... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakistan Bersiap Balas Pelanggaran Udara India

Foto: Militer Pakistan

KIBLAT.NET, Islamabad – Militer Pakistan kembali menegaskan sikap negaranya membalas pelanggaran udara India dengan kekuatan pada tempat dan waktu yang tepat. Juru bicara militer Pakistan Mayjen Asif Ghafoor mengatakan pada konferensi pers, Selasa (26/02/2019), bahwa sikap Pakistan saat ini adalah harus melakukan pembalasan. Operasi itu akan dahsyat dan mengejutkan.

Ghafoor menegaskan bahwa penjelasan India mengenai serangan udara pada Selasa dini hari di wilayah Kashmir-Pakistan itu penuh kebohongan. Tidak ada jatuhnya korban atau kerugian material dalam serangan yang diklaim menewaskan ratusan militan tersebut.

“Pakistan, mulai dari pemerintah, militer dan rakyat, berdiri di atas satu sikap, membalas serangan India,” tegasnya di hadapan awak media.

Ia menunjukkan bahwa akan digelar pertemuan Otoritas Kontrol Sentral yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan untuk membahas perkembangan situasi ini. Badan ini mengawasi senjata strategis Paksitan.

Ghafoor menegaskan bahwa angkatan udara Pakistan tidak terkejut oleh pergerakan jet tempur India pada Selasa dini hari. Kami, tegas Ghafoor, bersiaga 24 jam sejak ketegangan dengan ini baru-baru ini. Jet tempur India mencoba melakukan provokasi di dua sektor yang berbeda. Namun jet India berhasil mencegat dan memaksa mereka kembali.

Ia menjelaskan bahwa jet India hanya empat menit berada di wilayah udara Pakistan. Sangat dimungkinkan mereka tidak dapat menargetkan lokasi militer yang diklaim. Sebaliknya, kami menduga jet tempur itu menargetkan lokasi sipil kemudian disebut teroris.

Hubungan Pakistan-India kembali tegang setelah sebuah serangan bom di wilayah Kahsmir bagian India menewaskan puluhan tentara India. Kelompok jihadis Kashmir, Jaish-e-Muhammad bertanggung jawab. New Delhi menuduh Islamabad berada di balik kelompok Jaish-e-Muhammad. Tuduhan itu sendiri berulang kali dibantah.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Perbedaan KTP Elektronik WNI dan WNA

"Untuk membedakan, lihat masa berlakunya. (WNA) tidak seumur hidup, dan kewarganegaraan dituliskan," sambungnya.

Rabu, 27/02/2019 14:10 0

Indonesia

WNA Masuk di DPT Cianjur, Dirjen Dukcapil Sebut Kesalahan Input NIK

Menurutnya, kekeliruan itu terjadi karena petugas salah memasukkan NIK.

Rabu, 27/02/2019 13:33 0

Video Kajian

Tadzkirah: Awas! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

KIBLAT.NET- Kata lalai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kurang hati-hati atau tidak mengindahkan kewajiban, pekerjaan,...

Rabu, 27/02/2019 13:12 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Masalah Hati Adalah Soal Pilihan

KIBLAT.NET- Segala sesuatu yang menyangkut hati adalah soal pilihan. Karena segala keputusan dibuat di dalam...

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

IBF 2019 Angkat Tema “Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa”

Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta.

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Indonesia

Dirjen Dukcapil Sebut WNA Wajib Punya KTP-el Tapi Dilarang Ikut Pemilu

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik.

Rabu, 27/02/2019 10:00 0

Indonesia

Pelapor Ketua PA 212 Akan Dilaporkan Balik

"Yang dilakukan oleh Herry Suprabu itu sangat tidak bijak dan kita berencana akan membuat laporan pidana terkait penyebaran fitnah"

Selasa, 26/02/2019 21:19 0

Indonesia

TARC Komentari Keputusan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212

TARC Komentari Keputusan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212

Selasa, 26/02/2019 20:36 0

Indonesia

Perwira TNI Jabat di Kementrian Timbulkan Trauma Masa Orde Baru

Feri Kusuma mengungkapkan masuknya TNI ke kementrian bisa membuat masyarakat sipil trauma.

Selasa, 26/02/2019 20:32 0

Indonesia

KontraS: Ada Perwira Nonjob karena TNI Kurang Fokus di Bidang Pertahanan

Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Feri Kusuma mengkritisi adanya perwira TNI yang nonjob.

Selasa, 26/02/2019 17:51 0

Close