Penangkapan Pejuang Kashmir oleh India Picu Protes Warga

KIBLAT.NET, Srinagar – Lebih dari 150 pejuang Kashmir ditahan dalam operasi penangkapan oleh polisi pada Sabtu (23/02/2019). Langkah itu terjadi beberapa hari setelah aksi bom mobil yang menewaskan sedikitnya 40 personil keamanan India pada 14 Februari.

Pemerintah India memperingatkan akan mengerahkan seluruh kekuaran kekuatannya untuk membalas serangan yang diklaim oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammed.

“Kedatangan lebih banyak pasukan dan penangkapan para pemimpin dan aktivis kelompok separatis untuk memastikan pemilihan yang bebas dan adil,” kata seorang pejabat senior kepolisian di negara bagian itu.

Serangan pekan lalu juga telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara; India dan Pakistan, yang sama-sama mengklaim Kashmir secara penuh.

India menyalahkan Pakistan karena menyembunyikan kelompok-kelompok militan yang beroperasi di Kashmir. Sementara Pakistan telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Setelah serangan bom, India membatalkan hak istimewa perdagangan yang ditawarkan ke Pakistan. India juga sedang bersiap untuk mengirim sebanyak sepuluh ribu pasukan tambahan ke daerah yang diperebutkan.

“India akan melaksanakan semua instrumen atas perintahnya, apakah itu diplomatik atau tidak,” kata Menteri Keuangan India Arun Jaitley di New Delhi, Jumat malam. “Ini bukan pertempuran satu minggu. Itu harus dilakukan dalam berbagai bentuk. ”

Pakistan juga memperingatkan akan menanggapi dengan kekuatan penuh jika diserang.

Operasi penangkapan memicu aksi protes warga di Kashmir. Para pemrotes melempar batu yang disambut tembakan gas air mata oleh polisi India.

Para pemimpin politik Kashmir juga bersuara atas penangkapan massal. “(Saya) gtagal memahami langkah sewenang-wenang seperti itu, yang hanya akan mempercepat masalah,” kata Mehbooba Mufti, mantan menteri kepala negara bagian Jammu dan Kashmir di Twitter.

“Kamu bisa memenjarakan seseorang tetapi bukan idenya.”

“Tindakan ilegal dan paksaan terhadap Kashmir seperti itu sia-sia dan tidak akan mengubah kenyataan di lapangan,” kata Mirwaiz Umar Farooq, seorang pemimpin gerakan yang berpengaruh di Kashmir.

Sumber: Al-Jazeera Saudi Gazzete
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat