Suasana Perang Selimuti Kashmir, Ratusan Pemimpin Islam Ditangkap

KIBLAT.NET, Pasukan keamanan India mengumumkan, Ahad (24/02), penangkapan sekitar 400 pemimpin separatis atau pejabat organisasi Islam di Kashmir-India. Kampanye penangkapan ini diluncurkan di saat ketegangan terus meningkat di wilayah muslim itu pasca serangan bom yang menewaskan 41 tentara India.

Serangan yang terjadi pada 14 Februari itu terjadi di provinsi Pulwama. Kelompok jihadis yang berbasis di Kashmir bagian Pakistan, Jaish-e-Muhammad bertanggung jawab. Sejak saat itu, situasi di Kahsmir-India seperti dalam suasana perang.

Seorang pejabat senior polisi India, yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada AFP, sebagian besar yang ditangkap terkait dengan “kelompok agama fundamentalis.”

“Kami tidak ingin para pemberontak bertindak dengan semangat yang luar biasa setelah serangan Pulwama. Ini tentang memutus hubungan antara mereka dan Jaringan Dukungan dengan menyerang basis dukungan,” katanya.

Sementara itu, kelompok perlawanan Kashmir anti India yang para pemimpin turut ditangkap menyerukan aksi mogok makan di seluruh Kashmir.

Setidaknya 1.000 personel keamanan tiba di Pulwama dan bantuan pasukan lainnya masih dalam perjalanan. Pasukan ini untuk meningkatkan keamanan menjelang pemilihan legislatif India pada Mei, menurut keputusan yang dikeluarkan pada Ahad.

Pesawat-pesawat tempur dan helikopter terbang melintasi lembah Kashmir pada Sabtu malam sehingga memicu kepanikan di antara penduduk yang bergegas ke toko untuk membeli produk-produk dasar dan bahan bakar, untuk antisipasi jika perang meletus.

Sebelumnya, AFP melaporkan warga Kashmir di bagian Pakistan yang berada di dekat perbatasan kembali memperbaiki bunker-bunker yang dibuat saat perang Kashmir 19 tahun lalu. Mereka bersiaga untuk menghadapi segala kemungkinan serangan dari India.

Pihak berwenang India menuduh Pakistan secara diam-diam mendukung infiltrasi militan Islamis, separatis, yang secara konsisten dibantah oleh Islamabad.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat