... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kim Jong-Un Ancam Eksekusi Warganya yang Menonton Acara TV Korsel

Foto: Kim Jong-Un bersama militer Korea Utara.

KIBLAT.NET, Pyongyang – Pemerintah Korea Utara mengancam akan mengeksekusi warga di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan apabila didapati melihat media atau saluran Korea Selatan.

Menurut sumber-sumber Radio Free Asia, rezim Kim Jong-Un dilaporkan telah mengadakan imbauan di provinsi Hwanghae Selatan, di bagian barat negara itu. Pemerintah juga mengancam dengan hukuman berat bagi mereka yang memiliki barang-barang dari Korea Selatan.

“Pada tahun baru, petugas kepolisian mulai mengadakan kuliah di seluruh provinsi,” kata seorang sumber dari Hwanghae Selatan dalam sebuah wawancara dengan Layanan Korea RFA, Senin (18/02/2019).

“Imbauan-imbauan itu terdiri dari ancaman keras yang menuntut warga untuk tidak melihat materi video kapitalisme yang dekaden dan barang-barang yang dimiliki, seperti selebaran dan stik USB yang ditemukan di Selatan,” kata sumber itu.

Para aktivis di Korea Selatan diketahui melepaskan balon yang sarat dengan uang, makanan, selebaran dan flash drive USB yang berisi file media. Mereka berharap balon itu akan mendarat di Korea Utara, ditemukan kemudian didistribusikan. Namun, akses ke TV Korea Selatan tidak selalu dari penemuan balon yang jatuh.

“Dalam sebuah imbauan baru-baru ini, mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka sadar bahwa semakin banyak orang dapat memanipulasi frekuensi [dari televisi mereka] untuk menonton program TV Korea Selatan,” kata sumber itu.

“Mereka mengatakan bahwa terlepas dari status individu mana pun, mereka yang tertangkap dalam pelanggaran dapat dieksekusi oleh regu tembak. [Mereka ingin] menanamkan rasa takut,” tambahnya.

Sumber itu mengatakan bahwa di daerah yang paling dekat dengan Korea Selatan, seperti di daerah Kangryong dan Pyoksong, frekuensi dapat dimanipulasi sedemikian rupa sehingga TV Korea Selatan dapat dilihat dengan jelas.

“Karena hubungan antara Utara dan Selatan telah mulus baru-baru ini, orang-orang yang dulunya takut menonton TV Korea Selatan secara diam-diam melakukan ini saat fajar, ketika listrik menyala,” kata sumber itu. “Otoritas penegak hukum sedang dibingungkan oleh semakin banyak kasus seperti itu.”

“Pihak berwenang telah memfokuskan pada Hwanghae Selatan karena relatif dekat dengan DMZ (wilayah demiliterisasi),” kata sumber itu.

“Mereka percaya bahwa orang-orang yang tinggal di daerah perbatasan lebih cenderung berubah menjadi kekuatan oposisi, yang mengancam sistem,” tambahnya.

“Jika mereka tidak secara efektif memaksakan kontrol, mereka secara ketat menegakkan tindakan ini di wilayah tersebut.”

Sementara itu di provinsi Kangwon Korea Utara, yag berbatasan dengan bagian timur DMZ, seorang warga melaporkan operasi penegakan hukum untuk menghentikan warga dari menonton TV Korea Selatan.

“Setiap tahun [mereka] membuat sistem yang memerintahkan orang untuk menahan diri untuk tidak melihat materi Korea Selatan [yang mereka temukan] dan melaporkannya kepada rezim,” kata sumber itu.

“[Pemerintah] menggunakan sinyal gangguan untuk mencegah sinyal TV dan radio Korea Selatan. Tetapi orang-orang masih mengambil risiko diam-diam menonton TV Korea Selatan karena mereka memberikan informasi yang akurat,” tambahnya.

“Program TV Korea Selatan membuat orang-orang membenci rezim Korea Utara,” kata sumber itu.

Sumber: Radio Free Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Kim Jong-Un Ancam Eksekusi Warganya yang Menonton Acara TV Korsel”

  1. Seng Koe Nie.

    Ngeri sekali kehidupan di korut.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Pesan Buya Hamka untuk Putra-Putrinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) mengadakan pameran sekaligus seminar “111 Tahun Buya Hamka”...

Selasa, 19/02/2019 13:16 0

Video News

Imparsial: Kebebasan Berekpresi Harus Dilindungi Negara

KIBLAT.NET- Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto menegaskan perlunya peningkatan jaminan kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia...

Selasa, 19/02/2019 13:06 0

Artikel

Syamina: Yahudi dan Nasrani di Bawah Naungan Khilafah Turki Utsmani

Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Dunia Islam selama kurang lebih delapan abad dan sangat disegani oleh bangsa Eropa.

Selasa, 19/02/2019 10:00 0

Indonesia

Relawan Jogja Gelar Aksi Indonesia Selamatkan Palestina

Sejarah penindasan terhadap bangsa Palestina memang tidak ada habis-habisnya. Bangsa yang mengalami blokade oleh Israel sejak 2007 silam hingga kini masih terus mengalami penyiksaan dan penindasan.

Selasa, 19/02/2019 09:25 0

Opini

LGBT-P, Teroris Peradaban yang Mengerikan!

LGBT adalah penyakit penyimpangan seksual yang sangat menular. Menular akibat pembiaran oleh sistem liberal dan sekuler yang radikal.

Selasa, 19/02/2019 08:10 0

Indonesia

Kalimat dari Buya Hamka yang Melegenda

"Jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan"

Senin, 18/02/2019 21:14 0

Indonesia

Sekjen MIUMI: Memilih Pemimpin Erat Hubungannya dengan Surga dan Neraka

"memilih pemimpin erat hubungannya dengan masuk surga dan neraka"

Senin, 18/02/2019 20:39 0

Indonesia

Pasca Debat Capres, Tagar #JokowiBohongLagi Jadi Trending Topic Twitter

Hal ini menyusul penyataan Capres 01 Joko Widodo pada acara Debat Capres.

Senin, 18/02/2019 17:28 0

Indonesia

Ketua DPR Minta Densus 88 Pulihkan Keamanan Pasca Insiden Penembakan di Papua

Bamsoet juga mendorong TNI dan Polri berkoordinasi dalam tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB.

Senin, 18/02/2019 16:56 0

Indonesia

Disinggung Soal Ganti Rugi Pembebasan Lahan, Jokowi: Yang Ada Ganti Untung

Jokowi menepis pernyataan Prabowo yang menyinggung soal pembebasan tanah dalam pembangunan infrastruktur.

Senin, 18/02/2019 16:21 0

Close