Tentara AS Akan Tetap Duduki Tiga Wilayah Suriah Ini

KIBLAT.NET, Whasington – Koran Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ), mengungkapkan bahwa pemerintah AS akan tetap menempatkan pasukan di tiga wilayah di Suriah. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan tidak menarik seluruh pasukan dari Suriah namun tetap menempatkan 400 tentara.

Dalam laporan yang dilansir portal Enabbaladi.net pada Ahad (24/02) itu, WSJ menyandarkan berita ini dari sumber pejabat Departemen Pertahanan AS. Sumber yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa sebagian pasukan AS akan ditempatkan di Manbij di pedesaan Aleppo utara. Pasukan itu akan terus menggelar patroli bersama dengan militer Turki sesuai yang telah disepakati.

Penempatan kedua di timur Sungai Efrat. Wilayah ini merupakan bagian dari zona penyangga yang disepakati dengan sekutu Turki. Mereka bertugas melatih milisi lokal dan memberi instruksi sehingga dapat menjaga keamanan wilayah yang direbut dari ISIS.

Kelompok pasukan ketiga akan ditempatkan di Tanf, daerah yang berbatasan antara tiga Negara (Suriah, Iraq dan Yordania). Penempatkan ini merupakan bagian dari kampanye memerangi ISIS dan mencegah meluasnya pengaruh Iran. Tidak ada lagi misi pelatihan dan instruktur militer di wilayah ini.

Trump mengumumkan mempertahankan 400 pasukan di Suriah setelah penarikan pasukan AS, setengah dari mereka dari pangkalan Tanf.

Trump mengatakan dalam wawancara dengan wartawan bahwa ia memutuskan untuk menempatkan 400 tentara, dibagi antara daerah aman yang dinegosiasikan di timur laut Suriah, dan pangkalan AS di Tanf di dekat perbatasan dengan Iraq dan Yordania.

Dia mengatakan keputusannya untuk mempertahankan pasukan dengan jumlah terbatas itu tidak berarti perubahan dalam pengumuman penarikan pasukannya dari Suriah.

Desember lalu, Trump mengumumkan penarikan 2.000 tentara AS di timur laut Suriah.

Pengumuman itu bertepatan dengan pernyataan juru bicara Pentagon yang mengumumkan bahwa pasukan AS akan membangun zona aman di timur laut Suriah dalam konteks kekuatan multinasional.

Menurut sang jubir, pembentukan zona tersebut akan bekerja sama dengan negara-negara NATO, dan akan dibebaskan dari pasukan Turki atau pasukan milik oposisi Suriah.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat