Temui Pemimpin Syiah Iran, Bashar Assad Berterima Kasih Didukung dalam Perang

KIBLAT.NET, Teheran – Presiden Suriah Bashar Assad, Senin (25/02), bertemu dengan pemimpin spiritual tertinggi Syiah di Iran, Ali Khamenei, dan koleganya Hassan Rowhani. Ini merupakan kunjungan pertama Assad ke Negara pendukung utamanya sejak perang di Suriah meletus.

Berbagai halaman online milik kepresidenan Suriah mengatakan bahwa Assad tengah mengunjungi ibukota Iran, Teheran, pada Senin. Ia bertemu dan menggelar pembicaraan dengan Khamenei dan Rowhani.

Selama pertemuannya dengan Khamenei, Assad berterima kasih kepada “Republik Islam Iran” baik pada pemimpin dan rakyatnya atas semua yang diberikan selama pertempuran.

Assad mengulas dengan Khamenei “ikatan persaudaraan erat” antara dua rakyat, yang merupakan faktor utama dalam ketabahan Suriah dan Iran dalam menghadapi Negara-negara musuh. Negara-negara itu berupaya melemahkan kedua negara dan membuat tidak stabil serta membuat kekacauan.

Pada bagiannya, Khamenei mengatakan kepada Assad bahwa kami menganggap dukungan terhadap pemerintah dan rakyat Suriah berarti mendukung gerakan perlawanan.

“Zona penyangga yang ingin dibangun oleh orang Amerika di Suriah adalah contoh dari plot-plot berbahaya yang harus dikutuk dan dilawan dengan penuh semangat,” katanya.

Rohwani menambahkan bahwa Republik Islam Iran akan berdiri seperti sebelumnya dengan rakyat dan pemerintah Suriah.

Kunjungan tersebut, yang pertama oleh Assad ke Teheran sejak 2010, dilakukan beberapa pekan setelah kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi jangka panjang, termasuk minyak, listrik, pertanian dan sektor perbankan.

BACA JUGA  Iran: Serangan AS di Suriah Memicu Aksi Terorisme

Sejak awal konflik Suriah pada pertengahan Maret 2011, Iran telah memberikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Damaskus. Pada 2011, ia membuka jalur kredit senilai $ 5,5 miliar, sebelum mengirim penasihat militer dan pejuang untuk mendukung tentara Suriah dalam pertempurannya.

Pada Agustus 2018, kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama militer yang memberikan Teheran wewenang membangun kembali tentara Suriah dan industri pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami ke Suriah.

Menurut Laporan Ekonomi Suriah, perusahaan pemerintah Suriah telah memberikan penawaran eksklusif kepada perusahaan Iran pada beberapa tender.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat