... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Negosiasi Kelima Imarah Afghanistan-AS Masuki Hari Ketiga

Foto: Delegasi Imarah Afghanistan

KIBLAT.NET, Doha – Negosiasi antara delegasi  Imarah Islam Afghanistan (Taliban) dan para pejabat AS di ibukota Qatar, Doha, Rabu (27/02/2019) masih berlangsung. Belum ada hasil resmi yang diumumkan. Hasil negosiasi ini akan disampaikan ke media setelah pembicaraan ditutup.

Negosiasi ini merupakan putaran kelima pembicaraan langsung antara Taliban dan AS. Pendiri sekaligus wakil pemimpin Taliban yang sudah gugur, Mullah Umar, hadir dalam negosiasi ini. Dari pihak AS, negosiator dipimpin oleh utusan khususnya Zalmay Khalilzad.

Utusan khusus Departemen Luar Negeri Qatar untuk Urusan Terorisme dan Mediator Perselisihan, Muthlaq bin Majid Al-Qahthani juga ikut dalam negosiasi ini.

Sampai hari ketiga, belum ada informasi satu pun mengenai pencapaian-pencapaian yang disepakati. Tema utama yang dibicarakan, penarikan pasukan AS dan jaminan Afghanistan tidak dijadikan basis untuk menyerang Barat dan sekutunya.

Juru bicara gerakan Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam akunnya di Twitter, mengabarkan bahwa “komite teknis yang diketuai oleh kepala tim perunding, Muhammad Abbas Stankazi, berdiskusi sejak kemarin hingga Dzuhur ini mengenai penarikan pasukan asing dari Afghanistan, juga tengah didiskusikan jaminan wilayah Afghanistan tidak dijadikan lokasi serangan ke negara lain.”

Sementara itu, juru bicara biro politik Taliban Muhammad Suhail Syahin mengatakan, Rabu, bahwa perundingan berlanjut hingga dua hari ke depan. Pembicaraan ditutup dengan pernyataan resmi.

Ia menolak komentar mengenai perjalanan atau kesepakatan yang sudah dicapai. Ia hanya mengatakan, “pernyataan akan dikeluarkan pada akhir putaran negosiasi.”

BACA JUGA  Taliban: Kami Hanya Punya Dua Cara Lawan Penjajah; Jihad dan Dialog

Kedua belah pihak diharapkan menyepakati jadwal penarikan pasukan AS dan asing dari Afghanistan dan kesepakatan tentang jaminan Taliban tidak mengizinkan wilayahnya jadi basis serangan ke Negara lain.

Sekitar 14.000 tentara AS bermarkas di Afghanistan sebagai bagian dari pasukan NATO yang dipimpin AS. Mereka bertugas melatih dan membantu pasukan Afghanistan, menasihati mereka dan melakukan operasi anti-terorisme.

Afghanistan menyaksikan konflik antara gerakan Taliban di satu sisi dan pemerintah dan pasukan internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat di sisi lain, menyebabkan ribuan korban sipil.

Pada tahun 2001, Washington memimpin pasukan internasional untuk menggulingkan rezim Taliban, dengan tuduhan menyembunyikan Organisasi Al-Qaidah.

Perwakilan Washington dan Taliban mengadakan pembicaraan damai enam hari di Doha, Qatar, pada Januari.

Taliban bersikeras menuntut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai prasyarat untuk mencapai perdamaian dengan pemerintah Afghanistan.

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Orang Asing Harus Punya KTP Elektronik, Begini Penjelasan Kemendagri

Warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik apabila mereka memiliki izin tinggal tetap di Indonesia dan berumur lebih dari 17 tahun.

Rabu, 27/02/2019 18:59 0

Indonesia

FUI Sulteng Minta KPU dan Bawaslu Cegah Kecurangan Pemilu

FUI Sulteng Minta KPU dan Bawaslu Cegah Kecurangan Pemilu

Rabu, 27/02/2019 18:44 0

Indonesia

Daftar Pemenang Islamic Book Awards 2019

Pemenang Islamic Book Awards 2019

Rabu, 27/02/2019 17:55 0

Indonesia

Ini Perbedaan KTP Elektronik WNI dan WNA

"Untuk membedakan, lihat masa berlakunya. (WNA) tidak seumur hidup, dan kewarganegaraan dituliskan," sambungnya.

Rabu, 27/02/2019 14:10 0

Indonesia

WNA Masuk di DPT Cianjur, Dirjen Dukcapil Sebut Kesalahan Input NIK

Menurutnya, kekeliruan itu terjadi karena petugas salah memasukkan NIK.

Rabu, 27/02/2019 13:33 0

Video Kajian

Tadzkirah: Awas! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

KIBLAT.NET- Kata lalai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kurang hati-hati atau tidak mengindahkan kewajiban, pekerjaan,...

Rabu, 27/02/2019 13:12 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Masalah Hati Adalah Soal Pilihan

KIBLAT.NET- Segala sesuatu yang menyangkut hati adalah soal pilihan. Karena segala keputusan dibuat di dalam...

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

IBF 2019 Angkat Tema “Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa”

Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta.

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

Dirjen Dukcapil Sebut WNA Wajib Punya KTP-el Tapi Dilarang Ikut Pemilu

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik.

Rabu, 27/02/2019 10:00 0

Indonesia

Pelapor Ketua PA 212 Akan Dilaporkan Balik

"Yang dilakukan oleh Herry Suprabu itu sangat tidak bijak dan kita berencana akan membuat laporan pidana terkait penyebaran fitnah"

Selasa, 26/02/2019 21:19 0

Close