Jika Kematian Noeim Ba’asyir Dirasa Tak Wajar, TPM Siap Upayakan Autopsi 

KIBLAT.NET, Jakarta – Keponakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Noeim Ba’asyir baru bebas sejak 19 Februari 2019 dari LP Tulungagung. Namun, pada Sabtu (23/02/2019) malam, mantan terpidana terorisme ini dikabarkan meninggal dunia.

Mendengar kabar ini, Tim Pengacara Muslim mengaku siap membantu untuk mengupayakan autopsi terhadap jenazah Noeim, jika keluarga merasakan ada yang tidak wajar terhadap kematiannya.

“Jika mau autopsi, ya ayo kita ungkap. Saya kira TPM akan siap mendampingi, kita juga bisa menghadirkan pihak-pihak medis, apakah Mer-C maupun yang lainnya,” ujar anggota TPM, Farid Ghozali kepada Kiblat.net, Senin (25/02/2019).

Menurut Farid, autopsi terhadap jenazah seseorang hanya bisa diminta oleh keluarga yang meninggal. Autopsi juga dapat dilakukan atas permintaan penegak hukum, jika yang bersangkutan masih terlibat suatu kasus.

“Kalau ingin mengungkapkan kan harus ada izin keluarga. Tapi kalau ada keterkaitan dengan perkara pidana, penyidik punya wewenang untuk autopsi, untuk mengungkap kebenaran, untuk menguak bukti-bukti,” ujarnya.

Farid, yang pernah menjadi pengacara Noeim, mengaku tidak bisa menilai apakah kematian Noeim wajar atau tidak. Menurutnya, harus ada pembuktian dari tim medis.

“Jika kemudian ditemukan hal-hal yang mencurigakan, ya wajar jika disebut diracun,” ujarnya.

Namun, selama menangani kasus-kasus terorisme, Farid mengaku belum pernah menemukan kliennya meninggal karena diracun.

“Mungkin ada kasus ketika di lapas keracunan makanan, tapi karena makanan yang dibeli mereka sendiri, bukan dari pihak yang ingin mengambil keuntungan dari mereka,” ujarnya.

BACA JUGA  Lewat Undang-undang ITE, Kritik Bisa Dimaknai Hinaan

Terakhir, dia menyarankan harus ada penelitian ilmiah dan medis terkait jenazah Noeim. “Soal (tuduhan) adanya racun itu, harus ada pemeriksaan di laboratorium, atau mungkin saja karena Allah ingin umur almarhum segitu aja,” ujarnya.

Noeim Ba’asyir dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung pada Sabtu (23/02/2019) pukul 21.00, di Rumah Sakit Umum Islam Kustati, Solo. Namun, ada sejumlah pihak yang menilai bahwa kematian Noeim akibat racun.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat