... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Wacana TNI Masuk Kementrian, KAMMI Khawatir Dwifungsi ABRI Kembali

Foto: ketua KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi

KIBLAT.NET, Jakarta – Wacana militer masuk ke dalam kementerian dan lembaga sipil terus menggelinding. Rencana ini mendapat tanggapan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indoensia (KAMMI) yang merupakan organsisasi mahasiswa dan kepemudaan yang lahir saat reformasi bergulir.

“Kami sangat menyayangkan apabila ada upaya untuk merevisi UU TNI yang memungkinkan nantinya TNI bisa menempati jabatan sipil. Kita harus waspada, revisi ini akan mendorong sedikit demi sedikit kembalinya Dwi fungsi ABRI, apalagi kita punya sejarah yang panjang dengan itu, ” kata ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan pers yang diterima Kiblat.net pada Sabtu (02/03/2019).

“Padahal amanat reformasi kita sudah dengan susah payah memisahkan antara area militer dan sipil, dibatasi. Karena militer mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki sipil, bayangkan kalau terjadi apa-apa,” tambahnya.

Bagi Irfan, surplusnya perwira di TNI tidak bisa dijadikan alasan untuk memberikan keistimewaan bagi TNI menempati jabatan-jabatan sipil.

“Saya kira tidak semudah itu jika karena alasan surplus, lalu kemudian merevisi UU. Kesannya seperti memberikan keistimewaan sekali,” sambungnya.

Maka, ia menegaskan bahwa pihaknya menolak rencana revisi UU TNI ini. “Marilah kita tempat sebagaimana mestinya. Militer ya harus di area militer, sipil ya di sipil jangan digabung bisa bahaya,” tandas Irfan.

Sebagaimana diketahui,  wacana ini Bermula ketika Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengusulkan revisi Pasal 47 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang nantinya memungkinkan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) TNI menempati kursi birokrat. Hadi berpendapat bahwa saat ini banyak Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI yang nonjob.

BACA JUGA  Raker Dengan Kemenag, DPR Singgung Disertasi Seks Pranikah

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Penarikan Seluruh Tentara Asing Adalah Kunci Perdamaian

Shaheen menambahkan pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Kabul merupakan urusan internal bangsa Afghan.

Sabtu, 02/03/2019 14:35 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Afghanistan

Sang Istri Berkisah Jalan Jihad Syaikh Abdullah Azzam di Afghanistan

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Samira Mohyeddin (71), istri Syaikh Abdullah Azzam (allahu yarham) berbicara mengenai sepenggal kehidupan suaminya ketika berjuang di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 12:31 0

Amerika

Diburu AS, Ini Spekulasi Keberadaan Hamzah bin Ladin

Di sisi lain, salah satu saudara Hamzah mengatakan kepada The Guardian tahun lalu bahwa keberadaan saudara tidak diketahui tetapi bisa di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 11:19 0

Suriah

Eks Tahanan Wanita Ungkap Kerasnya Penyiksaan di Penjara Rezim Assad

Haliliga ditangkap oleh tentara rezim Assad pada 2013 di rumahnya saat sedang menyusui bayinya. Ibu tiga anak itu dipaksa untuk berpisah dari anak-anaknya.

Sabtu, 02/03/2019 11:09 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan Serbu Pangkalan AS di Helmand

Ia juga membicarakan, hancurnya sejumlah helikopter dan pesawat serta sistem radar di pangkalan tersebut. Puluhan tentara lokal dan asing tewas.

Sabtu, 02/03/2019 10:03 1

India

India Larang Partai Islam di Kashmir, 300 Ditangkap

Kampanye penangkapan ini menyusul serangan bom yang menewaskan 40 tentara India pada 14 Februari lalu.

Sabtu, 02/03/2019 09:24 0

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Philipina

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintahan Transisi Bangsamoro

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintah Transisi Bangsamoro

Jum'at, 01/03/2019 15:49 0

Close