... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Abaikan Kesepakatan, Rezim Suriah Tewaskan 40 Warga Sipil di Idlib 

Foto: Seorang anggota White Helmets melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah unit artileri pasukan Rezim Assad menyerang di dalam batas zona pengurangan ketegangan yang ditentukan untuk Idlib di distrik Khan Sheikhoun di Idlib, Suriah pada 15 Februari, 2019 [Enes Diyab/ Anadolu Agency]

KIBLAT.NET, Idlib – Setidaknya 41 warga sipil, termasuk sekitar 13 anak-anak tewas akibat kampanye pemboman rezim Suriah sejak 9 Februari. Serangan udara menargetkan puluhan kota di selatan Idlib dan provinsi Hama.

Pada hari Jumat, enam anak tewas di Maarrat Al-Numan setelah pasukan rezim menyerang kota itu dengan bom curah. Beberapa penembakan terberat juga menghantam kota Khan Sheikhoun, tempat serangan kimia mematikan pada 2017 yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Setidaknya 20 warga setempat dilaporkan tewas selama sepuluh hari terakhir, sementara lusinan lainnya mencari perawatan untuk cedera.

Kelompok pertahanan sipil White Helmets membawa para korban luka ke rumah sakit dan menyelamatkan warga sipil yang terjebak oleh puing-puing rumah mereka yang hancur.

Pekan lalu, penembakan juga menghancurkan toko roti terbesar di kota, membakar sekitar 80.000 ton tepung sehingga kegiatan produksi terhenti. Toko roti sebelumnya memenuhi kebutuhan sekitar 10.000 keluarga.

Sebagai respon, pejuang oposisi menembakkan artileri terhadap posisi militer Rezim dari pedesaan Hama.

Kekerasan yang terus meningkat membuat perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Turki, Rusia dan Iran di Sochi September lalu dipertanyakan.

Perjanjian Sochi ditengarai dapat mencegah serangan skala penuh di provinsi utara (Idlib), rumah bagi sekitar 3,5 juta orang, sepertiga di antaranya adalah anak-anak.

Zona penyangga sejauh 15 kilometer di sekitar wilayah Idlib dan Hama dan Aleppo di dekatnya juga telah disepakati, sebagai imbalan atas penarikan persenjataan berat oleh oposisi.

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Namun pelanggaran rezim sering terjadi; lebih dari 300 orang, termasuk 108 warga sipil telah tewas dalam bentrokan sejak perjanjian tersebut. Penembakan juga meningkat sejak pejuang Haiah Tahrir Syam (HTS) mengkonsolidasikan kendali mereka atas provinsi tersebut.

PBB dan organisasi bantuan telah berulang kali memperingatkan bahwa serangan penuh terhadap Idlib dapat memicu bencana kemanusiaan terburuk di Suriah.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dirjen Dukcapil Sebut WNA Wajib Punya KTP-el Tapi Dilarang Ikut Pemilu

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan warga negara asing (WNA) memang diwajibkan memiliki KTP elektronik.

Rabu, 27/02/2019 10:00 0

Indonesia

Pelapor Ketua PA 212 Akan Dilaporkan Balik

"Yang dilakukan oleh Herry Suprabu itu sangat tidak bijak dan kita berencana akan membuat laporan pidana terkait penyebaran fitnah"

Selasa, 26/02/2019 21:19 0

Indonesia

TARC Komentari Keputusan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212

TARC Komentari Keputusan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212

Selasa, 26/02/2019 20:36 0

Indonesia

Perwira TNI Jabat di Kementrian Timbulkan Trauma Masa Orde Baru

Feri Kusuma mengungkapkan masuknya TNI ke kementrian bisa membuat masyarakat sipil trauma.

Selasa, 26/02/2019 20:32 0

Indonesia

KontraS: Ada Perwira Nonjob karena TNI Kurang Fokus di Bidang Pertahanan

Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Feri Kusuma mengkritisi adanya perwira TNI yang nonjob.

Selasa, 26/02/2019 17:51 0

Video Kajian

Zikir: Mengejar Berkah Bangun Pagi

KIBLAT.NET- Bersyukurlah, bila engkau bisa terbangun mendengar lantunan azan Subuh. Sebab, ada yang malas. Ada...

Selasa, 26/02/2019 17:16 0

Indonesia

Tiga Kekhawatiran KontraS Jika Perwira TNI Aktif Bekerja di Kementrian

Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Feri Kusuma mempermasalahkan wacana perwira tinggi dimasukkan ke kementrian.

Selasa, 26/02/2019 17:11 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Wajib Su’udzan kepada Orang Kafir, Apa Alasannya?

KIBLAT.NET – Wajib Su’udzan kepada Orang Kafir, Apa Alasannya? Kata-kata “su’udzan” sangat akrab dalam kehidupan...

Selasa, 26/02/2019 16:51 0

Video News

Kiblat Review: Uighur Semakin Tertindas

KIBLAT.NET- Isu perlakukan kekerasan yang dilakukan kepada etnis Uighur oleh pemerintah China, menjadi perhatikan dunia....

Selasa, 26/02/2019 13:00 0

Indonesia

Rizal Ramli Bongkar Kegagalan Jokowi di Bidang Ekonomi

Ekonom Senior, Rizal Ramli menilai pemerintahan Jokowi- JK gagal memperjuangkan Trisakti,

Selasa, 26/02/2019 11:37 0

Close