... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Militer Pakistan Lakukan Persiapan untuk Antisipasi Perang dengan India

Foto: Militer Pakistan

KIBLAT.NET, Srinagar – Pakistan mulai melakukan persiapan perang di perbatasan di tengah kekhawatiran pembalasan dari India setelah serangan bom di Pulwama. Sementara itu, kepala Jaish-e-Muhammad Masood Azhar meminta pemerintah Imran Khan tidak membuat kesepakatan di bawah tekanan India.

Laporan ini dipublikasikan Times of India, Jumat (22/02/2019) dari dokumen resmi yang diperoleh. Satu dikeluarkan miiter Pakistan di Balochistan, satunya lagi pemberitahuan yang dikirim ke otoritas lokal Kashmir (Pok) di bawah kendali Pakistan.

Militer Pakistan yang bermarkas di Daerah Logistik Quetta (HQLA) di Quetta Cantonment mengirim surat ke Rumah Sakit Jilani pada 20 Februari untuk mengatur dan merencanakan bantuan medis, sebagai persiapan perang dengan India.

“Dalam kasus perang darurat di front timur, area logistik Quetta diperkirakan akan menerima prajurit yang terluka dari rumah sakit sipil dan militer Sindh dan Punjab. Setelah perawatan medis awal, para prajurit ini direncanakan akan dialihkan dari sektor militer dan publik ke rumah sakit sipil di Balochistan sampai periode ketersediaan tempat tidur di CMH (rumah sakit militer sipil),” demikian bunyi surat kepada RS Jilani oleh komandan pasukan HQLA.

“Area logistik memiliki rencana dukungan medis komprehensif yang mencakup semua rumah sakit militer dan sipil di provinsi ini. Jika ada kemungkinan selain perluasan tempat tidur di rumah sakit militer, rumah sakit sipil telah diberi tanggung jawab untuk mencadangkan dan mengalokasikan 25 persen dari kapasitas tempat tidur mereka untuk prajurit yang terluka.”

BACA JUGA  Polisi India Tangkap Puluhan Anak Kashmir

Surat perintah juga meminta rumah sakit swasta untuk menyisihkan 25 persen tempat tidur mereka untuk tujuan bersama sekutu. “Kami telah menerima tanggapan luar biasa dari seluruh Pakistan dan mengantisipasi hal yang sama dari Balochistan.”

Pada hari Kamis, pemerintah PoK mengirim surat kepada pemerintah daerah di Neelum, Jehlum, Rawalkot, Haweli, Kotli dan Bhimbher di sepanjang Garis Kontrol (LoC) untuk mengeluarkan imbauan bagi para penduduk terkait serangan balasan dari India.

Surat pemerintah PoK juga mengimbau penduduk untuk mengambil rute aman setiap kali bepergian. “Mereka yang berada di dekat LoC dan tidak memiliki bunker harus segera membuatnya, minimal satu,” kata surat itu.

“Mereka juga harus menghindari pencahayaan yang tidak perlu di malam hari.”

Pemerintah setempat juga telah diminta untuk menyaranan penduduk untuk menhindari perjalanan yang tidak perlu di dekat LoC. Hewan juga tidak boleh dibawa ke ladang dekat LoC.

Sumber: Times Of India
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Menhan Ryamizard: TNI Harus Dikritik Jika Tidak Pro Rakyat

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan pentingnya Tentara Nasional Republik Indonesia bekerja secara profesional.

Jum'at, 22/02/2019 11:56 2

Indonesia

Wantim MUI Sayangkan Capres yang Menyerang Personal dalam Debat

Serangan terhadap personal dinilai dapat menurunkan kualitas demokrasi.

Jum'at, 22/02/2019 11:47 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Ini Ajaran Mujahid tentang Syahwat Kekuasaan

KIBLAT.NET – Pengajian ini masih bertema “Jihad dan Kekuasaan”. Anda yang belum mengikuti dapat beralih ke...

Jum'at, 22/02/2019 11:38 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tiga Wasiat Al-Quran Ketika Kaum Muslimin Lemah

Khutbah Jumat: Tiga Wasiat Al-Quran Ketika Kaum Muslimin Lemah

Jum'at, 22/02/2019 08:45 0

Indonesia

Menhan Tegaskan TNI Harus Netral di Pemilu

Kita tentara tidak boleh ikut pemilu, tentara aktif tidak boleh memilih

Kamis, 21/02/2019 18:35 1

Indonesia

Senam di Atas Sajadah, Caleg PDIP Ini Dipolisikan

Caleg DPRD DKI Jakarta dari PDIP, Doddy Akhmadsyah dilaporkan polisi karena senam di atas panggung yang beralaskan sajadah.

Kamis, 21/02/2019 15:26 2

Indonesia

Kenapa Ust. Bachtiar Nasir Pilih Bangun Umat Lewat Dakwah, Bukan Politik?

Hal itu ia ungkapkan setelah kunjungannya ke Turki untuk mempelajari lebih dalam tentang politik, Islam dan keumatan di Turki

Kamis, 21/02/2019 15:21 0

Indonesia

Kemhan: TNI adalah Bagian Integral dari Rakyat

Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Simposium sejarah TNI bertema “Kembali ke Jati Diri TNI”

Kamis, 21/02/2019 13:50 0

Opini

LGBT, antara Ambisi Barat dan Resistensi Umat Islam

Pernyataan PBB diwujudkan dalam langkah nyata penggelontoran dana sebesar USD 180 juta agar LGBT memiliki akses hukum, memobilisasi masyarakat untuk menerima keberadaannya, dan mendorong kebijakan publik untuk menjamin hak mereka, termasuk pernikahan sejenis.

Kamis, 21/02/2019 12:12 0

Indonesia

Diundang Wantim MUI, Dua Capres-Cawapres Tak Hadir

Dalam Rapat ini MUI sejatinya mengundang Capres dan Cawapres baik dari nomor urut 01 maupun nomor urut 02.

Kamis, 21/02/2019 12:04 0

Close