IRC: 4,2 Miliar Dolar Diperlukan untuk Tanggulangi Krisis Kemanusiaan Yaman

KIBLAT.NET, New York – Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah. Dana yang diperlukan untuk menanggulangi krisis tersebut senilai 4,2 miliar dolar atau sekitar Rp58,6 triliun.

Kendati demikian, International Rescue Committee (IRC) yang berbasis di New York, AS, menambahkan bahwa jika dana itu terkumpul, “hanya bisa menyelamatkan nyawa orang-orang Yaman”, namun tidak dapat menyelesaikan krisis di negara itu.

“Penderitaan rakyat Yaman yang tak terbayangkan menuntut lebih dari pendanaan. Juga menuntut tekanan internasional untuk menghilangkan hambatan politik dan birokrasi yang menjaga bantuan dari tangan orang-orang Yaman yang kelaparan,” kata David Miliband, Presiden dan CEO IRC dalam rilisnya pada Selasa (26/02/2019).

Lebih dari 24 juta orang, hampir 80 persen dari seluruh populasi Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kondisinya semakin memburuk dengan laju yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Pendanaan kemanusiaan yang diterima hari ini sangat penting, dan janji hari ini harus segera diterjemahkan ke dalam perluasan layanan penyelamatan jiwa, dan khususnya, program untuk mengatasi dan mencegah kekerasan yang dihadapi perempuan,” kata Miliband.

“Namun, kita harus menyadari bahwa bantuan kemanusiaan saja tidak akan mengakhiri krisis buatan manusia ini. Hanya penyelesaian politik yang mengakhiri pertempuran yang bisa menghentikan penderitaan rakyat Yaman,” tambahnya.

Dengan 10 juta orang di ambang kelaparan, Milibnd mengatakan lembaganya melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelaparan, mencegah kelaparan dan melindungi populasi yang rentan.

BACA JUGA  Trump Minta Penggunaan Drone Buatan China Dihentikan

“Tetapi kami menghadapi hambatan terus-menerus untuk operasi kami termasuk pembatasan impor kritis, penutupan pelabuhan laut dan udara yang vital, dan pembatasan pergerakan staf dan pasokan kemanusiaan ke dan di sekitar negara,” tambahnya.

IRC telah bekerja di Yaman sejak 2012 dan meningkatkan program bantuannya pada 2015 untuk menangani kebutuhan kemanusiaan yang lebih besar yang disebabkan oleh konflik. Bantuan dalam bentuk perawatan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan dan pemberdayaan perempuan, dan program pendidikan.

Sumber: Rescue.org
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat