... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hamka, Mantan ‘Anak Nakal’ yang Jadi Ulama Besar

Foto: Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI), Akmal Sjafril berbicara dalam Seminar 111 Tahun Buya Hamka bertemakan “Berbagi Cerita Tentang Sang Ayah Bangsa” di Universitas Al Azhar Indonesia, Ahad (17-01-2019.

KIBLAT.NET, Jakarta – Haji Abdul Malik Karim Abdullah atau lebih dikenal dengan Buya Hamka dalam beberapa tulisannya mengaku sebagai seorang anak yang pernah nakal. Namun, anak nakal itu kemudian berubah menjadi ulama besar dan salah satu sejarah Indonesia yang membanggakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Akmal Sjafril dalam Seminar 111 Tahun Buya Hamka bertemakan “Berbagi Cerita Tentang Sang Ayah Bangsa” di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan.

“Dia dalam ceritanya menyebut bahwa dirinya adalah mantan anak nakal, ini bahasan penting. Walaupun orang tuanya adalah ulama besar, punya sifat kenakalan sama seperti anak muda lainnya,” ujarnya di Jakarta Selatan, Ahad (17/02/2019).

Akmal menjelaskan mengapa Hamka muda disebut sebagai anak nakal. Menurutnya, di masanya kala itu muncul ungkapan di masyarakat bahwa ‘menggunakan jas adalah meniru orang kafir’. Namun, pada suatu waktu dalam khutbahnya, Hamka menggunakan jas. Selain itu, ada ucapan yang menyebut ‘menggunakan sorban adalah kearab-araban’. Maka dalam khutbah lainnya, Hamka menggunakan jas dipadu surban.

“Ini kan nakal, jadi untuk mengkritik sesuatu, Hamka langsung melakukannya dalam bentuk protes,” ujar Akmal.

Suatu waktu, lanjut Akmal, sebelum menjadi ulama besar Hamka pergi berhaji seorang diri tanpa memberitahu keluarganya. Sang Ayah, yaitu Haji Abdul Karim Amrullah atau masyhur disebut Haji Rasul, saat itu sedang menghadiri konferensi di luar kota.

BACA JUGA  Amnesty International dan Lima Organisasi Desak Pemerintah Lindungi Tenaga Medis

“Saat itu Haji Rasul sedang ke luar kota dan ketika pulang ke Padang yang baru saja dilanda gempa, marah tidak mendapati Hamka di rumah. Kemudian diketahui bahwa anaknya itu sedang berhaji,” ujarnya.

Menurut Akmal, fakta bahwa sosok Hamka merupakan mantan “anak nakal” seharusnya menjadi daya tarik bagi para pemuda muslim saat ini yang sedang digandrungi fenomena kajian hijrah. “Sekarang trend kajian di Jakarta tentang hijrah. Anak muda seharusnya terinspirasi dan merasa banyak kesempatan, siapapun bisa hijrah, taubat, mengubah jalan hidupnya, yang tadjinya biasa saja atau anak nakal bisa jadi orang besar,” ujarnya.

Perubahan itu, kata Akmal, tergantung dari pribadi mmasing-masing. Di era millenium ini tak menutup kemungkinan akan banyak Hamka baru.

“Cerita perjalanan hidup Buya Hamka perlu diangkat, semoga menjadi inspirasi besar bagi bangsa kita,” tandasnya.

Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan Buya Hamka lahir di Agam, Sumatera Barat pada 17 Februari 1908 silam. Ulama dengan ratusan karya tulis itu merupakan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pecahan Roket Buatan Mesir Ditemukan dalam Serangan Assad di Idlib

Rezim Bashar Assad telah menewaskan 18 warga sipil dalam serangan di Idlib, wilayah Suriah barat laut.

Ahad, 17/02/2019 13:12 0

Malaysia

Inspiratif, Masjid di Malaysia Rilis Mesin ATM Beras untuk Kaum Dhuafa

Dalam sebuah postingan Youtube, Jumat (15/02/2019), Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) mengatakan bahwa "ATM beras" adalah yang pertama di Malaysia.

Ahad, 17/02/2019 12:09 0

Afghanistan

Daftar Capres Afghanistan Diisi Wajah-wajah Lama, Taliban Sebut Pion Amerika

"Mereka semua, dari nama pertama hingga nama terakhir adalah para pion yang terkait dengan lingkaran atau jaringan masa lalu yang sudah teruji loyalitas mereka kepada Amerika"

Ahad, 17/02/2019 11:25 0

Asia

Kelompok Hindu Bergerak, Tebar Ancaman ke Pelajar Kashmir di India

"Setelah serangan bunuh diri, dua siswa Kashmir dipukuli dengan kejam oleh massa di daerah Sudhowala. Kami bahkan belum berani keluar dari kamar kami sejak serangan itu," kata pria berusia 24 tahun itu.

Ahad, 17/02/2019 10:52 0

Profil

Ibnul Mubarok, Menghabiskan Umur di Medan Ilmu dan Jihad

Tokoh kita kali ini adalah salah seorang ulama tabiut tabi'in yang menghabiskan hidupnya dari satu bumi ribath ke bumi ribath lainnya, dari satu kancah jihad ke kancah jihad lainnya.

Sabtu, 16/02/2019 20:47 0

News

DPR Sempat Berwacana Densus 88 Dibubarkan

DPR sempat mempunyai wacana agar Densus 88 dibubarkan

Sabtu, 16/02/2019 11:28 0

Video News

Komisi VIII: RUU P-KS Belum Dibahas, Masih Bisa Diubah

KIBLAT.NET- Inilah jawaban, Anggota Komisi VIII DPR-RI, Rahayu Saraswati tentang RUU P-KS saat tim Kiblat...

Sabtu, 16/02/2019 09:28 0

Amerika

Jenderal AS: Terlalu Dini Mengumumkan Menang Atas ISIS

"Tujuannya adalah untuk mengurangi ancaman di wilayah itu," katanya.

Sabtu, 16/02/2019 08:28 0

Video News

Pakar Hukum: Istilah “Kejahatan Seksual” Lebih Tepat untuk RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) menjadi sorotan banyak pihak karena...

Jum'at, 15/02/2019 19:00 0

Eropa

Pakar Jerman Peringatkan Bahaya Smartphone bagi Anak

"Anak-anak berumur sembilan tahun sudah melihat gambar-gambar dan membagikan video porno dari rekan-rekan mereka," kata Julia von Weiler.

Jum'at, 15/02/2019 16:12 0

Close