... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Militer India: Siapapun yang Angkat Senjata di Kashmir Akan Dimusnahkan

Foto: Komandan militer India Kanwal Jeet Singh Dhillon

KIBLAT.NET, New Delhi – Siapapun yang mengambil senjata di Kashmir akan dimusnahkan, kecuali mereka menyerah. Demikian kata seorang perwira tentara India kepada para ibu di Kashmir pada Selasa (19/02/2019).

Pernyataan itu muncul setelah tiga pejuang Jaish-e-Muhammad terbunuh dalam operasi di Jammu dan Kashmir, sehari sebelumnya. Empat tentara dan seorang polisi juga tewas dalam operasi tersebut.

Militer mengklaim bahwa seluruh petinggi kelompok yang dianggap teroris itu telah dieliminasi dari Lembah Kashmir.

“Saya meminta semua ibu Kashmir untuk meminta putra mereka yang telah bergabung dengan terorisme untuk menyerah dan kembali ke arus utama. Siapa pun yang mengambil senjata di Kashmir akan dimusnahkan, kecuali dia menyerah,” kata perwira militer Kanwal Jeet Singh Dhillon , Komandan Korps Chinar Corps.

“Kalau tidak, siapa pun yang mengambil pistol akan dibunuh dan dihilangkan,” tambahnya.

Militer India mengatakan ketiga teroris itu terbunuh dalam “kurang dari 100 jam” setelah serangan bom di Pulwama, di mana lebih dari 40 tentara Pasukan Polisi Cadangan Sentral (CRPF) tewas pekan lalu. Serangan 14 Februari adalah serangan terburuk terhadap pasukan keamanan di Jammu dan Kashmir.

Tiga anggota JeM yang terbunuh termasuk Kamran, diyakini sebagai konspirator dalam serangan bom Pulwama 14 Februari. Kamran adalah orang Pakistan dan komandan tertinggi JeM.

Kashmir adalah sebuah wilayah mayoritas Muslim di lembah Himalaya yang secara de facto sebagian dikuasai India dan sebagian lainnya dikuasai Pakistan, namun masing-masing mengklaim menguasai secara keseluruhan. Sepetak kecil wilayah di Kashmir juga diklaim dan dikuasai oleh Cina.

BACA JUGA  Cabut Otonomi Sepihak, India Bagi Kashmir Jadi Dua Wilayah

Kedua negara, India dan Pakistan, sejak pembagian wilayah Kashmir tahun 1947 telah berperang sebanyak tiga kali pada tahun 1948, 1965, dan 1971. Dua di antaranya terkait dengan isu Kashmir.

Termasuk di sekitar aliran gletser Siachen di bagian utara Kashmir, kerap terjadi pertempuran antara pasukan India dan Pakistan sejak 1984. Gencatan senjata akhirnya efektif diberlakukan pada tahun 2003.

Berbagai kelompok perlawanan Islam di Jammu Kahsmir sudah lama terlibat perang melawan pemerintah India baik untuk perjuangan kemerdekaan maupun bergabung & berintegrasi dengan Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan tewas sejak konflik tahun 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah sengketa Kashmir.

Sumber: NDTV
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Pesan Buya Hamka untuk Putra-Putrinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Selasa, 19/02/2019 13:16 0

Video News

Imparsial: Kebebasan Berekpresi Harus Dilindungi Negara

KIBLAT.NET- Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto menegaskan perlunya peningkatan jaminan kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia...

Selasa, 19/02/2019 13:06 0

Artikel

Syamina: Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Dunia Islam selama kurang lebih delapan abad dan sangat disegani oleh bangsa Eropa.

Selasa, 19/02/2019 10:00 0

Indonesia

Relawan Jogja Gelar Aksi Indonesia Selamatkan Palestina

Sejarah penindasan terhadap bangsa Palestina memang tidak ada habis-habisnya. Bangsa yang mengalami blokade oleh Israel sejak 2007 silam hingga kini masih terus mengalami penyiksaan dan penindasan.

Selasa, 19/02/2019 09:25 0

Opini

LGBT-P, Teroris Peradaban yang Mengerikan!

LGBT adalah penyakit penyimpangan seksual yang sangat menular. Menular akibat pembiaran oleh sistem liberal dan sekuler yang radikal.

Selasa, 19/02/2019 08:10 0

Indonesia

Kalimat dari Buya Hamka yang Melegenda

"Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan"

Senin, 18/02/2019 21:14 0

Indonesia

Sekjen MIUMI: Memilih Pemimpin Erat Hubungannya dengan Surga dan Neraka

"memilih pemimpin erat hubungannya dengan masuk surga dan neraka"

Senin, 18/02/2019 20:39 0

Indonesia

Pasca Debat Capres, Tagar #JokowiBohongLagi Jadi Trending Topic Twitter

Hal ini menyusul penyataan Capres 01 Joko Widodo pada acara Debat Capres.

Senin, 18/02/2019 17:28 0

Indonesia

Ketua DPR Minta Densus 88 Pulihkan Keamanan Pasca Insiden Penembakan di Papua

Bamsoet juga mendorong TNI dan Polri berkoordinasi dalam tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB.

Senin, 18/02/2019 16:56 0

Indonesia

Disinggung Soal Ganti Rugi Pembebasan Lahan, Jokowi: Yang Ada Ganti Untung

Jokowi menepis pernyataan Prabowo yang menyinggung soal pembebasan tanah dalam pembangunan infrastruktur.

Senin, 18/02/2019 16:21 0

Close