... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

INDEF: Pemerintah Seharusnya Berdayakan Petani, Bukan Kerjasama Dagang dengan Australia

Foto: Petani memanen padi (foto: Inilah)

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan harus adanya win-win solution dalam kesepakatan kerjasama perdagangan bebas antara Indonesia dengan Australia. Sebab kerjasama bila saling menguntungkan kedua pihak maka akan lebih sustainable (berkelanjutan). Sebaliknya jika berat sebelah merugikan Indonesia maka akan menimbulkan ketidak efisiensi dan dampak sosial ekonomi.

“Selama ini impor Indonesia dari Australia guna memenuhi kebutuhan industri, hotel dan restaurant. Semestinya ada koordinasi agar dapat dipenuhi dari dalam negeri, intinya jika untuk memenuhi kebutuhan industri itu ok. Tetapi persoalannya selama ini bukannya di dalam negeri tidak ada, melainkan jaringan pemasokan untuk memenuhi kebutuhan industri itu tidak ada yang ngurus,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Jumat, (2/3/2019).

Enny meminta pemerintah sebaiknya dapat memberdayakan dan memfasilitasi petani. Sehingga produk petani nantinya dapat memenuhi standar industri. Akan tetapi, bila petani dibiarkan maka Indonesia tidak akan siap menyuplai pasokan industri, akhirnya akan lebih memilih impor terus menerus.

“Petani jangan dibiarkan bekerja sendiri, jika tidak diberdayakan maka akan tetap kalah saing. Berbeda jauh dengan petani Australia, yang tersistem, memiliki lahan pertanian dan peternakan yang luas serta sesuai industri. Jadi segala pihak dalam negeri harus memberdayakan petani untuk bersaing,” ujarnya.

Diketahui, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham akan menandatangani perjanjian perdagangan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA). Kesepakatan ini akan disaksikan Wapres Jusuf Kalla dan dilaksanakan pada Senin, 4 Maret 2019 di Hotel Luwansa, Kuningan, Jakarta.

BACA JUGA  BPJPH Kebut Pembahasan Tarif Layanan Jaminan Produk Halal

Terkait agenda tersebut Enny menegaskan persoalan selama ini bukan pada penandatanganannya. Tetapi persoalan intinya adalah setiap kita membuat ratifikasi perjanjian apapun kita tidak pernah mengetahui detail isi perjanjiannya. Misalnya kita tidak tahu implikasinya, mengapa ada perjanjian itu, keuntungan dan kerugiannya apa.

“Selama ini tidak transparansi dan tidak ada kajian secara komprehensif terkait detail kesepakatan itu. Negara ini hanya melihat ketika ada persoalan ini, maka kita butuh ini. Nah butuhnya itu bisa jadi hanya dari usulan beberapa pelaku usaha, padahal banyak stakeholder yang terkait. Sehingga sering kali kesepakatan kerjasama tidak banyak memberikan keuntungan secara menyeluruh,” tukasnya.

Repoter : Hafidz Syarif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Penarikan Seluruh Tentara Asing Adalah Kunci Perdamaian

Shaheen menambahkan pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Kabul merupakan urusan internal bangsa Afghan.

Sabtu, 02/03/2019 14:35 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Afghanistan

Sang Istri Berkisah Jalan Jihad Syaikh Abdullah Azzam di Afghanistan

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Samira Mohyeddin (71), istri Syaikh Abdullah Azzam (allahu yarham) berbicara mengenai sepenggal kehidupan suaminya ketika berjuang di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 12:31 0

Amerika

Diburu AS, Ini Spekulasi Keberadaan Hamzah bin Ladin

Di sisi lain, salah satu saudara Hamzah mengatakan kepada The Guardian tahun lalu bahwa keberadaan saudara tidak diketahui tetapi bisa di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 11:19 0

Suriah

Eks Tahanan Wanita Ungkap Kerasnya Penyiksaan di Penjara Rezim Assad

Haliliga ditangkap oleh tentara rezim Assad pada 2013 di rumahnya saat sedang menyusui bayinya. Ibu tiga anak itu dipaksa untuk berpisah dari anak-anaknya.

Sabtu, 02/03/2019 11:09 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan Serbu Pangkalan AS di Helmand

Ia juga membicarakan, hancurnya sejumlah helikopter dan pesawat serta sistem radar di pangkalan tersebut. Puluhan tentara lokal dan asing tewas.

Sabtu, 02/03/2019 10:03 1

India

India Larang Partai Islam di Kashmir, 300 Ditangkap

Kampanye penangkapan ini menyusul serangan bom yang menewaskan 40 tentara India pada 14 Februari lalu.

Sabtu, 02/03/2019 09:24 0

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Philipina

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintahan Transisi Bangsamoro

Haji Murad Ibrahim Pimpin Pemerintah Transisi Bangsamoro

Jum'at, 01/03/2019 15:49 0

Close