... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rizal Ramli Bongkar Kegagalan Jokowi di Bidang Ekonomi

Foto: Rizal Ramli Laporkan Dugaan Korupsi Impor Pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23-10-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ekonom Senior, Rizal Ramli menilai pemerintahan Jokowi- JK gagal memperjuangkan Trisakti, yaitu kedaulatan pangan, energi dan keuangan. Menurutnya, bukan kedaulatan pangan tercapai, yang terjadi justru impor ugal-ugalan, penurunan kemiskinan stagnan dan penghapusan subsidi energi listrik dan BBM.

“Empat tahun lewat, ekonomi stagnan di 5%, daya beli rakyat merosot, pengurangan kemiskinan terendah sejak reformasi. Widodo hanya mengurangi 450.000 orang miskin per tahun,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Senin (25/2/2019).

Dia membandingkan angka tersebut dengan era Presiden Gus Dur yang berhasil menurunkan kemiskinan 5,05 juta orang per tahun, Habibie 1,5 juta orang per tahun, Megawati 570.000 orang per tahun dan SBY 840.000 orang per tahun.

“Rendahnya penurunan kemiskinan masa Widodo karena garis ekonominya yang meninggalkan Trisakti, terutama karena kebijakan impor yang ugal-ugalan dan penghapusan subsidi listrik 450 VA dan 900 VA. Tambahan pula, risiko makro ekonomi semakin meningkat selama 2 tahun terakhir,” ungkapnya.

Mantan Menteri ekonomi dan Kemaritiman itu menilai bukannya kedaulatan pangan tercapai, yang terjadi justru impor ugal-ugalan yang sangat merugikan petani. Boro-boro kedaulatan keuangan tercapai, kata dia, yang terjadi justru utang yang semakin besar, dengan yield yang merupakan salah satu tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

“Risiko makro ekonomi Indonesia meningkat selama 2 tahun terakhir dalam bentuk defisit neraca perdagangan (- 8,57 miliar, 2018) dan defisit transaksi berjalan (USD -9,1 miliar, Q4 2018). Defisit transaksi berjalan 2018 adalah yang terburuk dalam 4,5 tahun terakhir,” katanya.

BACA JUGA  Kedudukan Hari Asyura dalam Islam

Kegagalan Widodo untuk mencapai kedaulatan pangan dan kedaulatan keuangan terjadi karena tidak adanya konsistensi antara tujuan, strategi, kebijakan dan personalia. Tujuan untuk mencapai swasembada pangan dikhianati dengan kebijakan impor ugal-ugalan dan penunjukan pejabat yang doyan rente (rent seekers).

Ia juga menyebutkan bahwa Joko Widodo memang berhasil membangun banyak proyek infrastruktur. Namun, beberapa berpotensi merugi dan harus disubsidi rakyat, seperti proyek jalan tol pantura (kerugian Rp 380 miliar/tahun) dan monorail Palembang (rugi Rp 9 Milyar/bulan).

“Kasus-kasus kerugian itu adalah contoh ‘rakyat untuk infrastruktur’, bukan ‘infrastruktur untuk rakyat’. Itu terjadi karena tidak efektifnya fungsi planning, kalah dengan “dawuh pandito Ratu”,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Putaran Kelima Negosiasi AS-Taliban Dibuka, Delegasi AS Lebih Banyak dari Sebelumnya

Mullah Baradar tiba di Doha Ahad malam untuk memimpin delegasi Taliban dalam negosiasi. Sementara Khalilzad tiba di Doha dari Ankara.

Selasa, 26/02/2019 11:35 0

Iran

Temui Pemimpin Syiah Iran, Bashar Assad Berterima Kasih Didukung dalam Perang

Ia bertemu dan menggelar pembicaraan dengan Khamenei dan Rowhani.

Selasa, 26/02/2019 09:01 0

Palestina

Demonstrasi Palestina Tuntut Abbas Mundur dan Ganti Presiden 

"Kami di sini untuk menekankan bahwa kami bukan budak penguasa. Kami datang ke sini untuk menyerukan pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden, parlemen dan kota."

Senin, 25/02/2019 13:30 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Menikah Adalah Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

KIBLAT.NET- Seandainya manusia sudah tidak memiliki hasrat seksual, maka ia akan merasa berat hidup sendirian....

Senin, 25/02/2019 13:27 0

Suriah

Pelanggaran Militer Suriah di Pedesaan Idlib Masuki Hari ke-12, Dunia Diam

Ini merupakan pesawat tempur rezim pertama yang kembali beroperasi setelah sebulan tak terlihat jet tempur di langit Idlib.

Senin, 25/02/2019 10:24 1

Afghanistan

Penentuan Tanggal Penarikan Pasukan AS Jadi Fokus Negosiasi Kelima Taliban-AS

Kedua pihak dijadwalkan membahas pengaturan jadwal penarikan pasukan AS dari Afghanistan

Senin, 25/02/2019 09:24 0

Suriah

Tentara AS Akan Tetap Duduki Tiga Wilayah Suriah Ini

Trump mengumumkan mempertahankan 400 pasukan di Suriah setelah penarikan pasukan AS, setengah dari mereka dari pangkalan Tanf.

Senin, 25/02/2019 08:19 0

Asia

Suasana Perang Selimuti Kashmir, Ratusan Pemimpin Islam Ditangkap

sebagian besar yang ditangkap terkait dengan "kelompok agama fundamentalis.

Senin, 25/02/2019 07:35 0

Amerika

Ratusan Karyawan Microsoft Tolak HoloLens Digunakan untuk Perang Militer AS

"Kami adalah koalisi global pekerja Microsoft, dan kami menolak untuk menciptakan teknologi untuk perang dan penindasan"

Ahad, 24/02/2019 18:31 0

Malaysia

MAPIM Kutuk Sikap Putera Mahkota Bin Salman Soal Uighur

"MAPIM dengan tegas mengutuk dan kesal (terhadap) sikap Saudi yang dinyatakan oleh putera Salman mengenai sokongan terhadap China yang menindas etnis Uighur"

Ahad, 24/02/2019 16:43 0

Close