... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tentara Jerman Baku Tembak dengan Tentara Mali, Satu Kritis

KIBLAT.NET, Gao – Seorang prajurit Mali kritis setelah terlibat baku tembak dengan tentara Jerman yang ditempatkan di Mali di bawah mandat PBB pada Sabtu lalu, kata pernyataan resmi militer Jerman seperti dilansir AFP, Senin (18/02).

Pernyataan militer Jerman mengatakan insiden itu terjadi pada Sabtu malam ketika tentara Jerman kembali dari misi mengatur mekanisme penarikan tentara ke daerah sekitar 50 kilometer dari pangkalan mereka di Gao, barat Mali.

Juru bicara komando militer Jerman di Potsdam kepada AFP menjelaskan bahwa baku tembak itu terjadi di saat konvoi tentara Jerman diserang pada malam hari, dalam suasana misterius. kPara prajurit membalas tembakan dan berhasil kembali ke markas dengan selamat.

Pernyataan tentara Jerman menambahkan, belakangan diketahui ahwa baku tembak tersebut terjadi antara tentara Mali dan pasukan Jerman. Tentara Jerman pun mengevakuasi tentara lokal tersebut ke rumah sakit darurat Prancis. Sampai saat ini, kondisinya masih kritis.

Sekitar 1.000 tentara Jerman berada di Mali sebagai bagian dari misi PBB untuk menstabilkan Negara itu.

Sebanyak 15.000 penjaga perdamaian PBB dikerahkan ke Mali sebagai bagian dari misi PBB setelah kelompok-kelompok Islam menguasai Mali utara pada 2012.

Pemerintah Bamako dan kelompok-kelompok bersenjata menandatangani perjanjian damai pada 2015 yang bertujuan memulihkan stabilitas Mali, menyusul pengambilalihan singkat wilayah utara dari Islamis.

Misi PBB di Mali (MONUC) adalah operasi pemeliharaan perdamaian PBB yang paling mahal. Dalam lima tahun, sekitar 180 anggota tewas, termasuk sekitar 100 di antaranya disebabkan perselisihan internal.

BACA JUGA  Puluhan Tentara Mali Tewas Disergap di Markas Militer

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kalimat dari Buya Hamka yang Melegenda

"Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan"

Senin, 18/02/2019 21:14 0

Indonesia

Sekjen MIUMI: Memilih Pemimpin Erat Hubungannya dengan Surga dan Neraka

"memilih pemimpin erat hubungannya dengan masuk surga dan neraka"

Senin, 18/02/2019 20:39 0

Indonesia

Pasca Debat Capres, Tagar #JokowiBohongLagi Jadi Trending Topic Twitter

Hal ini menyusul penyataan Capres 01 Joko Widodo pada acara Debat Capres.

Senin, 18/02/2019 17:28 0

Indonesia

Ketua DPR Minta Densus 88 Pulihkan Keamanan Pasca Insiden Penembakan di Papua

Bamsoet juga mendorong TNI dan Polri berkoordinasi dalam tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB.

Senin, 18/02/2019 16:56 0

Indonesia

Disinggung Soal Ganti Rugi Pembebasan Lahan, Jokowi: Yang Ada Ganti Untung

Jokowi menepis pernyataan Prabowo yang menyinggung soal pembebasan tanah dalam pembangunan infrastruktur.

Senin, 18/02/2019 16:21 0

Indonesia

Hamka dan Penguasa

Hamka mendapat perlakuan yang berbeda dari pemerintahan orde lama dan orde baru.

Senin, 18/02/2019 15:17 1

Fikih

Pro Kontra Qunut Subuh dan Sikap Bijak Para Ulama

Pro kontra qunut masih saja kita temui di tengah masyarakat dan tak jarang menimbulkan friksi di antara jamaah masjid. Seperti apa hukum qunut? Wajib, Sunnah, atau Bid'ah? Simak uraiannya di artikel berikut

Senin, 18/02/2019 14:10 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Laki-Laki & Perempuan Diciptakan Berbeda untuk Kerjasama

KIBLAT.NET- Konsep tolong-menolong dalam rumah tangga muncul karena adanya perbedaan jenis kelamin. Karena laki-laki memiliki...

Senin, 18/02/2019 14:06 0

Indonesia

MIUMI: Tahun Politik, Umat Islam Harus Kembali pada Ideologi Tauhid

"InsyaAllah, dengan izin Allah akan dimenangkan kepentingan politik umat Islam," ungkap UBN di Masjid Raya Iska, Mayang, Sukoharjo pada Ahad (17/02/2019) malam.

Senin, 18/02/2019 13:27 0

Indonesia

Suara Kaum Milenial tentang Buya Hamka

Winda berharap, semoga ke depannya acara serupa diadakan kembali agar milenial tidak buta akan sejarah, dan bisa mengaplikasikan nilai-nilai dari para pelaku sejarah.

Senin, 18/02/2019 12:59 0

Close