... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dituduh Terlibat Serangan Bom di Kashmir, Pakistan Minta Bukti

Foto: Bus polisi India hancur setelah dihantam bom di Kashmir/AFP

KIBLAT.NET, Islamabad – Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, Selasa (19/02), meminta New Delhi menunjukkan bukti keterlibatan Islamabad dalam serangan bom yang menewaskan 44 tentara India di Kashmir beberapa hari lalu. India bersikeras menuduh Pakistan terlibat dalam serangan tersebut.

Kelompok jihadis Jaish-e-Mohammad mengumumkan bertanggung jawab atas serangan yang paling mematikan terhadap aparat India sejak 2002 ini. Jenderal Knawal Jet Singh Dillon, komandan militer India di Kashmir, menuduh Jaish-e-Mohammad buatan militer dan intelijen Pakistan. Ia juga mengumumkan, pasukannya berhasil menewaskan tiga orang yang terlibat dalam serangan, dua berkewarganegaraan Pakistan yang salah satu di antaranya penyusun penyerangan.

“Saya meminta semua ibu di Kashmir untuk meminta anak-anak mereka yang telah bergabung dengan terorisme untuk menyerah dan kembali ke masyarakat. Jika tidak, setiap orang bersenjata akan kami bunuh,” katanya di Srinagar, ibukota Jammu dan Kashmir di bagian yang dikontrol India.

Pelaku peledakkan sendiri diidentifikasi berusia 20 tahun. Orang tua pelaku mengatakan anaknya bergabung dengan kelompok militan setelah ia dipukul tentara India tiga tahun lalu.

Imran Khan mengatakan kepada para pemimpin India untuk mendatangkan bukti atas tuduhan itu. Jika bukti sudah ada, Islamabad siap melakukan langkah-langkah yang diinginkan.

“Jika Anda memiliki bukti yang tentang keterlibatan Pakistan, berikan kepada kami dan saya jamin bahwa kami akan mengambil tindakan,” kata Khan kepada para pemimpin India.

Jika ada kelompok yang menggunakan wilayah Pakistan untuk melancarkan serangan, katanya, mereka adalah musuh kita, dan apa yang mereka lakukan bertentangan dengan kepentingan kita.

Khanmemperingatkan India agar tidak melancarkan serangan terhadap negaranya. “Pakistan tidak hanya akan hanya membalas, tetapi juga menyerang,” tegasnya.

Pakistan sendiri telah minta PBB untuk meredakan ketegangannya dengan India menyusul serangan bom di Kashmir. Sedikitnya 44 tentara India tewas dalam serangan tersebut.

Sumber: Al-Hayat
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahfud MD Menduga Ada Gerakan Ingin Gagalkan Pemilu

Menurut Mahfud, gerakan ini belum besar namun perlu diwaspadai.

Selasa, 19/02/2019 23:03 0

Indonesia

Ma’ruf Amin: Sandiaga Tak Perlu Sungkan Mendebat Kiai

Kiai Ma'ruf mengapresiasi rasa hormat Sandiaga, namun ia menegaskan bahwa berdebat dengan ulama bukan berarti tak menghormati.

Selasa, 19/02/2019 22:18 0

Indonesia

Larangan Kampanye Libatkan Anak Dinilai Persulit Caleg Perempuan

Ketika aturan diberlakukan secara kaku, justru dapat menghambat pendidikan politik bagi perempuan, bahkan keterwakilan perempuan dalam politik.

Selasa, 19/02/2019 21:59 0

Indonesia

Ketua DPR Peringatkan Perang Proxy Narkoba Targetkan Anak dan Remaja

"Selama dua dekade belakangan ini, anak dan remaja Indonesia nyata-nyata menjadi target perang proxy."

Selasa, 19/02/2019 19:50 0

Indonesia

Pakai Kamera Pengintai, Cina Awasi Pergerakan Jutaan Muslim Uighur di Xinjiang

pakar internet Belanda mengungkap data berisi informasi tentang nama, nomor kartu identitas, tanggal lahir, dan data lokasi

Selasa, 19/02/2019 17:42 0

Indonesia

BNPB: Selama 2019, 843 Hektar Lahan Terbakar di Provinsi Riau

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut bahwa saat ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa tempat di Riau,

Selasa, 19/02/2019 17:13 0

Indonesia

Fadli Zon Sebut Jokowi Lontarkan Data Bodong di Debat Capres Kedua

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon turut menanggapi agenda debat Capres kedua.

Selasa, 19/02/2019 17:00 0

Video News

Pesan Buya Hamka untuk Putra-Putrinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Selasa, 19/02/2019 13:16 0

Video News

Imparsial: Kebebasan Berekpresi Harus Dilindungi Negara

KIBLAT.NET- Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto menegaskan perlunya peningkatan jaminan kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia...

Selasa, 19/02/2019 13:06 0

Artikel

Syamina: Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Dunia Islam selama kurang lebih delapan abad dan sangat disegani oleh bangsa Eropa.

Selasa, 19/02/2019 10:00 0

Close