... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pendiri Anshar Syariah Tunisia Terbunuh di Mali

Foto: Abu Iyadh, pendiri Anshar Syariah Tunisia

KIBLAT.NET, Tunis – Pendiri sekaligus pemimpin Anshar Syariah Tunisia, Saifullah bin Husain (Abu Iyadh), terbunuh di Mali. Diduga ia gugur dalam serangan udara Prancis beberapa hari lalu.

Gugurnya Abu Iyadh terpantau di internet dari pernyataan Jama’ah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM), aliansi gerakan jihadis di Afrika yang berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah. Pernyataan itu seperti terpantau oleh lembaga SITE, lembaga siber AS yang fokus memantau aktivitas jihadis di dunia maya.

JNIM, menurut pantauan SITE, juga berduka atas gugurnya Yahya Abu Humam. Abu Humam merupakan komandan jihadis wilayah gurun.

Seperti dilansir dari Al-Jazeera pada Rabu (27/02/2019), tidak dijelaskan apakah kedua komandan pejuang itu gugur akibat operasi militer Prancis pada 21 Februari lalu di dekat kota Timbukti, Mali. Sejumlah pihak meyakini mereka gugur dalam serangan udara Negara Eropa tersebut.

Disebutkan dalam pernyataan Departemen Pertahanan Prancis setelah operasi, pihaknya memantau pergerakan tiga kendaraan bergerak mencurigakan di dekat Timbukti. Penumpang di mobil tersebut melepaskan tembakan saat helikopter mendekati iringian mobil tersebut. Tembakan itu dibalas dengan rudal.

Abu Iyadh mendirikan organisasi Anshar Syariah di Tunisia dan bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial dan jihad. Pemerintah baru Tunisia memasukkannya dalam gerakan teroris pada 2013 menyusul serangan ke Kedutaan Besar AS di Negara itu. Anggota Anshar Syariah dianggap bertanggung jawab.

BACA JUGA  Korea Utara Dilanda Topan, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Beberapa bulan kemudian, AS menetapkan Anshar Syariah Tunisia sebagai organisasi teroris global. Sejak saat itu, kampanye penangkapan terhadap anggota Anshar Syariah semakin intens.

Para pemimpin gerakan melarikan diri ke Libya dan sejumlah Negara. Mereka menuju ke Negara-negara konflik untuk bergabung dengan gerakan mujahidin.

Abu Iyadh termasuk yang melarikan diri ke Libya. Ia kemudian bergabung dengan Organisasi Al-Qaidah di kawasan tersebut.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Orang Asing Harus Punya KTP Elektronik, Begini Penjelasan Kemendagri

Warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik apabila mereka memiliki izin tinggal tetap di Indonesia dan berumur lebih dari 17 tahun.

Rabu, 27/02/2019 18:59 0

Indonesia

FUI Sulteng Minta KPU dan Bawaslu Cegah Kecurangan Pemilu

FUI Sulteng Minta KPU dan Bawaslu Cegah Kecurangan Pemilu

Rabu, 27/02/2019 18:44 0

Indonesia

Daftar Pemenang Islamic Book Awards 2019

Pemenang Islamic Book Awards 2019

Rabu, 27/02/2019 17:55 0

Indonesia

Ini Perbedaan KTP Elektronik WNI dan WNA

"Untuk membedakan, lihat masa berlakunya. (WNA) tidak seumur hidup, dan kewarganegaraan dituliskan," sambungnya.

Rabu, 27/02/2019 14:10 0

Indonesia

WNA Masuk di DPT Cianjur, Dirjen Dukcapil Sebut Kesalahan Input NIK

Menurutnya, kekeliruan itu terjadi karena petugas salah memasukkan NIK.

Rabu, 27/02/2019 13:33 0

Video Kajian

Tadzkirah: Awas! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

KIBLAT.NET- Kata lalai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kurang hati-hati atau tidak mengindahkan kewajiban, pekerjaan,...

Rabu, 27/02/2019 13:12 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Masalah Hati Adalah Soal Pilihan

KIBLAT.NET- Segala sesuatu yang menyangkut hati adalah soal pilihan. Karena segala keputusan dibuat di dalam...

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

IBF 2019 Angkat Tema “Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa”

Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta.

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

Dirjen Dukcapil Sebut WNA Wajib Punya KTP-el Tapi Dilarang Ikut Pemilu

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik.

Rabu, 27/02/2019 10:00 0

Indonesia

Pelapor Ketua PA 212 Akan Dilaporkan Balik

"Yang dilakukan oleh Herry Suprabu itu sangat tidak bijak dan kita berencana akan membuat laporan pidana terkait penyebaran fitnah"

Selasa, 26/02/2019 21:19 0

Close