... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pra Peradilan Kematian Siyono Bangkitkan Ingatan Tentang Uang Rp100 Juta dari Densus 88

Foto: Wakil Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengajuan gugatan pra peradilan kasus kematian Siyono juga mengingatkan publik pada uang sebesar Rp100 juta yang diserahkan Densus 88 kepada keluarga. Ditolak keluarga, uang tersebut diserahkan ke tim hukum PP Muhammadiyah yang kemudian dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan gratifikasi.

Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) Muhammadiyah mengajukan pra peradilan terhadap Polres Klaten, pihak yang menangani kasus kematian Siyono oleh Densus 88. Kasus kematian Siyono juga mengingatkan uang dugaan gratifikasi yang diberikan Densus 88 kepada keluarganya.

“Gugatan pra peradilan terhadap Polres Klaten juga mengingatkan publik tentang uang sebesar Rp 100 juta rupiah yang pernah diserahkan pihak polisi kepada istri almarhum,” kata Wakil Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (28/02/2019).

Polisi menyebut uang itu sebagai biaya pengurusan jenazah dan untuk biaya pendidikan anak almarhum. Belakangan diketahui uang sebesar Rp100 juta yang diserahkan kepada istri Siyono berasal dari Kepala Detasemen Khusus Antiteror 88, Brigadir Jenderal Eddy Hartono.

Namun pihak keluarga sama sekali tak menggunakan uang tersebut. Bahkan saat menyerahkannnya kepada Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas uang tersebut masih rapi terbungkus kertas coklat.

“Uang sebesar Rp100 juta itu dianggap sebagai upaya agar kasus kematian almarhum Siyono yang dianggap teroris oleh Densus 88 tidak dipermasalahkan atau sebagai upaya tutup mulut,” ujar Virgo.

BACA JUGA  Bandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno, Warganet Ramai-ramai Minta Sukmawati Ditangkap

“Juga bisa diartikan sebagai bagian gratifikasi, yang oleh PP Muhammadiyah kemudian uang itu dilaporkan ke KPK untuk menelusuri aliran uang itu dan mengungkap siapa pelaku pemberian uang gratifikasi tersebut,” imbuhnya.

Virgo menambahkan hingga hari ini pengungkapan kasus uang Rp100 juta dari Densus 88 oleh KPK tak kunjung terang. Berkali-kali pula ditanyakan mengenai kelanjutan pengaduan tersebut tapi KPK seolah bungkam dan tidak ada titik terang siapa dibalik kasus tersebut.

“Untuk itu, kami ingin mengingatkan kembali tentang kasus ini agar bisa diungkap secara terang dan jelas siapa yang paling bertanggung jawab atas gratifikasi dalam bentuk 100 juta tersebut,” kata Virgo.

Menurutnya, perlu adanya transparansi akan perkembangan kasus tersebut. Sehingga publik tidak bertanya-tanya dan menjawab semua dugaan yang selama ini bahwa ada kekuatan besar dibalik peristiwa pembunuhan terhadap almarhum Siyono.

“Lembaga manapun termasuk negara harus bertanggung jawab bila terlibat dalam pemberian uang kepada keluarga almarhum Siyono,” pungkas Virgo.

Reporter: Imam S.
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Isyaratkan Perdamaian, Pakistan Akan Lepaskan Pilot India

Khan mengungkapkan keputusan itu kepada Parlemen setelah pidato tentang fokus Pakistan untuk meredakan krisis dengan India.

Jum'at, 01/03/2019 07:35 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Jum'at, 01/03/2019 05:45 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan-AS Berunding, Rezim Kabul Dianggap Tak Inginkan Perdamaian

Imarah Afghanistan-AS Berunding, Rezim Kabul Dianggap Tak Inginkan Perdamaian

Kamis, 28/02/2019 22:29 0

Pakistan

Ketegangan Pakistan-India Kacaukan Penerbangan Internasional

Ketegangan Pakistan-India Kacaukan Penerbangan Internasional

Kamis, 28/02/2019 21:49 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Perjuangan Kami Tanpa Hutang Budi

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban, menegaskan bahwa para mujahidin tidak mendapatkan bantuan dana dan militer dari negara manapun.

Kamis, 28/02/2019 16:20 0

Pakistan

Ribuan Warga Kashmir Mengungsi ke Tempat Lebih Aman

"Semakin banyak orang meninggalkan rumah dan pindah ke tempat yang lebih aman," kata Omar Azzam, seorang karyawan di Kutli.

Kamis, 28/02/2019 12:53 0

Video News

Tak Hanya Pameran Buku, Ada Apa Saja di Islamic Book Fair 2019?

KIBLAT.NET, Jakarta – Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta. Bertempat di Jakarta Convention...

Kamis, 28/02/2019 12:39 0

Irak

Iraq Dipilih Jadi Penentu Nasib Belasan Anggota ISIS Warga Prancis

Iraq dikenal negara yang paling mudah mengeluarkan vonis mati dalam urusan terorisme. Diduga, Prancis ingin membersihkan warganya yang gabung ISIS namun dengan tangan negara lain.

Kamis, 28/02/2019 11:31 0

Wilayah Lain

Pendiri Anshar Syariah Tunisia Terbunuh di Mali

JNIM, menurut pantauan SITE, juga berduka atas gugurnya Yahya Abu Humam. Abu Humam merupakan komandan jihadis wilayah gurun.

Kamis, 28/02/2019 10:14 0

Qatar

Negosiasi Kelima Imarah Afghanistan-AS Masuki Hari Ketiga

Utusan khusus Departemen Luar Negeri Qatar untuk Urusan Terorisme dan Mediator Perselisihan, Muthlaq bin Majid Al-Qahthani juga ikut dalam negosiasi ini.

Kamis, 28/02/2019 09:26 0

Close