... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oligarki Media Menjadi Permasalahan yang Kompleks di Indonesia

Foto: Dandhy Dwi Laksono (kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta, Dandhy Dwi Laksono menilai intregritas media di Indonesia berada di titik nadir, hal itu dipicu oleh oligarki media. Oligarki itu mengekang kebebasan pers untuk menciptakan karya yang benar-benar menghasilkan produk jurnalistik.

“Permasalahannya media di Indonesia saat ini dimiliki oleh orang partai politik dan kondisi tuntutan meraup keuntungan. Pembisnis memulai media ada dua, mencari untung dan membawa misi. Ke dua nya tidak boleh karena menjadikan mereka partisan atau tidak independen,” katanya dalam dialog Oligarki Media, Sayonara Demokrasi Kita ? di Gedung Yayasan Lembaga Hukum Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat, (22/2/2019).

Dia menjelaskan media yang membawa idiologi atau partisan tadi tidak bisa dinamakan produk jurnalis dan tidak dapat dilindungi oleh undang- undang pers. Hal itu berlaku baik media formal atau non formal, mainstream atau non maistream.

“Jadi meskipun media mainstream legal terdaftar di Dewan Pers, belum tentu produknya disebut karya jurnalistik. Sebab jurnalistik itu ada kaidahnya sesuai kode etik. Saya sih tidak akan terjebak dengan kelembagaannya, tetapi cek dari hasil karyanya,” ujarnya.

Jurnalis yang fokus dalam urusan Hak Azasi Manusia (HAM) itu mengatakan lembaga berita boleh saja menjadi partisan, tetapi jangan mengaku sebagai media atau jurnalis. Sehingga yang diuji pada metode menulisnya, apakah independen atau ada misi di sana.

BACA JUGA  KLHK Akan Kejar Pelaku Karhutla ke Mana Pun

“Kita lihat memang oligarki media sudah menjadi permasalahan kompleks di Indonesia,” nilainya.

Dhandy melanjutkan di tahun politik media digunakan oleh kedua kubu, karena media adalah sarana yang murah untuk mempengaruhi pemikirian orang. Akan tetapi saat ini sama saja, karena setiap orang cenderung mendengar apa yang ia yakini. Sehingga media akhirnya hanya melayani pembacanya sendiri- sendiri.

“Kondisi saat ini Jokowi itu tidak bisa membedakan dirinya sebagai presiden dengan politisi. Akhirnya ia mempermasalahkan media partisan adalah media pendukung Prabowo. Adapun ketika media berada di pihaknya maka bukan partisan. Itulah kondisi negara kita,” tuturnya.

Ia menjelaskan solusinya dengan membangun indepedensi jurnalis, baik melalui penegakkan hukum kode etiknya di Dewan Pers, keprofesionalisannya melalui AJI, PWI dan IJTI. Begitupun dari sisi mengatur industrinya agar tidak menjadi media partisan bisa diatur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau Kementrian Komunikasi dan Informatika.

“Jurnalisme itu sejatinya menjadi medium yang menjembatani semua perspektif supaya bisa berdialog. Hal itulah yang menghidupkan demokrasi, jadi ketika media sudah melayani pembacanya sendiri- sendiri maka matilah demokrasi,” tukasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Menyingkap Kebingungan Arah Pendidikan – Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Manusia diciptakan dari saripati tanah. Diciptakan dengan kelemahan, agar manusia memahami kelemahannya dan hanya...

Sabtu, 23/02/2019 12:14 0

Afrika

Prancis Klaim Lumpuhkan Komandan Tinggi JNIM Yahya Abu Hamam

Helikopter dan drone jenis (Riber) segera dikerahkan untuk melacak dan memblokir jalan

Sabtu, 23/02/2019 08:46 0

India

Militer Pakistan Lakukan Persiapan untuk Antisipasi Perang dengan India

Pakistan mulai melakukan persiapan perang di perbatasan di tengah kekhawatiran pembalasan dari India setelah serangan bom di Pulwama.

Jum'at, 22/02/2019 13:32 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Ini Ajaran Mujahid tentang Syahwat Kekuasaan

KIBLAT.NET – Pengajian ini masih bertema “Jihad dan Kekuasaan”. Anda yang belum mengikuti dapat beralih ke...

Jum'at, 22/02/2019 11:38 0

Palestina

Ratusan Warga Palestina Gelar Aksi Protes Penutupan Salah Satu Pintu ke Al-Aqsha

Seruan itu mengajak seluruh warga Palestina menuju ke Masjidil Aqsha dan menggelar ibadah di depan pintu tersebut.

Jum'at, 22/02/2019 10:35 0

Amerika

AS Putuskan Tak Tarik Seluruh Pasukan dari Suriah

"Satu kelompok penjaga perdamaian kecil yang terdiri dari sekitar 200 akan tetap di Suriah untuk sementara waktu," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan singkat pada Kamis (21/02).

Jum'at, 22/02/2019 09:24 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tiga Wasiat Al-Quran Ketika Kaum Muslimin Lemah

Khutbah Jumat: Tiga Wasiat Al-Quran Ketika Kaum Muslimin Lemah

Jum'at, 22/02/2019 08:45 0

Asia

Waspada Serangan Militer India, Warga Kashmir-Pakistan Perbaiki Bunker

"Hanya Allah yang melindungi kami dari gempuran. Tetapi jika perang terjadi lagi, kami dapat berlindung di bunker. Kami tidak takut, kami sudah biasa menghadapi bom India di masa lalu," katanya kepada AFP.

Jum'at, 22/02/2019 08:33 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Rekonstruksi Jaringan Listrik

“Tim tengah berupaya memperbaiki jaringan listrik tegangan tinggi,” kata LUPL.

Jum'at, 22/02/2019 07:30 0

Afghanistan

Jenderal AS Sebut ISIS Ancaman Besar di Afghanistan, Taliban Anggap Propaganda

Melebih-lebihkan ancaman para kriminal ISIS dan memanfaatkan isu tersebut untuk propaganda media dengan tujuan memperpanjang invasi AS di Afghanistan memang merupakan tugas para jenderal Amerika.

Kamis, 21/02/2019 16:21 0

Close