... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hamka dan Penguasa

Foto: Lukisan Buya Hamka di Pameran 111 Tahun Buya Hamka yang digelar Sekolah Pemikiran Islam (SPI) di Gedung IX FIB Universitas Indonesia, 11-13 Februari 2019

KIBLAT.NET, Jakarta – Anak kesembilan Haji Abdul Malik Karim Abdullah, Afif Hamka menceritakan bagaimana ayahnya dulu diperlakukan tidak adil oleh pemerintahan orde lama di bawah kepemimpinan Soekarno.

“Kita dimiskinkan, disengsarakan. Buku ayah dilarang dijual, dilarang terbit,” ujar Afif dalam seminar “111 Tahun Buya Hamka, Berbagi Cerita Sang Ayah Bangsa” di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Ahad (17/02/2019).

Masih lekat dalam ingatan Afif. Pada 27 Januari 1964, bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1383 H, kira-kira pukul 11 siang, Hamka dijemput di rumahnya, ditangkap dan dibawa ke Sukabumi.

“Hari senin datanglah dua mobil berisi petugas pakai pakaian preman, mengangkat dan mengambil ayah ke tahanan,” cerita Afif.

Afif bersama kakaknya, Azizah Hamka.

Afif bersama kakaknya, Azizah Hamka.

Ia yang datang bersama kakak dan beberapa anggota keluarga Hamka lainnya ini menceritakan, penangkapan itu dilakukan oleh “teman-teman” Soekarno dengan tuduhan subversif, dituduh memimpin rapat-rapat rencana pembunuhan presiden.

“Teman-teman ayah di Masjumi dulu, seperti Natsir, dan lainnya ke Sumatra Barat, melakukan pemberontakan, PRRI. Namun, ayah tidak berangkat ke sana, karena setelah mengisi kuliah di Jakarta, dia terjatuh dan patah kakinya,” kenang Afif.

Masjumi, sebut Afif dibubarkan dan membubarkan diri. Atas pembubaran itu, sebagian sahabat Hamka ke Sumatra Barat melakukan pemberontakan, karena mereka tidak setuju konstituante dibubarkan. Markas PRRI di Sumatra Barat, menggunakan rumah paman Afif, kakak dari Hamka, tepat di samping danau Maninjau. Afif menceritakan bahwa ayahnya sudah sempat berfikir untuk bergabung dengan PRRI, namun takdir berkata lain.

“Dia batal gabung ke PRRI. Jika tidak jatuh dan gabung ke sana, mungkin sejarah kami akan lain,” jelasnya.

BACA JUGA  MRT Rugi Rp 507 Juta Akibat Listrik Padam

Pemberontakan oleh PRRI terjadi, dan pemerintah pun melakukan pemberantasan. Ketika terjadi pemberantasan itu, sebut Afif, ada seorang keponakan Hamka, bernama Anwar Rasyid yang diculik oleh tentara.

“Keponakan Buya Hamka diculik sama Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Dia diculik, sampai saat ini tidak tau dimana jasadnya dikubur dimana, ada yang bilang diikat dan dicemplungkan ke danau Maninjau,” ujarnya.

Tak hanya menjadi korban dari pemerintah, keluarga Buya Hamka saat itu pun ada yang bergabung dengan pemerintah, dan menjadi mata-mata dari APRI.

Keluarga besar Hamka yang hadir di acara SPI (17/02/2019).

Keluarga besar Hamka yang hadir di acara SPI (17/02/2019).

Afif menjelaskan, ketika PRRI diberantas, Buya Hamka merasa sedang perang saudara. Abdul Mukdin Karim Amrullah, adik kandung Buya Hamka di Bukittinggi menjadi mata mata APRI, mata mata pemerintah.

“Dia tewas ditembak oleh Umi saya. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Bukittinggi,” ujar Afif.

Hamka ditangkap pada 27 Januari 1964, bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1383 H, kira-kira pukul 11 siang. Afif saat itu masih SMP, sehingga penangkapan itu sangat berdampak pada kondisi psikologisnya dan kehidupan keluarga.

Meski ditangkap, dan buku-bukunya dilarang diterbitkan, yang mengakibatkan keluarga tidak punya pemasukan, Hamka tetap memandang Soekarno sebagai sahabat karibnya. Afif yang sempat protes saat Hamka diminta mensholatkan jenazah Soekarno diberi penjelasan oleh Hamka bahwa itu hanya masalah politik, sementara persahabatan harus diteruskan.

Buya Hamka dibebaskan dari penjara pada Januari 1966 seiring peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto. Ia diberi ruang oleh pemerintah orde baru. Oleh Soeharto, Hamka diminta mengisi jadwal tetap ceramah di Radio dan Televisi pemerintah, RRI dan TVRI. Ia juga bebas mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru.

BACA JUGA  Komnas HAM Tolak Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme

Pada 26 Juli 1975 pemerintah menginisiasi berdirinya Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.

Hamka terpilih menjadi ketua MUI secara aklamasi dan dilantik pada 1977. Sejak saat itulah Soeharto mulai meminta Hamka menemani dirinya di setiap agenda peresmian.

“Ketika pemilu pertama (Pemilu 1977) datang utusan Soeharto meminta Buya Hamka datang selalu ke acara peresmian setiap Soeharto ada,” tutur Afif.

Tapi karena alasan kesehatan, Hamka tak bisa selalu menemani Soeharto. Melihat kondisi itu, Soeharto menyediakan satu kamar di RSPAD untuk perawatan kesehatan Hamka.

Menurut Afif, Hamka juga aktif memberi nasehat agama kepada keluarga Cendana. Suatu kali, Hamka juga berhasil mendorong Siti Hartinah, istri Soeharto menghadiri acara keagamaan seperti Isra Mi’raj, Maulid Nabi, dan sebagainya.

“Ketika itu, saya ingat betul. Ada Paus Paulus datang ke Indonesia, ke Jakarta. Orang-orang kristen pada sujud di kaki Paus, dan termasuk Ibu negara, Tien Soeharto. Banyak yang mengecam melalui tulisan dan pidato, namun Hamka datang ke Cendana dan menceramahi Tien dan Soeharto,” ujar Afif.

Hamka dikenal kritis tapi tetap mengedepankan kehangatan dalam memberi masukan. Saat petisi 50 bergulir, Hamka tak ikut menandatanganinya, dia langsung datang ke Jalan Cendana, rumah Soeharto.

“Kalau mengkritik Soeharto, Buya Hamka datang ke Cendana. Dan diterima kedatangannya oleh Soeharto. Buya Hamka juga pernah menulis surat kepada Soeharto tentang polemik aliran kepercayaan. Dia menjelaskan bahwa aliran kepercayaan itu sesat. Pak Harto tidak marah, enggak. Walaupun dikritik sedemikian rupa,” kata Afif.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Hamka dan Penguasa”

  1. Haji Abdul Malik Karim Amrullah

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Fikih

Pro Kontra Qunut Subuh dan Sikap Bijak Para Ulama

Pro kontra qunut masih saja kita temui di tengah masyarakat dan tak jarang menimbulkan friksi di antara jamaah masjid. Seperti apa hukum qunut? Wajib, Sunnah, atau Bid'ah? Simak uraiannya di artikel berikut

Senin, 18/02/2019 14:10 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Laki-Laki & Perempuan Diciptakan Berbeda untuk Kerjasama

KIBLAT.NET- Konsep tolong-menolong dalam rumah tangga muncul karena adanya perbedaan jenis kelamin. Karena laki-laki memiliki...

Senin, 18/02/2019 14:06 0

Arab Saudi

Putra Mahkota Saudi Dikabarkan Akan Beli Manchester United

Surat kabar Inggris The Sun akhir pekan kemarin melaporkan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman meningkatkan tawaran di bursa New York untuk Manchester United (MU) senilai sekitar $ 4 miliar.

Senin, 18/02/2019 11:09 0

Video News

Dialog Interaktif: Siapa Saracen?

KIBLAT.NET- Beberapa waktu lalu, Kepolisian RI sibuk membongkar apa yang mereka sebut sebagai jaringan “Saracen”....

Senin, 18/02/2019 10:39 0

Timur Tengah

Suriah Belum Disepakati untuk Kembali ke Liga Arab

Dia mengatakan pembicaraan tentang keanggotaan Suriah di liga yang berbasis di Kairo dilakukan di belakang layar.

Senin, 18/02/2019 10:36 0

Video Kajian

Zikir: Kehidupan Bagai Roda

KIBLAT.NET- Kehidupan bagaikan putaran roda, kadang kita berada di bawah dan kadang berada diatas. Bagaimana...

Senin, 18/02/2019 10:04 0

Pakistan

Pakistan Dikabarkan Ajak Taliban Bertemu Muhammad bin Salman

Pemerintah Islamabad menegaskan kepada Taliban pentingnya pertemuan itu. Pakistan juga meminta Taliban mempertimbangkan peran Saudi di masa depan.

Senin, 18/02/2019 09:51 0

Rusia

Rusia: Tak Ada Gencatan Senjata dengan Kelompok Seperti “Jabhah Nusrah”

“Tidak aka nada gencatan senjata antara rezim Suriah dan kelompok-kelompok teroris,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Verchinen, dalam Konferensi Keamanan Internasional di Munich pada Ahad.

Senin, 18/02/2019 08:16 0

Palestina

Lagi, Israel Tahan Dana Pajak Milik Palestina

Israel mengatakan, dana itu ditahan karena Palestina terus menyantuni tahanan di negaranya

Senin, 18/02/2019 07:42 0

Suriah

Pecahan Roket Buatan Mesir Ditemukan dalam Serangan Assad di Idlib

Rezim Bashar Assad telah menewaskan 18 warga sipil dalam serangan di Idlib, wilayah Suriah barat laut.

Ahad, 17/02/2019 13:12 0

Close