... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aksi Damai Peringatan 8 Tahun Arab Spring di Maroko Ditanggapi Represif

Foto: Aksi damai para guru di Maroko pada 20 Februari.

KIBLAT.NET, Rabat – Pasukan keamanan Maroko menembakkan meriam air kepada para guru sekolah umum yang mengikuti aksi damai memperingati Arab Spring di Rabat. Massa yang berkumpul juga dipukuli dengan tongkat untuk mencegah mereka menuju istana kerajaan, yang menyebabkan puluhan orang terluka.

Demonstrasi diadakan pada hari Rabu 20 Februari, menandai delapan tahun kelahiran gerakan protes Musim Semi Arab Maroko yang membangkitkan semangat perjuangan di kerajaan Afrika Utara ini.

Ribuan guru sekolah umum turun ke jalan di ibukota Maroko untuk memprotes kontrak jangka tetap yang telah berlaku sejak 2016, yang tidak kebutuhan kesehatan dan pensiun.

Mayoritas peserta aksi mengenakan jubah guru warna putih. Mereka menentang peluang terbatas bagi guru berpangkat rendah, yang berpenghasilan rata-rata $ 454 per bulan.

“Kami melakukan pawai yang damai, tetapi sayangnya, polisi menindak kami. Para guru jatuh ke tanah. Para guru dihina. Pesan kami adalah pendidikan. Hentikan ketidakadilan,” teriak seorang demonstran Naima Kalaii, yang datang dari Maroko timur.

Seorang juru bicara kementerian pendidikan mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan pertemuan pada hari Senin dengan serikat guru untuk membahas tuntutan mereka.

“Kami memilih untuk mengadakan pawai kami pada hari ini, yang memperingati gerakan 20 Februari, karena itu melambangkan perjuangan untuk martabat,” kata Omar el-Gasmi, anggota kelompok guru pada kontrak jangka tetap.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

Para demonstran berkumpul di Rabat tengah sambil memegang spanduk bertuliskan “janga membongkar sekolah-sekolah umum” sebelum beberapa orang memutuskan untuk berbaris di istana kerajaan.

Seruan untuk “mengakhiri kediktatoran” di kerajaan Afrika Utara juga diucapkan. Protes berlanjut dengan dukungan dari serikat pekerja dan gerakan Maroko yang dilarang.

Warga Maroko tidak secara langsung menjatuhkan rezim seperti di Tunisia dan Mesir pada 2011, tetapi mereka sekarang secara rutin mengadakan demonstrasi untuk mengatasi masalah kekurangan air di provinsi-provinsi yang terabaikan hingga kekerasan seksual dan tindakan represif polisi.

Menurut kementerian hak asasi manusia, rata-rata dilakukan 48 protes setiap hari di Maroko.

Sumber: Al-Jazeera
redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

LGBT, antara Ambisi Barat dan Resistensi Umat Islam

Pernyataan PBB diwujudkan dalam langkah nyata penggelontoran dana sebesar USD 180 juta agar LGBT memiliki akses hukum, memobilisasi masyarakat untuk menerima keberadaannya, dan mendorong kebijakan publik untuk menjamin hak mereka, termasuk pernikahan sejenis.

Kamis, 21/02/2019 12:12 0

Indonesia

Diundang Wantim MUI, Dua Capres-Cawapres Tak Hadir

Dalam Rapat ini MUI sejatinya mengundang Capres dan Cawapres baik dari nomor urut 01 maupun nomor urut 02.

Kamis, 21/02/2019 12:04 0

Indonesia

Sempat Diblokir, Akun Komik Gay Kembali Muncul di Instagram

Sebelumnya akun @alPantuni dinyatakan telah diblokir atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Rabu, 20/02/2019 20:27 0

Indonesia

Koppasandi Minta Umat Islam Jaga Hasil Ijtima Ulama

kesepakatan para ulama atau ijtima'ulama merupakan suatu kesepakatan yang harus dijaga oleh umat Islam

Rabu, 20/02/2019 16:57 0

Kolom

Unta Ibnu Umar dan Konsesi Lahan Bisnis Para Capres

Berharap Jokowi atau Prabowo simsalabim berubah menjadi Umar bin Khattab, tentu akan ditertawakan oleh timses dan orang dekat yang paling tahu siapa sebenarnya mereka.

Rabu, 20/02/2019 16:51 0

Opini

Islamisasi Sains, Perlukah?

Islamisasi Sains muncul untuk menjawab problematika zaman sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Sains Islam bukan berarti sains hari ini ditambah Al-Qur’an dan Hadits.

Rabu, 20/02/2019 16:25 0

Indonesia

Fadli Zon: Kami Laporkan Kasus Hoaks Tapi Tidak Diusut

Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus ideal dalam menangani kasus hoaks

Rabu, 20/02/2019 15:40 0

Artikel

Pahitnya Kopi dan Kolonialisme di Indonesia

Kopi awalnya dikenal di dunia peradaban Islam. Asal kata kopi, yaitu qahwa, dikenal sebagai minuman yang berasal dari Yaman. Petunjuk tentang keberadaan kopi sudah dikenal dari karya para intelektual Muslim.

Rabu, 20/02/2019 14:21 0

Indonesia

Mahfud MD Menduga Ada Gerakan Ingin Gagalkan Pemilu

Menurut Mahfud, gerakan ini belum besar namun perlu diwaspadai.

Selasa, 19/02/2019 23:03 0

Indonesia

Ma’ruf Amin: Sandiaga Tak Perlu Sungkan Mendebat Kiai

Kiai Ma'ruf mengapresiasi rasa hormat Sandiaga, namun ia menegaskan bahwa berdebat dengan ulama bukan berarti tak menghormati.

Selasa, 19/02/2019 22:18 0

Close