... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tiga Kekhawatiran KontraS Jika Perwira TNI Aktif Bekerja di Kementrian

Foto: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)

KIBLAT.NET, Jakarta – Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Feri Kusuma mempermasalahkan wacana perwira tinggi dimasukkan ke kementrian. Menurutnya, ada tiga hal yang dikhawatirkan bila wacana ini diwujudkan.

Pertama, Feri menyebutkan bahwa bila wacana tersebut terealisasikan maka secara aturan itu melanggar undang undang TNI sendiri.

“Yang kedua itu nanti akan merusak personalisme tentara sendiri. Tentara kan fungsinya pertahanan, bukan ngurus kerja-kerja yang ranahnya sipil,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (26/02/2019).

Yang ketiga, lanjut Feri, wacana tersebut juga bisa mengancam posisi-posisi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia menegaskan bahwa karir PNS akan mati, karena akhirnya diduduki para tentara aktif.

“Ini jelas mengancam PNS karena jabatan-jabatan mereka pasti akan hilang,” ucapnya.

Ia menilai, TNI lebih baik memperkuat visi pertahanan mereka dengan berbagai upaya. Misalnya, kata dia, meciptakan persenjataan yang canggih.

“Bisa juga dengan menciptakan teknologi-teknologi yang canggih, mengamankan negara kesatuan dari ancaman luar. Ideologinya itu diarahkan kesana,” pungkas Feri.

Sebelumnya, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mewacanakan supaya Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) aktif menjabat di kementrian. Hadi berpendapat bahwa wacana tersebut untuk mengatasi banyaknya Pati dan Pamen yang nonjob. Wacana Panglima TNI ini pun mendapat kritikan dari banyak pihak.

Reporter: Syuja A
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Wajib Su’udzan kepada Orang Kafir, Apa Alasannya?

KIBLAT.NET – Wajib Su’udzan kepada Orang Kafir, Apa Alasannya? Kata-kata “su’udzan” sangat akrab dalam kehidupan...

Selasa, 26/02/2019 16:51 0

Arab Saudi

Tur Putra Mahkota Saudi untuk Perkuat Ekonomi dan Upaya Kontraterorisme

Hamdan Al-Shehri, seorang analis politik dan sarjana hubungan internasional, mengatakan bahwa Cina dan Arab Saudi memiliki tujuan keamanan dan stabilitas yang sama.

Selasa, 26/02/2019 15:13 0

India

Jet Tempur India Luncurkan Serangan Udara di Wilayah Pakistan

“Angkatan udara Pakistan segera bergerak, dan pesawat-pesawat India tersebut kembali," katanya.

Selasa, 26/02/2019 13:54 0

Pakistan

Pakistan: Kashmir Tidak Akan Pernah Jadi Bagian dari India

"Tindakan terhadap Kashmir hanya menambah bahan bakar ke api. Genosida di Lembah (Kashmir) pasti berakhir," ujar menteri itu.

Selasa, 26/02/2019 13:30 0

Amerika

IRC: 4,2 Miliar Dolar Diperlukan untuk Tanggulangi Krisis Kemanusiaan Yaman

Lebih dari 24 juta orang, hampir 80 persen dari seluruh populasi Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kondisinya semakin memburuk dengan laju yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Selasa, 26/02/2019 13:00 0

Video News

Kiblat Review: Uighur Semakin Tertindas

KIBLAT.NET- Isu perlakukan kekerasan yang dilakukan kepada etnis Uighur oleh pemerintah China, menjadi perhatikan dunia....

Selasa, 26/02/2019 13:00 0

Qatar

Tiba dengan Jet Pribadi Qatar, Pendiri Taliban Gabung Tim Negosiator

Baradar segera diamanahi kepala biro politik setelah dibebaskan dari penjara AS pada Oktober tahun lalu. AS membebaskannya untuk memenuhi tuntutan Taliban. Taliban mensyaratkan pembebaskan Baradar untuk memperlancar upaya perundingan.

Selasa, 26/02/2019 12:13 0

Qatar

Putaran Kelima Negosiasi AS-Taliban Dibuka, Delegasi AS Lebih Banyak dari Sebelumnya

Mullah Baradar tiba di Doha Ahad malam untuk memimpin delegasi Taliban dalam negosiasi. Sementara Khalilzad tiba di Doha dari Ankara.

Selasa, 26/02/2019 11:35 0

Iran

Temui Pemimpin Syiah Iran, Bashar Assad Berterima Kasih Didukung dalam Perang

Ia bertemu dan menggelar pembicaraan dengan Khamenei dan Rowhani.

Selasa, 26/02/2019 09:01 0

Palestina

Demonstrasi Palestina Tuntut Abbas Mundur dan Ganti Presiden 

"Kami di sini untuk menekankan bahwa kami bukan budak penguasa. Kami datang ke sini untuk menyerukan pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden, parlemen dan kota."

Senin, 25/02/2019 13:30 0

Close