Pelanggaran Militer Suriah di Pedesaan Idlib Masuki Hari ke-12, Dunia Diam

KIBLAT.NET, Idlib – Militer Suriah terus melanggar kesepakatan zona de-militerisasi di Suriah utara. Seorang warga Suriah kembali tewas dan lima lainnya luka-luka akibat serangan roket dan artileri militer Bashar Assad pada Ahad (24/02) ke zona bebas aksi militer di Idlib.

Kantor berita Orient News melaporkan bahwa militer Suriah kembali menghujani kota Khan Syeikhun di pedesaan Idlib dengan roket dan artileri. Gempuran itu mengenai wilayah penduduk sipil.

Sehari sebelumnya, serangan serupa juga menewaskan delapan sipil di kota yang sama. Belasan orang juga luka-luka.

Dalam konteks ini, pesawat tempur senapan mesin militer Suriah menyerang kota Skik dan Al-Khuwain di Idlib selatan. Ini merupakan pesawat tempur rezim pertama yang kembali beroperasi setelah sebulan tak terlihat jet tempur di langit Idlib.

Militer Suraih meluncurkan serangan roket dan artileri tiada henti menargetkan wilayah zona de-militerisasi di pedesaan Idlib dan Hama sejak 12 hari lalu. Hal itu menyebabkan ratusan korban tewas dan luka-luka.

Menurut data Orient News, korban tewas di Khan Syeikhun saja sudah mencapai 25 orang dalam dua pekan itu. Separuh dari korban, anak-anak dan wanita.

White Helmets dalam laporannya Rabu lalu mengatakan bahwa sebanyak 35 sipil tewas dan 80 luka-luka dalam serangan tiada henti militer Suriah. Militer menggunakan berbagai jenis senjata. Lembaga itu mencatat, sedikitnya 457 mortir dan 52 roket diluncurkan dalam serangan tersebut.

Sementara itu, puluhan aktivis dan warga di Idlib menggelar aksi mengutuk diamnya internasional dan Turki atas pelanggaran ini. Mereka membawa poster dan tulisan-tulisan lainnya yang mendesak pihak-pihak berwenang bertindak.

Sumber: Orient News, Horrya.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat