... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tanwir Muhammadiyah Bengkulu Gelorakan Literasi Pencerahan

Foto: Muhammadiyah luncurkan Fikiq Literasi dalam Seminar Pra Tanwir di Bengkulu, Kamis (14-02-2019)

 

KIBLAT.NET, Bengkulu – Muhammadiyah meluncurkan buku Fikih Informasi dalam seminar sebelum gelaran Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan perlunya menggelorakan literasi pencerahan.

Dalam Forum Dialog dan Literasi Media Sosial, Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, Kamis (14/02/2019), Haedar Nashir mengatakan media sosial yang sangat bebas memungkinkan setiap orang bisa memproduksi informasi apa saja, kapan saja. Kalau pada media arus utama kontrol dilakukan oleh redaksi dan seperangkat undang-undang yang mengaturnya, media sosial hampir tidak ada. Setiap orang bisa membuat konten apa pun yang diinginkan. Di media sosial fakta dikalahkan opini, yang salah bisa jadi seolah benar, sehingga tidak jarang membuat para pembuat kebijakan maupun politisi menjadikan media sosial sebagai alat agitasi dan propaganda.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan buku Fikih Informasi yang dirumuskan Majelis Tarjih dan Tajdid bersama Majelis Pustaka dan Informasi, yang diterbitkan Majalah Suara Muhammadiyah. Acara tersebut juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, dan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, antara lain Dadang Kahmad, Yunahar Ilyas, Taufiqurahman, dan Dahlan Rais.

“Maka di forum tanwir ini kita juga akan menggunakan diksi “Literasi Pencerahan”. Diksi ini harus digelorakan, sebab cerah itu bagus dan Islam itu mencerahkan. Ayat pertama yang diturunkan Allah itu sangat mencerahkan,” kata Haedar dalam rilis tertulis, Kamis (14/02/2019).

BACA JUGA  Derita Belum Reda, Pengungsi Gempa Ambon Dihantui Kabar Hoaks

Menurutnya, Muhammadiyah harus bekerjasama dengan pemerintah melakukan gerakan literasi yang berkeadaban, menyehatkan, melawan informasi yang membodohkan. “Kita lawan hasrat-hasrat alamiah dan primitif seperti kebencian, amarah. Naluri-naluri seperti ini ketika menemukan ruang maka seperti benih yang menyebar. Keburukan-keburukan itu lama-lama akan seolah menjadi benar,” imbuh Haedar.

Dia menambahkan mengajarkan cerdas dan kritis menjadi ciri ulil albab, yaitu orang yang memperoleh petunjuk dan cerdas pemikirannya. Pada orang yang mendapat petunjuk memiliki kemampuan mengolah dan menyeleksi untuk mendiskusikan teks tanpa harus langsung mengeluarkan atau menyebarkan. Generasi milenial harus dibiasakan otaknya memamah informasi.

“Kalau otak kita terbiasa mengolah maka akan menjadi cerdas,” ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menyampaikan terima kasih dengan dirumuskannya Fikih Informasi. Ia berharap buku Fikih Informasi tidak hanya untuk kalangan warga Muhammadiyah, harus disosialisasikan kepada masyarakat luas.

“Buku Fikih Informasi Muhammadiyah sangat membantu saya untuk bicara kemana-mana. Saya berharap Muhammadiyah dapat menarik gerbong masyarakat untuk lebih melek informasi yang sehat. Saya sangat berterimakasih,” kata Rudiantara.

Sementara, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid, Prof Dr. Syamsul Anwar, menyampaikan perumusan Fikih Informasi ini merupakan jawaban terhadap perlunya tuntunan hidup di era informasi yang semua berubah dengan cepat karena derasnya aliran informasi.

Dalam pandangan Muhammadiyah, Fikih bukan hanya sekadar menetapkan hukum halal dan haram. Fikih memberikan landasan hukum sebagai tuntunan dalam menghadapi kehidupan sesuai tantangan jaman. “Maka kita membuat tuntunan agama di bidang informasi. Masyarakat hidup di tengah dunia maya, maka Muhammadiyah harus hadir memberikan tuntunan. Muhammadiyah berpartisipasi membangun masyarakat maju dan berkeadaban,” ungkap Saymsul.

BACA JUGA  Ketua Nasyiatul Aisyiyah Himbau Penegak Hukum Segera Tangani Fenomena Crosshijaber

Tanwir Muhammadiyah merupakan musyawarah nasional tertinggi dibawah Muktamar yang diikuti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se Indonesia, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah. Diselenggarakan untuk membahas masalah keagamaan dan kebangsaan. Tema Tanwir di Bengkulu yang diselenggarakan dari tanggal 15-17 Februari ini membahas tema Beragama Mencerahkan.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Pakar Jerman Peringatkan Bahaya Smartphone bagi Anak

"Anak-anak berumur sembilan tahun sudah melihat gambar-gambar dan membagikan video porno dari rekan-rekan mereka," kata Julia von Weiler.

Jum'at, 15/02/2019 16:12 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jujur dalam Keimanan – Ust Muhaimin Adi Nur Rahman

KIBLAT.NET- Jika kita jujur kepada Allah, maka Allah akan menolong kita. Itulah hadits yang pernah...

Jum'at, 15/02/2019 15:32 0

Artikel

[On This Day] 15 Februari 1948, Pembantaian Penduduk Sa’sa’ Palestina Oleh Kelompok Zionis Radikal

Kini Sa’sa’ hanya tinggal cerita, menjadi abadi dalam kenangan, yang tersisa hanyalah puing reruntuhan, pepohonan, serta masjid yang dikonversi menjadi museum oleh Israel.

Jum'at, 15/02/2019 15:06 0

Rusia

Turki, Rusia dan Iran Bahas Penarikan Pasukan AS dan Nasib Idlib

Presiden Rusia Vladimir Putin, salah satu sekutu terdekat rezim Suriah, menjadi tuan rumah KTT yang digelar di resor Laut Hitam Sochi Kamis (14/02/2019).

Jum'at, 15/02/2019 14:38 0

Yaman

Krisis Kemanusiaan di Yaman Masih Menjadi yang Terburuk di Dunia

14,3 juta orang sangat memerlukan bantuan. Di mana sekitar 3,2 juta yang membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut; termasuk dua juta anak balita, dan lebih dari satu juta wanita hamil dan menyusui.

Jum'at, 15/02/2019 13:32 0

Philipina

Inilah Wilayah Otonomi Bangsamoro Menurut Hasil Resmi KPU Filipina

Di Mindanao, Filipina Selatan, telah terbentuk entitas baru Pemerintah Otonomi Bangsamoro atau BARMM (Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao).

Jum'at, 15/02/2019 10:25 0

Iran

Jaisyul Adl: Penargetan Bus Garda Revolusi Direncanakan Sejak Enam Bulan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (14/02), putra-putra Balochistan sukses menargetkan bus perwira Pengawal Revolusi di poros Khash-Zahedan di perbatasan dengan Chan Ali pada 14 Februari.

Jum'at, 15/02/2019 08:44 0

Asia

37 Tentara India Tewas Dalam Serangan Bom di Kashmir

Media lokal menyebut Jaisyul Muhammad, kelompok perlawanan Islam di Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Jum'at, 15/02/2019 07:54 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Jum'at, 15/02/2019 05:45 0

Manhaj

Strategi Politik Firaun

Sama halnya dengan Nabi Musa, Firaun juga menjadi nama yang cukup popular dalam Al-Quran. Bahkan mengalahkan nama Nabi Muhammad SAW. Firaun disebut sebanyak 74 kali dalam al-Quran.

Kamis, 14/02/2019 19:18 1

Close