... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Orang Asing Harus Punya KTP Elektronik, Begini Penjelasan Kemendagri

Foto: Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Bahtiar menegaskan warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik apabila mereka memiliki izin tinggal tetap di Indonesia dan berumur lebih dari 17 tahun.

Ia menuturkan aturan jika tenaga kerja asing dengan kondisi tertentu wajib memiliki KTP-el sebagaimana diatur dalam Pasal 63 Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan.

“Ketentuan ini berlaku sesuai UU, kemendagri hanya menjalankan UU yang dibentuk bersama DPR dan Pemerintah. Praktek dinegara lain juga demikian. Jadi bukan baru sekarang-sekarang ini. Saya sih melihat ini menjadi gaduh karena sedang menghadapi Pileg dan Pilpres, itu saja,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Rabu, (27/2/2019).

Dia menjabarkan Pada ayat (1) Pasal 63 UU Nomor 24 Tahun 2013 dijelaskan bahwa Penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin, wajib memiliki KTP-el. Dalam ayat (3) KTP-el sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku secara nasional.

Kemudian ayat (4) Pasal 63 UU Nomor 24 Tahun 2013 juga menjelaskan bahwa, “Orang Asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan perpanjangan masa berlaku atau mengganti KTP-el kepada Instansi Pelaksana paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal masa berlaku Izin Tinggal Tetap berakhir,” tuturnya.

BACA JUGA  Sandiaga Uno Jalan Kaki Menuju Gedung DPR/MPR, Didoakan Jadi Wakil Presiden

Pada ayat (5) UU Nomor 24 Tahun 2013 Penduduk yang telah memiliki KTP-el wajib membawanya pada saat bepergian. Serta di ayat (6) Penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya memiliki 1 (satu) KTP-el.

Bahtiar juga menambahkan, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2006 juncto UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, penduduk di Indonesia dibagi dua yakni WNI dan WNA. Sama seperti WNI, WNA juga diwajibkan memiliki KTP eletronik.

“Jadi, bukannya KTP-el itu tidak diperbolehkan untuk warga negara asing, justru diwajibkan bagi WNA yang sudah punya izin tinggal tetap dan berumur lebih dari 17 tahun, memiliki KTP elektronik,” katanya.

Bahtiar menambahkan meskipun WNA memiliki KTP elektronik namun KTP-nya tidak bisa digunakan untuk memilih dalam Pemilu karena. Terkait syarat untuk bisa memilih sebagaimana diatur dalam Pasal 198 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Hal itu diutarakan Bahtiar terkait adanya informasi ditemukannya KTP el-milik WNA di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang menjadi isu KTP elektronik orang asing untuk kepentingan Pemilu. Permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kabupaten Cianjur adalah atas nama Bahar dan masuk dalam DPT.

Bahtiar menyatakan harus didalami lebih lanjut dan setuju diproses aparat setempat. “Hasil penelusuran Ditjen Dukcapil Kemendagri bahwa telah dicek DP4 yang diserahkan Ditjen Dukcapil kepada KPU RI tahun 2017 yang lalu tidak ada NIK tersebut dalam DP4. Jadi Kemendagri tidak mengetahui karena yang berwenang menetapkan DPT adalah KPU. Tapi kami pastikan NIK tersebut tidak ada dalam DP4 yang diserahkan Kemendagri kepada KPU RI,” pungkas Bahtiar.

BACA JUGA  Mantan Penasihat KPK Kritisi Lolosnya Polisi dan Jaksa di Seleksi Capim

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Memanas, Pakistan Balas Tembak Jatuh Dua Jet Tempur India

Reuters melaporkan bahwa dua pilot pesawat yang jatuh di wilayah India seluruhnya tewas. Dikabarkan seorang sipil juga tewas akibat terkena jatuhan pesawat.

Rabu, 27/02/2019 16:42 0

Pakistan

Pakistan Bersiap Balas Pelanggaran Udara India

“Pakistan, mulai dari pemerintah, militer dan rakyat, berdiri di atas satu sikap, membalas serangan India,” tegasnya di hadapan awak media.

Rabu, 27/02/2019 14:15 0

India

Jet Tempur India Jatuh di Kashmir

Pejabat India melaporkan, dua pilot dan seorang warga sipil tewas dalam insiden itu.

Rabu, 27/02/2019 13:47 0

Video Kajian

Tadzkirah: Awas! Sifat Lalai Bisa Menyeretmu ke Api Neraka

KIBLAT.NET- Kata lalai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kurang hati-hati atau tidak mengindahkan kewajiban, pekerjaan,...

Rabu, 27/02/2019 13:12 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Masalah Hati Adalah Soal Pilihan

KIBLAT.NET- Segala sesuatu yang menyangkut hati adalah soal pilihan. Karena segala keputusan dibuat di dalam...

Rabu, 27/02/2019 13:07 0

Suriah

Abaikan Kesepakatan, Rezim Suriah Tewaskan 40 Warga Sipil di Idlib 

Pelanggaran rezim sering terjadi; lebih dari 300 orang, termasuk 108 warga sipil telah tewas dalam bentrokan sejak perjanjian tersebut.

Rabu, 27/02/2019 12:13 0

Afghanistan

Taliban Bekali Uang kepada 12 Tahanan yang Dibebaskan

Komisi Yudisial Imarah Islam Afghanistan (Taliban) membebaskan 12 orang tahanan setelah mendapat jaminan dari keluarga mereka.

Rabu, 27/02/2019 10:52 0

Suriah

Pemerintah Darurat di Idlib Tata Administrasi Kepemilikan Kendaraan

Biaya pendaftaran mobil berkisar antara 3.000 (Rp 8.200) dan 35.000 lira (Rp960 ribu). Harga tersebut tergantung pada jumlah penumpang dan ukuran mobil.

Rabu, 27/02/2019 10:28 0

Afghanistan

Lagi, Belasan Tentara Afghanistan Jadi Korban Serangan Udara Salah Sasaran

Muhammad Arif Rahmani, anggota parlemen Afghanistan dari Ghazni, mengatakan bahwa pesawat tersebut merupakan drone milik pasukan asing. Ia menggambarkan, kejadian ini sebagai bencana yang menyakitkan.

Rabu, 27/02/2019 09:35 0

India

India Klaim Tewaskan Banyak Gerilyawan dalam Serangan Udara ke Wilayah Pakistan

"Pada Selasa dini hari, India menggempur kamp pelatihan terbesar Jaish-e-Muhammad di Balakot," kata Wakil Menteri Luar Negeri India, Vijay Gokhali, dalam konferensi pers, Selasa.

Rabu, 27/02/2019 08:39 0

Close