... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Syamina: Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Foto: Seorang pria Yahudi dan teman-temannya membaca koran di salah satu lapangan publik Salonica, semua mengenakan pakaian tradisional Yahudi Ottoman. (Sumber: http://www.greece-is.com/)

Penulis: Ferry Irawan

 

Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Dunia Islam selama kurang lebih delapan abad dan sangat disegani oleh bangsa Eropa. Pada masa pemerintahan Dinasti Utsmani (Ottoman), Turki mencapai puncak masa keemasan. Daulah Utsmaniyah merupakan daulah terbesar dan terkuat dalam sejarah Dunia Islam.

Perjalanan sejarah Turki Utsmani memiliki banyak alasan penting untuk dikaji, di antaranya karena daulah ini dianggap sebagai khilafah islamiah yang terakhir dan terpanjang usia kekuasaannya. Khilafah Utsmaniyah telah melakukan pekerjaan-pekerjaan mulia yang dipersembahkan bagi umat manusia. Bagi umat Islam, Turki Utsmani berjasa dalam menjaga tempat-tempat suci Islam dari rencana-rencana stratejik kolonialis Portugal (dari Laut Merah, Teluk Arab, hingga Aceh), membantu para penduduk Afrika Utara melawan serangan-serangan Imperium Spanyol, dan sebagainya.

Secara internal, Khilafah Utsmaniyah —sejak era Sultan Salim I (1512–1520)— juga berhasil membentuk persatuan Dunia Islam di antara pemerintahan-pemerintahan Arab, menjauhkan serbuan penjajahan dari wilayah-wilayah Syam, Mesir, dan negeri-negeri Islam lainnya, mencegah penyebaran Syiah ke wilayah-wilayah Islam yang berada di bawah kekuasaannya, mencegah Yahudi dari menduduki Palestina, serta peranannya dalam menyebarkan Islam di Eropa.

Adapun bagi kaum non-Muslim, Turki Utsmani memiliki banyak “jasa”, di antaranya:

– Menampung dan mengungsikan kaum Yahudi dari praktik inkuisisi oleh pihak Katolik di Spanyol sejak masa Sultan Bayazid II (1481–1512)

– Membantu Inggris dari blokade laut Spanyol

BACA JUGA  Unjuk Rasa Mahasiswa dan Kebangkitan Budaya Digital

– Melakukan aliansi stratejik dengan Kekaisaran Prancis

– Membantu Irlandia dari bencana kelaparan

Khilafah Utsmaniyah berhasil menjelma sebagai salah satu superpower dunia sejak era Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520–1566). Bahkan, pada masa pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595), Turki Utsmani menguasai seluas sekitar 20 juta km persegi dan meliputi tiga benua.

Konsekuensinya, Turki Utsmani harus mengelola masyarakat yang sangat beragam di wilayahnya yang sangat luas. Bukan hanya kaum Muslimin, tetapi juga non-Muslim, terutama kalangan Yahudi dan Nasrani. Oleh sebab itu, Turki Utsmani menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang disebut dengan Sistem Millet.

Sejarawan dan ilmuwan sosial melihat Sistem Millet sebagai contoh sukses otonomi non-teritorial. Para penguasa Turki Utsmani mengakui keragaman komunitas agama dan etnis yang menjadi bagian dari Khilafah Utsmaniyah. Namun, pada saat yang sama, para penguasa Turki Utsmani juga mengerti bahwa keragaman ini tidak bisa dan tidak boleh menjadi bentuk asimilasi total yang berarti “kesamaan”.

Di bawah pengaturan sistem Millet ini, Yahudi, Ortodoks Yunani, dan komunitas Armenia mengatur keberadaan mereka dan mengorganisir serangkaian negosiasi ad-hoc dengan kepala komunitas agama. Jadi, non-Muslim bisa tetap eksis lewat negoisasi yang intens di bawah naungan sistem umum khilafah yang mengedepankan toleransi.

Ulasan lengkapnya dapat dilihat di sini: Kehidupan Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Relawan Jogja Gelar Aksi Indonesia Selamatkan Palestina

Sejarah penindasan terhadap bangsa Palestina memang tidak ada habis-habisnya. Bangsa yang mengalami blokade oleh Israel sejak 2007 silam hingga kini masih terus mengalami penyiksaan dan penindasan.

Selasa, 19/02/2019 09:25 0

Opini

LGBT-P, Teroris Peradaban yang Mengerikan!

LGBT adalah penyakit penyimpangan seksual yang sangat menular. Menular akibat pembiaran oleh sistem liberal dan sekuler yang radikal.

Selasa, 19/02/2019 08:10 0

Afrika

Tentara Jerman Baku Tembak dengan Tentara Mali, Satu Kritis

Sampai saat ini, kondisinya masih kritis.

Selasa, 19/02/2019 08:06 0

Suriah

Serangan Teror Kembali Landa Pusat Kota Idlib, Belasan Tewas

Para korban terdiri dari pejalan kaki, termasuk wanita, dan petugas White Helmets yang terkena ledakan kedua saat mengevakuasi korban.

Selasa, 19/02/2019 07:22 0

Suriah

SDF Khawatir Anggota ISIS yang Tertawan Jadi Bom Waktu

Setiap hari jumlah mereka yang tertawan terus bertambah. Penjara-penjara yang ada saat ini tidak mencukupi.

Selasa, 19/02/2019 05:54 0

Indonesia

Kalimat dari Buya Hamka yang Melegenda

"Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan"

Senin, 18/02/2019 21:14 0

Indonesia

Sekjen MIUMI: Memilih Pemimpin Erat Hubungannya dengan Surga dan Neraka

"memilih pemimpin erat hubungannya dengan masuk surga dan neraka"

Senin, 18/02/2019 20:39 0

Asia

Empat Tentara India Tewas dalam Baku Tembak dengan Pejuang Kashmir

Sementara belum diketahui korban dari pihak gerilyawan.

Senin, 18/02/2019 18:00 0

Indonesia

Pasca Debat Capres, Tagar #JokowiBohongLagi Jadi Trending Topic Twitter

Hal ini menyusul penyataan Capres 01 Joko Widodo pada acara Debat Capres.

Senin, 18/02/2019 17:28 0

Indonesia

Ketua DPR Minta Densus 88 Pulihkan Keamanan Pasca Insiden Penembakan di Papua

Bamsoet juga mendorong TNI dan Polri berkoordinasi dalam tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB.

Senin, 18/02/2019 16:56 0

Close