... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rizal Ramli: Jokowi Over Klaim Prestasi

Foto: Rizal Ramli Laporkan Dugaan Korupsi Impor Pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23-10-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli mengomentari pidato Joko Widodo di Sentul pada Ahad (24/02/2019). Menurutnya pidato itu tidak lain adalah pengulangan dari pidato-pidato sebelumnya, yang cenderung memaparkan data-data yang diragukan kredibilitasnya.

“Seperti pada Debat (Capres) II, banyak sekali data ngasal, ngawur dan cenderung hoaks. Hal itu terjadi karena kebiasaan Joko Widodo yang doyan mengklaim prestasi berlebihan (over-claims) dan lingkaran dalamnya yang bermental ABS (Asal Bapak Senang),” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net.

Dia menilai Jokowi juga terlalu jumawa dan tidak jujur ketika mengatakan bahwa “Dana Desa dimulai dari era Jokowi”. Padahal Dana Desa adalah amanat dari UU Desa.

“Alokasi Dana Desa lebih dari Rp 1 miliar per desa adalah amanah dari UU Desa 2013,” kata mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu.

Dia juga menyoroti persoalan hukum yang semakin terasa tidak adil, hanya tegas terhadap tokoh-tokoh yang berbeda pendapat dan kritis terhadap kekuasaan. Sehingga index demokrasi Indonesia merosot dari peringkat ke-49 pada tahun 2014 menjadi peringkat ke-65 pada tahun 2018.

“Terjadi pendangkalan kehidupan bernegara, semua masalah dibahas dengan kerangka untuk menjaga kepentingan kekuasaan. Bukan untuk membela kepentingan rakyat dan keadilan bagi seluruh rakyat,” tuturnya.

Menurutnya situasi ini dapat memecah belah masyarakat, karena praktik hukum dijalankan secara antagonis atau tidak adil. Hal itu juga dapat memancing suasana konfrontatif di dalam masyarakat.

BACA JUGA  PKS Dukung MUI Tolak Sertifikasi Dai Kemenag

“Setelah 4 tahun lebih, terbukti Widodo gagal karena tidak adanya konsistensi antara tujuan, strategi, kebijakan dan personalia. Pidato Widodo di Sentul, kurang jujur, karena tidak mengakui kegagalan yang terjadi,” katanya.

Dari sini Rizal Ramli menuntut Presiden Jokowi berani meminta maaf dan mengganti strategi. Menurutnya jika itu dilakukan akan membuat harapan dan optimisme baru bagi rakyat.

“Tetapi masalahnya tidak mau minta maaf dan ganti strategi, sehingga kegagalannya justru menebar pesimisme dan mengubur harapan. Padahal inti dari kepemimpinan adalah menumbuhkan harapan dan optimisme,” katanya.

Dalam pidatonya di Sentul, Jokowi menyampaikan sejumlah klaim keberhasilan dan janji kampanye. Di antaranya bahwa angka kemisikinan turun hingga di bawah level 10 persen dan pengangguran berkurang.

Jokowi juga menyampaikan pencapaian pemerintahannya dalam menjamin pendidikan anak Indonesia lewat program Kartu Indonedia Pintar. Terkait Dana Desa, Jokowi mengatakan pada periode selanjutnya akan mencapai Rp 400 triliun.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Temui Pemimpin Syiah Iran, Bashar Assad Berterima Kasih Didukung dalam Perang

Ia bertemu dan menggelar pembicaraan dengan Khamenei dan Rowhani.

Selasa, 26/02/2019 09:01 0

Palestina

Demonstrasi Palestina Tuntut Abbas Mundur dan Ganti Presiden 

"Kami di sini untuk menekankan bahwa kami bukan budak penguasa. Kami datang ke sini untuk menyerukan pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden, parlemen dan kota."

Senin, 25/02/2019 13:30 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Menikah Adalah Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

KIBLAT.NET- Seandainya manusia sudah tidak memiliki hasrat seksual, maka ia akan merasa berat hidup sendirian....

Senin, 25/02/2019 13:27 0

Suriah

Pelanggaran Militer Suriah di Pedesaan Idlib Masuki Hari ke-12, Dunia Diam

Ini merupakan pesawat tempur rezim pertama yang kembali beroperasi setelah sebulan tak terlihat jet tempur di langit Idlib.

Senin, 25/02/2019 10:24 1

Afghanistan

Penentuan Tanggal Penarikan Pasukan AS Jadi Fokus Negosiasi Kelima Taliban-AS

Kedua pihak dijadwalkan membahas pengaturan jadwal penarikan pasukan AS dari Afghanistan

Senin, 25/02/2019 09:24 0

Suriah

Tentara AS Akan Tetap Duduki Tiga Wilayah Suriah Ini

Trump mengumumkan mempertahankan 400 pasukan di Suriah setelah penarikan pasukan AS, setengah dari mereka dari pangkalan Tanf.

Senin, 25/02/2019 08:19 0

Asia

Suasana Perang Selimuti Kashmir, Ratusan Pemimpin Islam Ditangkap

sebagian besar yang ditangkap terkait dengan "kelompok agama fundamentalis.

Senin, 25/02/2019 07:35 0

Amerika

Ratusan Karyawan Microsoft Tolak HoloLens Digunakan untuk Perang Militer AS

"Kami adalah koalisi global pekerja Microsoft, dan kami menolak untuk menciptakan teknologi untuk perang dan penindasan"

Ahad, 24/02/2019 18:31 0

Malaysia

MAPIM Kutuk Sikap Putera Mahkota Bin Salman Soal Uighur

"MAPIM dengan tegas mengutuk dan kesal (terhadap) sikap Saudi yang dinyatakan oleh putera Salman mengenai sokongan terhadap China yang menindas etnis Uighur"

Ahad, 24/02/2019 16:43 0

Belanda

Tulis Buku Anti-Islam, Politisi Belanda Ini Malah Jadi Mualaf

Seorang politisi Belanda yang pernah berkata "Islam adalah dusta" dan "Al-Quran adalah racun" kini telah masuk Islam.

Ahad, 24/02/2019 14:52 0

Close