... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jenderal AS Sebut ISIS Ancaman Besar di Afghanistan, Taliban Anggap Propaganda

Foto: Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid.

KIBLAT.NET – Upaya negosiasi damai antara Taliban dengan AS dalam rangka mengakhiri penjajahan asing di Afghanistan masih terus berjalan. Pertemuan langsung kedua pihak telah dimulai ketika Washington mengirim utusan khusus, Zalmay Khalilzay, untuk bertemu dengan delegasi Taliban di Doha akhir Januari lalu. Namun di tengah upaya negosiasi damai tersebut, Kepala Centcom AS Jenderal Joseph Votel membuat pernyataan kontra-produktif yang mengklaim bahwa ancaman besar hingga saat ini masih ada di Afghanistan, yaitu dari kelompok ISIS.

Taliban sebagai “penguasa de facto” sekaligus sebagai pihak yang bernegosiasi langsung dengan Washington dengan tegas menolak klaim tersebut dan menganggap pernyataan jenderal Amerika itu sebagai propaganda untuk memperpanjang penjajahan AS. Melalui juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, Imarah Islam pada hari Rabu (20/02/2019) merilis pernyataan selengkapnya sebagai berikut:

Kepala Pusat Komando (Centcom) AS Jenderal Joseph Votel dalam satu kesempatan mengklaim bahwa kelompok ISIS di Afghanistan merupakan sebuah ancaman besar dan telah memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan langsung ke Amerika dari Afghanistan. Propaganda itu dinyatakan Votel pada hari Selasa (19/02) kemarin saat berbicara dengan media.

Melebih-lebihkan ancaman para kriminal ISIS dan memanfaatkan isu tersebut untuk propaganda media dengan tujuan memperpanjang invasi AS di Afghanistan memang merupakan tugas para jenderal Amerika. Bukannya melihat dan menilai situasi aktual konflik Afghanistan secara objektif, mereka (para jenderal) malah mengulang kembali kesalahan-kesalahan Amerika di masa lalu yang menganggap Afghanistan sebagai sebuah ancaman yang besar bagi Amerika.

Meskipun telah mengalami berbagai kegagalan taktik perang selama delapan belas tahun terakhir, dan membuat hal itu sebagai aib sejarah yang menyebabkan Amerika malu di mata internasional, para jenderal Amerika masih terus mendesak perluasan perang dengan memanfaatkan berbagai rumor semacam itu dalam rangka melindungi kepentingan-kepentingan para mafia perang mereka, dan untuk menjaga keberlangsungan penjualan senjata.

Imarah Islam (Taliban) dengan tegas menolak klaim para jenderal Amerika itu. Afghanistan bukan ancaman bagi siapapun, dan bangsa Afghan tidak akan membiarkan hal-hal semacam itu terjadi di negaranya. Kelompok militan Daesh (ISIS) dilarang eksis di setiap jengkal tanah Afghanistan. Meskipun kelompok itu (Daesh) mendapat dukungan penuh kekuatan udara AS, mereka sebenarnya sudah terkepung dan akan segera habis oleh serangan Mujahidin.

Pasukan penjajah Amerika secara konsisten terus mendukung kelompok ISIS dengan cara membombardir posisi Mujahidin Imarah Islam, mengawal/melindungi personil ISIS yang terkepung, dan menyerbu penjara-penjara milik Imarah Islam (Taliban) supaya para tawanan ISIS bisa kabur.

Demikian juga para jenderal Amerika, dengan membesar-besarkan ancaman ISIS, mereka sedang menciptakan kecemasan negara-negara di kawasan regional, dan menebar ketakutan kepada publik Amerika sendiri terutama yang menentang kehadiran AS di Afghanistan dan menginginkan misi AS di Afghanistan berakhir.  

Sumber: Alemarah
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Senam di Atas Sajadah, Caleg PDIP Ini Dipolisikan

Caleg DPRD DKI Jakarta dari PDIP, Doddy Akhmadsyah dilaporkan polisi karena senam di atas panggung yang beralaskan sajadah.

Kamis, 21/02/2019 15:26 2

Indonesia

Kenapa Ust. Bachtiar Nasir Pilih Bangun Umat Lewat Dakwah, Bukan Politik?

Hal itu ia ungkapkan setelah kunjungannya ke Turki untuk mempelajari lebih dalam tentang politik, Islam dan keumatan di Turki

Kamis, 21/02/2019 15:21 0

Indonesia

Kemhan: TNI adalah Bagian Integral dari Rakyat

Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Simposium sejarah TNI bertema “Kembali ke Jati Diri TNI”

Kamis, 21/02/2019 13:50 0

Opini

LGBT, antara Ambisi Barat dan Resistensi Umat Islam

Pernyataan PBB diwujudkan dalam langkah nyata penggelontoran dana sebesar USD 180 juta agar LGBT memiliki akses hukum, memobilisasi masyarakat untuk menerima keberadaannya, dan mendorong kebijakan publik untuk menjamin hak mereka, termasuk pernikahan sejenis.

Kamis, 21/02/2019 12:12 0

Indonesia

Diundang Wantim MUI, Dua Capres-Cawapres Tak Hadir

Dalam Rapat ini MUI sejatinya mengundang Capres dan Cawapres baik dari nomor urut 01 maupun nomor urut 02.

Kamis, 21/02/2019 12:04 0

Indonesia

Sempat Diblokir, Akun Komik Gay Kembali Muncul di Instagram

Sebelumnya akun @alPantuni dinyatakan telah diblokir atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Rabu, 20/02/2019 20:27 0

Indonesia

Koppasandi Minta Umat Islam Jaga Hasil Ijtima Ulama

kesepakatan para ulama atau ijtima'ulama merupakan suatu kesepakatan yang harus dijaga oleh umat Islam

Rabu, 20/02/2019 16:57 0

Kolom

Unta Ibnu Umar dan Konsesi Lahan Bisnis Para Capres

Berharap Jokowi atau Prabowo simsalabim berubah menjadi Umar bin Khattab, tentu akan ditertawakan oleh timses dan orang dekat yang paling tahu siapa sebenarnya mereka.

Rabu, 20/02/2019 16:51 0

Opini

Islamisasi Sains, Perlukah?

Islamisasi Sains muncul untuk menjawab problematika zaman sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Sains Islam bukan berarti sains hari ini ditambah Al-Qur’an dan Hadits.

Rabu, 20/02/2019 16:25 0

Indonesia

Fadli Zon: Kami Laporkan Kasus Hoaks Tapi Tidak Diusut

Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus ideal dalam menangani kasus hoaks

Rabu, 20/02/2019 15:40 0

Close