... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Larangan Kampanye Libatkan Anak Dinilai Persulit Caleg Perempuan

Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Sawaswati

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengkritik larangan ketat terhadap kampanye yang melibatkan anak. Menurut Saras, larangan tersebut berpeluang mempersulit calon anggota legislatif perempuan.

“Bagaimana bila caleg perempuan itu masih menyusui atau harus merawat anaknya? Kan tidak mungkin meninggalkan anaknya saat berkampanye,” kata Saras saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/02/2019).

Dikutip dari Antara, Saras mencontohkan apabila ada pemilih atau kader partai perempuan yang masih menyusui atau harus merawat anaknya ingin mengikuti kampanye. Ia khawatir ketika aturan diberlakukan secara kaku, justru dapat menghambat pendidikan politik bagi perempuan, bahkan keterwakilan perempuan dalam politik.

“Ada perspektif yang harus diubah agar bisa mendukung keterwakilan perempuan dalam politik,” tutur anggota Komisi VIII DPR itu.

Menurut Saras, seharusnya ada pengecualian terhadap larangan pelibatan anak dalam kampanye agar lebih memberikan dukungan kepada calon anggota legislatif perempuan.

“Mungkin bisa dikecualikan untuk anak balita yang masih menyusui,” pungkasnya.

Larangan melibatkan anak-anak dalam kampanye telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2002 Pasal 87 tentang perlindungan anak. Pasal tersebut mengancam setiap orang yang menyalahgunakan anak-anak dalam kegiatan politik dan militer dengan hukuman lima tahun penjara atau denda maksimal 100 juta rupiah.

Sumber: Antara
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Pengaruh Jihadis Sahel Meluas ke Pantai Barat Afrika

Kelompok jihadis dilaporkan semakin memperluas pengaruh mereka di Afrika Barat

Selasa, 19/02/2019 19:18 0

Asia

Kim Jong-Un Ancam Eksekusi Warganya yang Menonton Acara TV Korsel

"Program TV Korea Selatan membuat orang-orang membenci rezim Korea Utara," kata sumber itu.

Selasa, 19/02/2019 14:25 1

Suriah

Masih Kondisi Perang, Assad Imbau Pengungsi Suriah untuk Pulang

Bashar Assad juga meminta mereka mengabaikan desas-desus tentang ancaman penangkapan.

Selasa, 19/02/2019 14:05 0

Asia

Militer India: Siapapun yang Angkat Senjata di Kashmir Akan Dimusnahkan

Kashmir adalah sebuah wilayah mayoritas Muslim di lembah Himalaya yang secara de facto sebagian dikuasai India dan sebagian lainnya dikuasai Pakistan.

Selasa, 19/02/2019 13:49 0

Video News

Pesan Buya Hamka untuk Putra-Putrinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Selasa, 19/02/2019 13:16 0

Video News

Imparsial: Kebebasan Berekpresi Harus Dilindungi Negara

KIBLAT.NET- Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto menegaskan perlunya peningkatan jaminan kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia...

Selasa, 19/02/2019 13:06 0

Artikel

Syamina: Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Dunia Islam selama kurang lebih delapan abad dan sangat disegani oleh bangsa Eropa.

Selasa, 19/02/2019 10:00 0

Opini

LGBT-P, Teroris Peradaban yang Mengerikan!

LGBT adalah penyakit penyimpangan seksual yang sangat menular. Menular akibat pembiaran oleh sistem liberal dan sekuler yang radikal.

Selasa, 19/02/2019 08:10 0

Afrika

Tentara Jerman Baku Tembak dengan Tentara Mali, Satu Kritis

Sampai saat ini, kondisinya masih kritis.

Selasa, 19/02/2019 08:06 0

Suriah

Serangan Teror Kembali Landa Pusat Kota Idlib, Belasan Tewas

Para korban terdiri dari pejalan kaki, termasuk wanita, dan petugas White Helmets yang terkena ledakan kedua saat mengevakuasi korban.

Selasa, 19/02/2019 07:22 0

Close