TARC Komentari Keputusan Polisi Hentikan Kasus Ketua PA 212

KIBLAT.NET, Solo – Polisi menghentikan kasus dugaan pelanggaran undang-undang Pemilu yang melibatkan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif, dan status tersangkanya dinyatakan gugur,

Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat Tanggap (TARC) Solo Raya, Muhammad Taufiq memberikan tanggapan atas penghentian kasus Ketua PA 212. “Status hukum Ustadz Slamet Maarif ditutup dan kami menghormati hukum yang diberikan oleh kepolisian,” ungkapnya saat konferensi pers di Surakarta, Selasa (26/02/19).

Dalam kesempatan itu, Taufik menjabarkan tiga alasan yang menjadi dasar Polisi penghentian penyidikan kasus pemilu Slamet Maarif. Pertama, beda penafsiran makna kampanye. Dia merujuk pernyataan Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Agus Tri Atmaja yang mengatakan kasus dugaan pelanggaran Pemilu yang melibatkan Slamet Maarif dihentikan lantaran ada perbedaan antara ahli pidana pemilu dan KPUD Surakarta dalam menafsirkan makna kampanye.

“Penghentian kasus ini dilakukan berdasarkan keputusan antara Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan para ahli,” ujarnya.

Kedua, lanjut Taufik, Polisi tak bisa membuktikan unsur mens rea dalam kasus tersebut. Polisi lantas menyikapi kasus tersebut dengan objektif dengan menghentikan penyidikan.

“Penghentian kasus Pemilu ini juga menyatakan status tersangka Slamet Maarif gugur,” ujar Taufik yang ikut mengawal kasus Ketua PA 212 tersebut.

Sebalumnya Ketua PA 212 Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 492 dan 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dia dianggap melanggar aturan kampanye saat menjadi pembicara dalam tabligh akbar PA 212 di Solo, 13 Januari 2019 lalu.

BACA JUGA  PA 212: Soal Kerusakan Bandara Usai Penjemputan HRS Sudah Clear

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat