sabrin.

Salam, dianggap sebagai salah satu propagandis Iran yang paling menonjol di Gaza. Menurut sumber, Salam dan yang lainnya saat ini sedang diperiksa oleh interogator Hamas.

Investigasi difokuskan pada komunikasi, hubungan, senjata dan metode pembiayaan kelompok al-Sabrin. Demikian seperti dikutip Asharq al-Awsat pada Jumat (01/03/2019).

Tiga tahun lalu, Hamas meluncurkan kampanye klandestin melawan gerakan al-Sabrin saat penolakan publik terhadap kelompok itu semakin kuat. Ketegangan Hamas dengan al-Sabrin memuncak setelah Salam menjadi target pembunuhan publik karena aktivitasnya menyebarkan paham Syiah.

BACA JUGA  Usai Didemo Besar-besaran, Hong Kong Tangguhkan RUU Ekstradisi

Menurut sumber itu, Salam berusaha melarikan diri dari Gaza tetapi gagal. Namun, istri dan 7 anaknya berhasil menetap di Teheran.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Serunya Belajar Konten Menulis Kreatif di Kelas Akber Bali 83

Irma Yudistirani didaulat sebagai guru kelas mengajar yang dimulai pukul 18.30 wita.

Ahad, 03/03/2019 15:10 0

Indonesia

Tokoh Buddha Ini Tak Masalah Disebut Kafir

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan sebutan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 17:53 0

Manhaj

Penghapusan Kata Kafir dan Potensi Kaburnya Wala’ dan Bara’

Kata kafir adalah istilah syar’i untuk menyebut orang-orang yang yang tidak beriman. Dalam kata kafir, tidak ada maksud diskriminatif terhadap non muslim.

Sabtu, 02/03/2019 17:37 0

Indonesia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

Sabtu, 02/03/2019 17:33 0

Indonesia

Soal Wacana TNI Masuk Kementrian, KAMMI Khawatir Dwifungsi ABRI Kembali

Wacana Militer masuk kedalam kementerian dan lembaga sipil terus menggelinding.

Sabtu, 02/03/2019 17:05 0

Indonesia

Indonesia-Australia Sepakati Perdagangan Bebas, INDEF: Jangan Sampai Dirugikan!

Dia menjelaskan Indonesia selama ini justru lebih banyak mengimpor dari Australia. Antara lain impor sayur-sayuran, buah, daging sapi, bahkan garam dan agricultural.

Sabtu, 02/03/2019 17:00 0

Indonesia

Haris Azhar: Perwira TNI Dimasukkan Kementrian Supaya Memihak Rezim

"Menurut saya itu cuma cara politis untuk membuai, berusaha menina bobokan pejabat-pejabat tinggi di TNI"

Sabtu, 02/03/2019 14:05 0

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah Tegaskan Tidak Boleh Ada Ijtihad Soal Istilah Kafir

Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa tidak ada yang boleh memberikan ijtihad mengenai istilah kafir.

Sabtu, 02/03/2019 13:50 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Indonesia

Perwira TNI Aktif Bisa Masuk ke Kementrian Jika Pensiun Dini

Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), I Made Suwandi menanggapi rencana Perwira TNI aktif masuk ke kementrian.

Sabtu, 02/03/2019 13:17 0

Close