TPM Bicara Kepribadian Noeim Selama Jalani Persidangan 

KIBLAT.NET, Jakarta – Keponakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Noeim Ba’asyir baru bebas sejak 19 Februari 2019 dari LP Tulungagung. Namun, pada Sabtu (23/02/2019) malam, mantan napi terorisme ini dikabarkan meninggal dunia.

Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Farid Ghozali mengungkapkan kepribadian Noeim selama menjalani proses persidangan. Dia mengatakan bahwa selama menjalani persidangan, Noeim berani mengungkapkan kebenaran dan tidak menyembunyikan apapun.

“Beliau orangnya berani bertanggung jawab, artinya apa yang dilakukan dia akui dan tidak gentar baik terhadap putusan maupun tuntutan,” ujar kepada Kiblat.net, Senin (25/02/2019).

“Dia (Noeim) tidak berusaha menyembunyikan apa yang dilakukan, dia berani mengungkap dan membuktikan, itu yang saya lihat. Dia istiqomah orangnya,” lanjutnya.

Farid menjelaskan, Noeim divonis 6 tahun penjara dalam kasus terorisme sejak 2014 lalu, kemudian mendapat remisi total selama tiga bulan. Menurut keterangan Farid, Noeim dipidana karena kepemilikan senjata dan terlibat dalam penyimpanan bahan yang diduga akan dibuat sebagai peledak.

“Dulu diputus terkait dengan kepemilikan senjata api, dan juga almarhum didakwa pernah memerintahkan orang untuk menyimpan pupuk urea yang konon katanya pupuk itu adalah sisa dari bahan yang digunakan untuk membuat peledak,” ujar Farid.

Noeim sempat dipindah penahanannya selama tiga kali, sebelum akhirnya dibebaskan dari LP Tulungagung, Jawa Timur. Mulanya ia ditahan di LP Kelas IIA Pemekasan, Madura usai divonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 26 Mei 2014. Setelah itu ia dipindahkan ke LP Kelas IIB Tuban pada Juli 2016. Setahun di Tuban, Noeim kemudian dipindahkan ke LP Kelas IIB Tulungagung.

BACA JUGA  HNW Usul Penembakan Laskar Dibawa ke Pengadilan HAM

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat