... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki, Rusia dan Iran Bahas Penarikan Pasukan AS dan Nasib Idlib

Foto: Pertemuan pemimpin Turki, Rusia dan Iran di Sochi.

KIBLAT.NET, Jakarta – Moskow, Ankara, dan Teheran melihat rencana penarikan Amerika Serikat dari Suriah sebagai langkah positif. Demikian kata para pemimpin ketiga negara setelah pertemuan puncak di Rusia tentang krisis Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin, salah satu sekutu terdekat rezim Suriah, menjadi tuan rumah KTT yang digelar di resor Laut Hitam Sochi Kamis (14/02/2019).

Ketika jumpa pers, Putin mengatakan bahwa ketiga pemimpin sepakat bahwa penarikan AS dari timur laut Suriah dapat membantu menstabilkan situasi di Suriah, dengan tetap mempertahankan rezim Assad.

Namun, Putin juga mengatakan bahwa Rusia belum melihat AS bergerak untuk menarik pasukannya dari Suriah. Sementara Erdogan mengatakan batas penarikan pasukan tidak jelas dan terjadi gejolak mengenai keputusan itu.

Adapun Rouhani mengatakan kehadiran AS di Timur Tengah merugikan negara-negara di kawasan. Dia lalu menyeru kepada Washington untuk sepenuhnya menarik pasukannya.

Pada bulan Desember, presiden AS memerintahkan penarikan semua pasukan AS di Suriah, yang diyakini berjumlah sekitar 2.000 tentara.

Trump mengatakan ISIS telah sepenuhnya dikalahkan sehingga pasukan AS bisa pulang. Pada bulan Januari AS mengumumkan penarikan telah dimulai, tetapi sejauh ini hanya kendaraan AS yang meninggalkan Suriah.

Nasib Idlib

Setelah KTT Kamis, Putin mengatakan kepada Turki dan Iran bahwa dia ingin menyusun rencana bersama untuk menghapus “sarang teroris” di wilayah Idlib Suriah.

BACA JUGA  Suriah Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Tartus ke Perusahaan Rusia

“Kita seharusnya tidak tahan dengan kehadiran kelompok-kelompok teroris di Idlib,” kata Putin kepada Erdogan dan Rouhani.

“Itulah mengapa saya mengusulkan agar kita mempertimbangkan langkah konkret praktis yang dapat diambil Rusia, Turki dan Iran untuk sepenuhnya menghancurkan sarang teroris ini.”

Juru bicara Putin mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa tidak ada operasi militer baru terhadap Idlib yang telah disepakati.

Turki dan Rusia sepakat pada September untuk membuat zona demiliterisasi di Idlib dan melucuti semua senjata berat dan pejuang garis keras.

Sebagai imbalannya, rezim Suriah yang didukung Rusia mengatakan akan menunda peluncuran operasi militer besar-besaran untuk memusnahkan HTS.

Ketiga negara memiliki kekuatan di tanah di Suriah di mana mereka telah mengoordinasikan upaya mereka meskipun kadang-kadang berbeda prioritas dan kepentingan.

Ankara khawatir tentang potensi arus pengungsi dari Idlib jika terjadi operasi militer, dan ingin mempertahankan pengaruhnya di wilayah tersebut di perbatasannya.

Pada pertemuan puncak itu, ketiga pemimpin juga menyatakan dukungan mereka untuk integritas wilayah Suriah.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kepala BNPT: Belum Ada Bukti WNI Terlibat Teror Bom Filipina

"Kami cek sana. Terlalu dini. Buktinya sekarang enggak ada kelanjutan lagi, mana buktinya?" ujar Suhardi di Auditorium Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (14/02/2019).

Jum'at, 15/02/2019 11:00 0

Indonesia

Putra Mahkota Saudi Kunjungi Indonesia Pekan Depan

"Dia akan tiba di Indonesia pada 18 Februari dan bertemu Presiden Joko Widodo pada 19 Februari," kata juru bicara kepresidenan, Johann Boudi, kepada AFP pada Kamis (14/02).

Jum'at, 15/02/2019 09:19 0

Indonesia

PAHAM: RUU P-KS Harus Dirombak

PAHAM menilai revisi pasal-pasal tanpa merombak naskah akademik adalah kesia-siaan.

Jum'at, 15/02/2019 08:18 0

Indonesia

TKN Akui Posisi Jokowi Lebih Sulit Saat Debat Kedua Nanti

Status Jokowi sebagai petahana membuat posisinya menjadi lebih sulit ketimbang sang penantang.

Jum'at, 15/02/2019 07:29 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Jum'at, 15/02/2019 05:45 0

Manhaj

Strategi Politik Firaun

Sama halnya dengan Nabi Musa, Firaun juga menjadi nama yang cukup popular dalam Al-Quran. Bahkan mengalahkan nama Nabi Muhammad SAW. Firaun disebut sebanyak 74 kali dalam al-Quran.

Kamis, 14/02/2019 19:18 1

Indonesia

[Wawancara] Pakar Hukum Pidana: RUU P-KS Rentan Kriminalisasi

melalui RUU P-KS rentan terjadi kriminalisasi

Kamis, 14/02/2019 18:36 0

Indonesia

RUU P-KS Minim Sosialisasi, PAHAM Curiga Ada Agenda Terselubung

"Kalau bahasa kami di dunia aktivis, ini disebut gerakan senyap. Mereka membawa misi besar yang jangan sampai dikonsumsi oleh publik," terang Hilmi.

Kamis, 14/02/2019 18:08 0

Indonesia

Imam Istiqlal: Hati-hati Doktrin Agama dalam Hari Valentine!

"Kalau ada unsur asing, infiltrasi yang bisa merusak moral anak muda kita, ya patut berhati-hati," ujarnya ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (14/02/2019).

Kamis, 14/02/2019 17:24 1

Indonesia

Kenapa RUU P-KS Harus Ditolak? Ini Alasannya Menurut MUI

Alasan penolakan pertama, kata dia, karena RUU P-KS telah menimbulkan stigma buruk bagi yang menolak dan mengkritisinya.

Kamis, 14/02/2019 17:11 0

Close