... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Imarah Afghanistan: Penarikan Seluruh Tentara Asing Adalah Kunci Perdamaian

Foto: Juru bicara Biro Politik Imarah Islam Afghanistan (Taliban) Suhail Shaheen.

KIBLAT.NET, Kabul – Juru bicara Biro Politik Taliban di kantor perwakilan di Qatar menyampaikan bahwa perang di Afghanistan akan berakhir, dan pejuang-pejuang mujahidin Taliban akan bergabung ke dalam unit-unit militer Afghan apabila kedua pihak yang tengah bernegosiasi saat ini sepakat dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan. Hal itu dikatakan oleh Suhail Shaheen dalam sebuah konpers dengan para wartawan di Doha.

Pekan ini, negosiasi putaran kelima antara Imarah Islam (Taliban) dengan AS berlangsung di Doha, Qatar. Pendiri sekaligus wakil pemimpin Taliban yang sudah gugur, Mullah Omar, turut hadir dalam perundingan damai. Di pihak AS, delegasi dipimpin oleh utusan khusus Washington, Zalmay Khalilzad.

Shaheen menambahkan pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Kabul merupakan urusan internal bangsa Afghan. Dan, Taliban saat ini sedang bernegosiasi dengan AS tentang isu penarikan mundur pasukan asing dari Afghanistan.

“Jika penjajahan bisa diakhiri, seluruh pasukan asing ditarik keluar dari Afghanistan, dan terbentuk pemerintahan Islam yang inklusif oleh bangsa Afghan, saya kira sudah tidak perlu lagi ada operasi militer maupun perang. Sehingga, perdamaian abadi bisa terwujud di seluruh negeri, semua anggota militer dan rakyat (pejuang-pejuang) kami, mereka bisa bergabung dengan tentara nasional,” kata Shaheen.

Shaheen mengatakan pembicaraan langsung pemerintah Afghan dengan Taliban merupakan urusan internal yang harus diselesaikan oleh orang Afghan sendiri. Dan bahwa mereka sedang mendiskusikan beberapa isu eksternal termasuk soal penarikan pasukan asing dan jaminan kepada AS bahwa Afghanistan bukan ancaman bagi mereka.

BACA JUGA  Perundingan Kedelapan Taliban-AS Berakhir, Ini yang Dibahas

“Seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada capaian besar yang bisa kita raih selain menghentikan perang dan pembunuhan,” kata Maulawi Qalamuddin, mantan anggota kabinet di era Taliban tahun 1996 s/d 2001. “Negosiasi berlangsung dengan baik, dan sejauh ini belum ada kesepakatan final. Pertama, harus ada keputusan dari mereka untuk menarik pasukan asing, baru kemudian kita bisa berdiskusi tentang isu-isu lainnya,” kata Sayed Akbar Agha, ketua Dewan Penyelamat Afghanistan.

Menurut sumber-sumber yang terkait dengan negosiasi di Qatar bahwa selama 3 hari pertama kelompok kerja dari Taliban dan AS fokus pada penyusunan draft tentang penarikan pasukan asing dan jaminan pasca penarikan pasukan tersebut bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai basis yang mengancam negara Amerika dan negara-negara lainnya.

Masih menurut sumber yang sama, selanjutnya diharapkan kedua pihak akan membuat keputusan pada hari Kamis terkait dua isu pokok tersebut, kemudian berikutnya dilanjutkan dengan pembicaraan mengenahi gencatan senjata, dan langkah untuk memulai dialog internal antara pemerintah Afghan dengan Taliban.

Sumber: Tolonews
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Haris Azhar: Perwira TNI Dimasukkan Kementrian Supaya Memihak Rezim

"Menurut saya itu cuma cara politis untuk membuai, berusaha menina bobokan pejabat-pejabat tinggi di TNI"

Sabtu, 02/03/2019 14:05 0

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah Tegaskan Tidak Boleh Ada Ijtihad Soal Istilah Kafir

Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa tidak ada yang boleh memberikan ijtihad mengenai istilah kafir.

Sabtu, 02/03/2019 13:50 0

Artikel

Memori Kekalahan Soviet di Afghanistan

Tiga puluh tahun berlalu pasca mundurnya beruang merah Rusia dari Afghanistan, nampaknya Kremlin masih ingin sekali lagi mencoba menancapkan pengaruhnya di Afghanistan.

Sabtu, 02/03/2019 13:47 0

Indonesia

Perwira TNI Aktif Bisa Masuk ke Kementrian Jika Pensiun Dini

Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), I Made Suwandi menanggapi rencana Perwira TNI aktif masuk ke kementrian.

Sabtu, 02/03/2019 13:17 0

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah: Umat Islam Tak Berhak Ganti Istilah Kafir

Tokoh Ormas Islam Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa yang tidak mempercayai Allah swt dalam Islam disebut dengan kafir.

Sabtu, 02/03/2019 11:51 0

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Indonesia

KH Luthfi Basori: Tidak Sebut Non Muslim Sebagai Kafir Bertentangan dengan Syariat Islam

Ulama NU Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa sikap teologis PBNU yang menyarankan untuk tidak menyebut non-muslim sebagai kafir adalah sikap yang bertentangan dengan syariat Islam.

Jum'at, 01/03/2019 17:42 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Jangan Takut Sebut “Kafir” ke Orang yang Tak Beriman kepada Allah

enurutnya, tidak baik jika takut menyebut "kafir" kepada orang tidak yang beriman kepada Allah Ta'ala.

Jum'at, 01/03/2019 17:29 0

Indonesia

Munas NU Putuskan Non Muslim Bukan Kafir, Dinilai Ada Permainan Kelompok Liberal

" Yang sudah terjadi, pemikiran pak Said Aqil kan liberal. Menjadi motornya liberal," ungkap Luthfi Bashori Alwi. .

Jum'at, 01/03/2019 17:20 0

Close