... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diburu AS, Ini Spekulasi Keberadaan Hamzah bin Ladin

Foto: Hamzah bin Ladin saat masih berusia belasan tahun

KIBLAT.NET, Washington – Keberadaan Putra Usamah bin Ladin, Hamzah bin Ladin, masih simpang siur. Berbagai spekulasi munyebutkan bahwa Hamzah antar tinggal di Iran, Afghanistan dan Suriah.

Seperti dilansir dari AFP, Kamis lalu (28/02/2019), informasi tentang keberadaan Hamzah saling bertentangan. Dia diyakini menghabiskan hidupnya bertahun-tahun bersama ibunya di Iran, meskipun ada kecaman keras Al-Qaidah terhadap sekte Syiah Iran.

Para pengamat mengatakan rezim Iran menahan Hamza bin Laden di bawah tahanan rumah sebagai tekanan kepada Arab Saudi dan Al-Qaidah dan untuk mencegah gerilyawan Sunni menyerang Iran.

Di sisi lain, salah satu saudara Hamzah mengatakan kepada The Guardian tahun lalu bahwa keberadaan saudara tidak diketahui tetapi bisa di Afghanistan.

Dia juga mengatakan Hamza menikah dengan putri Mohammed Atta, jihadis yang memimpin serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, di mana sekitar 3.000 orang terbunuh.

Sementara informasi lain menyebut ia berada di Suriah.

Hamza bin Laden muncul di internet sejak Agustus 2015 melalui pesan suara menyerukan jihadis di Suriah untuk bersatu. Ia mengatakan bahwa pertempuran di Suriah membuka jalan bagi “pembebasan Palestina.”

Menurut para pakar kelompok ekstrimis Islam, Hamza bin Laden yang saat ini berusia 30 tahun memimpin kelompok Ansar Al-Furqan, yang telah menarik pejuang dari Al-Qaidah dan ISIS selama beberapa bulan.

Hamza bin Laden juga pernah menyerukan penggulingan kepemimpinan Saudi tempat ia dilahirkan, mengikuti jejak ayahnya.

BACA JUGA  Pentagon: Ribuan Tahanan ISIS di Penjara Kurdi Bisa Jadi Bom Waktu

Amerika Serikat mengeluarkan sayembara berhadiah 1 juta dolar atau 14 miliar rupiah lebih untuk informasi yang mengarah pada keberadaan Hamzah bin Ladin. AS menempatkan Hamzah sebagai orang paling berbahaya bagi negaranya. Diduga ia merencankan serangan ke AS sebagai balasan atas terbunuhnya sang ayah di tangan pasukan AS.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Para pemangku kebijakan di Barat senantiasa memandang Taliban sebagai sebuah distopia. Segala tindak tanduk Taliban dinilai akan berujung ketakutan dan kengerian di masa mendatang. Melalui media, mereka mendoktrin masyarakat Barat dengan potret-potret yang secara kasat mata tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diklaim sebagai kearifan barat. Penutupan bioskop, pembatasan ruang gerak perempuan, larangan anak perempuan bersekolah, dan puncaknya yang paling bully-able: penghancuran patung Budha Bamiyan.

Sabtu, 02/03/2019 06:08 2

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keutamaan Istighfar- Ust. Abdul Kholid, MA.

KIBLAT.NET- Allah adalah dzat yang maha pengampun. Allah berfirman, “wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sampai...

Jum'at, 01/03/2019 18:16 0

Indonesia

KH Luthfi Basori: Tidak Sebut Non Muslim Sebagai Kafir Bertentangan dengan Syariat Islam

Ulama NU Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa sikap teologis PBNU yang menyarankan untuk tidak menyebut non-muslim sebagai kafir adalah sikap yang bertentangan dengan syariat Islam.

Jum'at, 01/03/2019 17:42 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Jangan Takut Sebut “Kafir” ke Orang yang Tak Beriman kepada Allah

enurutnya, tidak baik jika takut menyebut "kafir" kepada orang tidak yang beriman kepada Allah Ta'ala.

Jum'at, 01/03/2019 17:29 0

Indonesia

Munas NU Putuskan Non Muslim Bukan Kafir, Dinilai Ada Permainan Kelompok Liberal

" Yang sudah terjadi, pemikiran pak Said Aqil kan liberal. Menjadi motornya liberal," ungkap Luthfi Bashori Alwi. .

Jum'at, 01/03/2019 17:20 0

Indonesia

Komisi Penyelidik PBB: Pasukan Zionis Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Komisi Penyelidik PBB: Pasukan Zionis Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Jum'at, 01/03/2019 15:04 0

Indonesia

Pra Peradilan Kematian Siyono Bangkitkan Ingatan Tentang Uang Rp100 Juta dari Densus 88

"Uang sebesar Rp100 juta itu dianggap sebagai upaya agar kasus kematian almarhum Siyono yang dianggap teroris oleh Densus 88 tidak dipermasalahkan atau sebagai upaya tutup mulut,"

Jum'at, 01/03/2019 13:55 0

Indonesia

Pra Peradilan, Babak Baru Kasus Kematian Siyono

Setelah 3 tahun mandeg kasus kematian Siyono di tangan Densus 88, keluarga yang diwakili oleh tim kuasa hukum Muhammadiyah mengajukan gugatan pra peradilan

Jum'at, 01/03/2019 13:04 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Jum'at, 01/03/2019 05:45 0

Indonesia

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Solok Selatan, 101 Rumah Rusak

Gempa 5,6 SR Guncang Solok Selatan, 101 Rumah Rusak

Kamis, 28/02/2019 15:52 0

Close