... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menhan Tegaskan TNI Harus Netral di Pemilu

Foto: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang masih aktif harus netral dalam pemilu, tidak boleh memihak kepada salah satu calon.

“Kita tentara tidak boleh ikut pemilu, tentara aktif tidak boleh memilih, harus profesional harus dijaga itu, tidak boleh kesana sini. TNI itu harus netral, itu titik,” tegasnya usai menghadiri Simposium sejarah TNI bertema “Kembali ke Jati Diri TNI” di Kementerian Pertahanan, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/02/2019).

Untuk menjaga netralitas, pihak TNI akan mencatat jika ada pelanggaran yang dilakukan anggotanya di Pemilu. Pelanggaran itu kemuydian akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang, yaitu Bawaslu dan Polisi.

“Yang penting TNI itu netral nggak ikut campur, kalau ada kecurangan ya dicatat dan dilaporkan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Ryamizard mengatakan tidak menutup kemungkinan TNI juga akan bertindak. Hal itu dilakukan jika ada gangguan keamanan nasional secara luas.

menteri Pertahanan juga mengomentari kiprah politik yang dilakukan para purnawirawan TNI. Menurutnya, mereka bebas menyatakan afiliasi politik, bahkan masuk ke partai manapun.

“Purnawirawan sudah nggak aktif kok,” tandasnya

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Menhan Tegaskan TNI Harus Netral di Pemilu”

  1. Emank p’ Menhan nda memihak gituch??!!!

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Jenderal AS Sebut ISIS Ancaman Besar di Afghanistan, Taliban Anggap Propaganda

Melebih-lebihkan ancaman para kriminal ISIS dan memanfaatkan isu tersebut untuk propaganda media dengan tujuan memperpanjang invasi AS di Afghanistan memang merupakan tugas para jenderal Amerika.

Kamis, 21/02/2019 16:21 0

Turki

Turki Memilih antara Rudal Patriot AS dan S-400 Rusia

Turki mengatakan perlu pertahanan alternatif untuk menghadapi ancaman regional. Turki akan menasionalisasi sistem Rusia dengan mendesain ulang perangkat lunaknya.

Kamis, 21/02/2019 13:31 0

Timur Tengah

Aksi Damai Peringatan 8 Tahun Arab Spring di Maroko Ditanggapi Represif

Demonstrasi diadakan pada hari Rabu 20 Februari, menandai delapan tahun kelahiran gerakan protes Musim Semi Arab Maroko yang membangkitkan semangat perjuangan di kerajaan Afrika Utara ini.

Kamis, 21/02/2019 12:40 0

Opini

LGBT, antara Ambisi Barat dan Resistensi Umat Islam

Pernyataan PBB diwujudkan dalam langkah nyata penggelontoran dana sebesar USD 180 juta agar LGBT memiliki akses hukum, memobilisasi masyarakat untuk menerima keberadaannya, dan mendorong kebijakan publik untuk menjamin hak mereka, termasuk pernikahan sejenis.

Kamis, 21/02/2019 12:12 0

Amerika

Mantan Direktur FBI Sebut Kemungkinan Trump Agen Rusia

McCabe juga menyebut Trump telah merusak lembaga hukum AS untuk kepentingan politiknya.

Kamis, 21/02/2019 11:40 0

Amerika

Amerika Serikat Tolak Anggota ISIS yang Ingin Pulang

Pemulangan warga negara asing yang bergabung dengan kelompok militan telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran.

Kamis, 21/02/2019 11:11 0

Asia

HRW: 36 Muslim India Tewas Akibat Kasus Kekerasan Penyembelihan Sapi

Para korban itu terdata dalam tiga tahun terakhir

Kamis, 21/02/2019 08:55 2

Suriah

Save the Children: 2.500 Anak dari 30 Negara Berada di Kamp Milisi Kurdi Suriah

Mereka adalah anak-anak anggota ISIS yang hijrah dari berbagai negara. Sebanyak 38 dari mereka tak memiliki keluarga satu pun.

Kamis, 21/02/2019 08:22 0

Asia

Berkunjung ke New Delhi, MBS Janji Bebaskan Ratusan Tahanan Warga India

"Atas permintaan Perdana Menteri Narendra Moody, Yang Mulia Putra Mahkota memerintahkan pembebasan 850 orang India dari penjara Saudi," kata peryataan Kemenlu melalui Twitter, seperti dilansir Reuters.

Kamis, 21/02/2019 07:16 0

Inggris

Inggris Cabut Kewarganegaraan Seorang Remaja yang Gabung ISIS

Seroang remaja putri berusia 19 asal Inggris ditemukan di kamp pengungsian setelah bergabung dengan ISIS sejak umur 15 tahun

Rabu, 20/02/2019 19:38 0

Close