... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pra Peradilan, Babak Baru Kasus Kematian Siyono

Foto: Jasad Siyono, korban Densus 88, saat hendak dibawa ke pemakaman.

KIBLAT.NET, Jakarta – Gugatan pra peradilan kasus kematian Siyono yang diajukan Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) atas permintaan keluarga dinilai menjadi babak baru. Harus ada transparansi dalam kasus tew3asny pria Klaten saat dalam penanganan Densus 88 tersebut.

“Kasus tewasnya almarhum Siyono oleh Densus 88 memasuki babak baru. Setelah 3 tahun mandeg pengusutan kasus tersebut, keluarga almarhum yang diwakili oleh tim kuasa hukum Muhammadiyah telah resmi mengajukan gugatan pra peradilan,” kata Wakil Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi dalam pernyataan tertulis, Kamis (28/02/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) pada Kamis (28/02/2019) mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Klaten terkait kasus kematian Siyono. Gugatan tersebut ditujukan terhadap kepolisian dalam hal ini Polres Klaten, yang menangani kasus yang melibatkan anggota Densus 88 itu.

“Adapun alasan gugatan ini karena kasus tersebut diduga ditutup atau dihentikan secara diam-diam dan tanpa memberitahukan kepada keluarga almarhum,” ujar Virgo.

Sebenarnya, tim kuasa hukum keluarga Siyono sudah berulang kali meminta surat pemberitahuan penanganan penyidikan ke kepolisian. Namun permohonan yang disampaikan secara resmi tersebut tak pernah ada tanggapan atau jawaban.

Seperti diketahui, Densus 88 menangkap Siyono di sebuah rumah di Dusun Pogung, Desa Brengkungan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 8 Maret 2016, dengan status terduga teroris. Saat ditangkap pria yang dikenal sebagai imam masjid itu dalam kondisi sehat. Namun, selang beberapa hari dia dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa penuh luka dan lebam.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Komnas HAM bersama PP Muhammadiyah dan elemen sipil lainnya melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian Siyono. Sebulan berselang, hasil autopsi dibeberkan Komnas HAM bersama Persatuan Dokter Forensik Indonesia dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/04/2016).

Hasil autopsi jenazah Siyono mengungkap adanya patah di lima iga bagian kiri, patah satu iga bagian kanan, dan tulang dada yang patah akibat benda tumpul di rongga dada mengarah ke jaringan jantung. “Ini yang menyebabkan kematian yang lumayan fatal. Titik kematian ada di situ,” kata Komisioner Komnas HAM Siane Indriani.

Selain itu, tak ada tanda-tanda perlawanan atau tangkisan yang dilakukan Siyono. Tim forensik yang diketuai oleh Gatot Suharto juga menemukan luka ketokan di kepala, tapi hal itu tidak menyebabkan perdarahan atau kematian.

Reporter: Imam S.
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Isyaratkan Perdamaian, Pakistan Akan Lepaskan Pilot India

Khan mengungkapkan keputusan itu kepada Parlemen setelah pidato tentang fokus Pakistan untuk meredakan krisis dengan India.

Jum'at, 01/03/2019 07:35 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Khutbah Jumat: Fitnah Kedudukan di Akhir Zaman

Jum'at, 01/03/2019 05:45 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan-AS Berunding, Rezim Kabul Dianggap Tak Inginkan Perdamaian

Imarah Afghanistan-AS Berunding, Rezim Kabul Dianggap Tak Inginkan Perdamaian

Kamis, 28/02/2019 22:29 0

Pakistan

Ketegangan Pakistan-India Kacaukan Penerbangan Internasional

Ketegangan Pakistan-India Kacaukan Penerbangan Internasional

Kamis, 28/02/2019 21:49 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan: Perjuangan Kami Tanpa Hutang Budi

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban, menegaskan bahwa para mujahidin tidak mendapatkan bantuan dana dan militer dari negara manapun.

Kamis, 28/02/2019 16:20 0

Pakistan

Ribuan Warga Kashmir Mengungsi ke Tempat Lebih Aman

"Semakin banyak orang meninggalkan rumah dan pindah ke tempat yang lebih aman," kata Omar Azzam, seorang karyawan di Kutli.

Kamis, 28/02/2019 12:53 0

Video News

Tak Hanya Pameran Buku, Ada Apa Saja di Islamic Book Fair 2019?

KIBLAT.NET, Jakarta – Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta. Bertempat di Jakarta Convention...

Kamis, 28/02/2019 12:39 0

Irak

Iraq Dipilih Jadi Penentu Nasib Belasan Anggota ISIS Warga Prancis

Iraq dikenal negara yang paling mudah mengeluarkan vonis mati dalam urusan terorisme. Diduga, Prancis ingin membersihkan warganya yang gabung ISIS namun dengan tangan negara lain.

Kamis, 28/02/2019 11:31 0

Wilayah Lain

Pendiri Anshar Syariah Tunisia Terbunuh di Mali

JNIM, menurut pantauan SITE, juga berduka atas gugurnya Yahya Abu Humam. Abu Humam merupakan komandan jihadis wilayah gurun.

Kamis, 28/02/2019 10:14 0

Qatar

Negosiasi Kelima Imarah Afghanistan-AS Masuki Hari Ketiga

Utusan khusus Departemen Luar Negeri Qatar untuk Urusan Terorisme dan Mediator Perselisihan, Muthlaq bin Majid Al-Qahthani juga ikut dalam negosiasi ini.

Kamis, 28/02/2019 09:26 0

Close