... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indonesia-Australia Sepakati Perdagangan Bebas, INDEF: Jangan Sampai Dirugikan!

Foto: Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Enny Sri Hartati

KIBLAT.NET, Jakarta – Australia dan Indonesia akan membuat kesepakatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) pada Senin (04/03/2019) mendatang. Menanggapi hal itu Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menilai apapun kerjasama yang dilakukan oleh pihak asing harus sesuai dengan prioritas program yang ingin dikembangkan oleh pemerintah.

“Misalnya program pemerintah hendak menuju swasembada daging dengan mengurangi impor daging. Akan tetapi bila menyepakati FTA dengan Australia, justru Indonesia akan tetap melakukan impor daging beku,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Jumat (01/03/2019).

Dia menjelaskan Indonesia selama ini justru lebih banyak mengimpor dari Australia. Antara lain impor sayur-sayuran, buah, daging sapi, bahkan garam dan agricultural. Sehingga pemerintah harus menanyakan fasilitas apa yang bisa diberikan Australia untuk ekspor Indonesia. Setidaknya ada beberapa keunggulan negara kita yang bisa diekspansi, salah satunya kelapa sawit.

“Semestinya kita mengundang Australia untuk berinvestasi di peternakan besar di Indonesia, baik peternakan sapi daging atau sapi perah. Dengan demikian berarti ada kerjasama dengan Australia tetapi tidak merugikan kepentingan nasional interest Indonesia,” ujarnya.

Sehingga FTA itu menurut Enny, tidak hanya dijadikan sekedar payung hukum yang bersifat generalis. Semestinya negara kita harus menghitung berapa benefit dan berapa cost yang harus ditanggung Indonesia.

“Nah itu yang setiap ada kesepakatan FTA selalu tidak detail dihitung oleh Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Selama ini pula Indonesia lebih banyak menggunakan skema perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) kawasan. Misalnya perdagangan antara ASEAN dengan Australia atau China. Walaupun melalui skema itu ada beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita.

“Belajar dari FTA kawasan itu, saya menyarankan lebih baik menggunakan skema kerjasama bilateral. Sebab take and give-nya relatif lebih sesuai dengan apa yang mau ditukarkan dalam perdagangan itu,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Penarikan Seluruh Tentara Asing Adalah Kunci Perdamaian

Shaheen menambahkan pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Kabul merupakan urusan internal bangsa Afghan.

Sabtu, 02/03/2019 14:35 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Afghanistan

Sang Istri Berkisah Jalan Jihad Syaikh Abdullah Azzam di Afghanistan

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Samira Mohyeddin (71), istri Syaikh Abdullah Azzam (allahu yarham) berbicara mengenai sepenggal kehidupan suaminya ketika berjuang di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 12:31 0

Amerika

Diburu AS, Ini Spekulasi Keberadaan Hamzah bin Ladin

Di sisi lain, salah satu saudara Hamzah mengatakan kepada The Guardian tahun lalu bahwa keberadaan saudara tidak diketahui tetapi bisa di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 11:19 0

Suriah

Eks Tahanan Wanita Ungkap Kerasnya Penyiksaan di Penjara Rezim Assad

Haliliga ditangkap oleh tentara rezim Assad pada 2013 di rumahnya saat sedang menyusui bayinya. Ibu tiga anak itu dipaksa untuk berpisah dari anak-anaknya.

Sabtu, 02/03/2019 11:09 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan Serbu Pangkalan AS di Helmand

Ia juga membicarakan, hancurnya sejumlah helikopter dan pesawat serta sistem radar di pangkalan tersebut. Puluhan tentara lokal dan asing tewas.

Sabtu, 02/03/2019 10:03 1

India

India Larang Partai Islam di Kashmir, 300 Ditangkap

Kampanye penangkapan ini menyusul serangan bom yang menewaskan 40 tentara India pada 14 Februari lalu.

Sabtu, 02/03/2019 09:24 0

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Philipina

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintahan Transisi Bangsamoro

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintah Transisi Bangsamoro

Jum'at, 01/03/2019 15:49 0

Close