... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sang Istri Berkisah Jalan Jihad Syaikh Abdullah Azzam di Afghanistan

Foto: Samira Mohyeddin (71), istri Syaikh Abdullah Azzam (allahu yarham)

KIBLAT.NET – Syaikh Abdullah Azzam, yang wafat pada tahun 1989, menjadi ulama panutan para Mujahidin. Dilahirkan pada tahun 1941 di kota Jenin, Tepi Barat, Abdullah Yusuf Azzam juga merupakan salah seorang dai paling terkemuka di Palestina.

Dia diingat karena menghasung sukarelawan Arab untuk berjihad melawan pendudukan Soviet di Afghanistan dari tahun 1979 hingga 1989. Dia dilaporkan wafat karena dibunuh pada tahun 1989 pada usia 48 tahun.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Samira Mohyeddin (71), istri Syaikh Abdullah Azzam (allahu yarham) berbicara mengenai sepenggal kehidupan suaminya ketika berjuang di Afghanistan.

Samira dengan tegas menolak tuduhan ekstremisme dan terorisme yang dituduhkan kepada suaminya. “Saya menantang siapa pun untuk membuktikannya,” ujarnya, sembari mengatakan bahwa media telah merusak citra almarhum suaminya.

Berbicara di Istanbul, Samira mengatakan suaminya tidak pernah mengizinkan serangan terhadap warga sipil Rusia atau lainnya.

“Dia selalu berkata, ‘Kami hanya memerangi mereka yang memusuhi kami dan yang menduduki tanah kami’,” kenangnya. “Kami bahkan tidak pernah tahu dari mana kata ‘terorisme’ berasal.”

“Kami memerangi musuh-musuh Islam di manapun. Mereka (musuh) yang menyerang negara Muslim,” ungkap Samira.

Samira, yang pernah mengepalai Kantor Layanan Mujahidin urusan perempuan di Peshawar, menekankan bahwa warga sipil yang tak bersalah tidak pernah menjadi sasaran.

Jihad yang Murni

BACA JUGA  Pemerintah Kabul Bebaskan Ratusan Anggota Taliban

“Jihad Afghanistan selama masa mendiang suamiku adalah murni,” kata Samira, sembari mengenang bahwa jihad itu telah berhasil mengusir penjajah Uni Soviet dari Afghanistan.

“Jihad tentu memiliki kekurangan – dan menjadi sasaran upaya sabotase – tetapi itu tidak ada hubungannya dengan Azzam,” katanya.

“Sebagai ‘Emir Jihad’, ia tidak pernah memerintahkan – atau mengizinkan siapa pun untuk melakukan – ‘operasi sabotase’,” tambahnya.

Samira kemudian menghubungkan bahwa jihad yang murni adalah mencintai kesyahidan, bukan karena uang, gelar atau ketenaran. Dia menegaskan bahwa dampak dari “jihad” hampir seluruhnya positif.

“Muslim datang ke Afghanistan dari seluruh dunia untuk mengambil bagian (dalam jihad),” katanya. “Dan atas izin Allah, mereka dapat membebaskan negara (dari penjajah).”

Samira mengingat seorang wanita Muslim dari Tajikistan, yang mengatakan: “Kami tidak tahu apa-apa tentang Islam – atau bahkan shalat – sebelum jihad di Afghanistan. Lalu, bagaimana jihad bisa menjadi hal yang buruk? Jihad selalu dikenal oleh orang-orangnya.”

Dari Palestina ke Afghanistan

Menurut Samira, almarhum suaminya pertama kali mendedikasikan dirinya untuk berjihad di Palestina. “Syaikh adalah salah satu pendiri jihad di Palestina,” katanya.

“Dia mempersiapkan diri untuk berjihad di Yordania dengan sesama mujahidin yang berperang melawan pendudukan Zionis,” katanya.

“Para wanita juga membantu mereka dalam mengumpulkan dana untuk membiayai basis militer di Yordania utara,” tambahnya.

BACA JUGA  Taliban Bantah Tuduhan PBB terkait Angka Korban Sipil di Kabul

“Azzam mengambil bagian dalam jihad itu selama tiga setengah tahun, sampai otoritas Yordania melarangnya melanjutkan kegiatannya,” ujar Samira.

Samira ingat, bagaimana almarhum suaminya mengajar di Universitas Yordania Amman saat itu, di mana ia membantu untuk mempersiapkan dan mengatur kaum muda, melatih mereka dalam seara berkelompok.

Azzam, kata dia, akhirnya meninggalkan Yordania dan pergi ke Arab Saudi. Dia tnggal selama satu tahun sebelum pindah ke Universitas Islam Islamabad yang mendekatkannya kepada pintu jihad Afghanistan.

“Dia menyaksikan peristiwa yang terjadi di Afghanistan sampai dia menyadari bahwa jihad Islam murni sedang terjadi di sana,” kenangnya.

“Pada saat itu, umat Islam sangat dibutuhkan untuk memerangi penjajah, jadi dia dengan cepat bergabung dengan jihad Afghanistan,” tambah Samira.

“Azzam memulai jihad di berbagai tingkatan,” tambahnya. “Musuh-musuh Islam segera menyadari ancaman yang dibuatnya.”

Setelah mengikuti kegiatan Azzam di Palestina dan Afghanistan, Mossad Israel dan dinas intelijen AS dilaporkan mencoba beberapa kali untuk membunuhnya.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah: Umat Islam Tak Berhak Ganti Istilah Kafir

Tokoh Ormas Islam Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa yang tidak mempercayai Allah swt dalam Islam disebut dengan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 11:51 0

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Indonesia

KH Luthfi Basori: Tidak Sebut Non Muslim Sebagai Kafir Bertentangan dengan Syariat Islam

Ulama NU Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa sikap teologis PBNU yang menyarankan untuk tidak menyebut non-muslim sebagai kafir adalah sikap yang bertentangan dengan syariat Islam.

Jum'at, 01/03/2019 17:42 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Jangan Takut Sebut “Kafir” ke Orang yang Tak Beriman kepada Allah

enurutnya, tidak baik jika takut menyebut "kafir" kepada orang tidak yang beriman kepada Allah Ta'ala.

Jum'at, 01/03/2019 17:29 0

Indonesia

Munas NU Putuskan Non Muslim Bukan Kafir, Dinilai Ada Permainan Kelompok Liberal

" Yang sudah terjadi, pemikiran pak Said Aqil kan liberal. Menjadi motornya liberal," ungkap Luthfi Bashori Alwi. .

Jum'at, 01/03/2019 17:20 0

Indonesia

Komisi Penyelidik PBB: Pasukan Zionis Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Komisi Penyelidik PBB: Pasukan Zionis Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Jum'at, 01/03/2019 15:04 0

Indonesia

Pra Peradilan Kematian Siyono Bangkitkan Ingatan Tentang Uang Rp100 Juta dari Densus 88

"Uang sebesar Rp100 juta itu dianggap sebagai upaya agar kasus kematian almarhum Siyono yang dianggap teroris oleh Densus 88 tidak dipermasalahkan atau sebagai upaya tutup mulut,"

Jum'at, 01/03/2019 13:55 0

Indonesia

Pra Peradilan, Babak Baru Kasus Kematian Siyono

Setelah 3 tahun mandeg kasus kematian Siyono di tangan Densus 88, keluarga yang diwakili oleh tim kuasa hukum Muhammadiyah mengajukan gugatan pra peradilan

Jum'at, 01/03/2019 13:04 0

Indonesia

Amerika Tawarkan Rp14 Miliar untuk Informasi Keberadaan Hamzah bin Laden

Amerika tawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar untuk informasi keberadaan Hamzah bin Laden

Jum'at, 01/03/2019 11:08 0

Close