... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PAHAM: RUU P-KS Harus Dirombak

Foto: Konsultan Hukum Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia, Hilmi al-Jufri

KIBLAT.NET, Jakarta – Konsultan Hukum Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM), Hilmi Al-Jufri menekankan perlunya revisi untuk Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Menurutnya hal itu merupakan misi utama bagi umat dan bangsa Indonesia dalam menghadapi RUU P-KS.

“Yang penting apa yang menjadi misi umat dan bangsa Indonesia ini tetap harus menyempurnakan, memperbaiki banyak sekali pasal dalam RUU P-KS. Nah kami inginnya RUU P-KS ini harus dirombak ulang,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam program Kiblat Review yang digelar 8 Februari lalu.

Ia mengatakan jangan sampai umat dipermainkan dengan revisi-revisi yang hanya merombak pasal-pasal, namun ideologi awal yang diusung masih tetap sama. Untuk itu, ia juga menegaskan pentingnya penggantian naskah akademik RUU tersebut.

“Bahkan naskah akademik itu kan landasan dasar tentang RUU, ya kan sama saja kalo misalkan naskah akademiknya gak dirubah dan hanya pasal-pasalnya yang diganti, seperti serigala berbulu domba kan, itu yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Hilmi juga menyebut bahwa RUU P-KS sekarang ini tidak mengakomodir beberapa hal. Termasuk perzinahan, kumpul kebo, gay, lesbian, biseksual, dan berbagai penyimpangan lainnya.

“Jadi terlepas dari apapun komentar mereka yang jelas kami tetap akan mengawal kepentingan anak-anak kami. Karena yang rentan itu perempuan dan anak-anak. Tapi jaman sekarang ini, kita bisa melihat di stasiun kereta api orang gay ciuman, tapi gak ada pasal yang bisa menjerat mereka, padahal kan itu dilarang menurut norma kita, sesuai pancasila apa lagi agama,” ujar Hilmi.

BACA JUGA  LPA Generasi Apresiasi Visi Mendikbud

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

37 Tentara India Tewas Dalam Serangan Bom di Kashmir

Media lokal menyebut Jaisyul Muhammad, kelompok perlawanan Islam di Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Jum'at, 15/02/2019 07:54 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Jum'at, 15/02/2019 05:45 0

Manhaj

Strategi Politik Firaun

Sama halnya dengan Nabi Musa, Firaun juga menjadi nama yang cukup popular dalam Al-Quran. Bahkan mengalahkan nama Nabi Muhammad SAW. Firaun disebut sebanyak 74 kali dalam al-Quran.

Kamis, 14/02/2019 19:18 1

Suara Pembaca

Sarkoma Kaposi, Monster Mematikan yang Menghantui Pelaku LGBT

LGBT bukan hanya persoalan tentang menyalahi aturan dan bertentangan dengan norma, namun perilaku LGBT juga berbahaya bagi kesehatan.

Kamis, 14/02/2019 16:10 1

Video Kajian

Ust. Zamroni: Hari Valentine dan Fitnah Akhir Zaman

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita terjauhkan dari berbagai fitnah akhir zaman ini, termasuk hari Valentine yang...

Kamis, 14/02/2019 14:50 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin, Lc: Bagaimana Menjaga Shalat dan Shalat Wustha?

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin, Lc: Bagaimana Menjaga Shalat dan Shalat Wustha? Pengajian ibu-ibu bersama Ustadz Muhajirin,...

Kamis, 14/02/2019 13:42 0

Analisis

Sama-sama Dukung Assad, Benarkah Hubungan Rusia-Iran di Suriah Mesra?

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada 25 Januari, Sergey Ryabkov, wakil menteri luar negeri Rusia, menolak hubungan antara negaranya dan Iran sebagai sebuah aliansi.

Kamis, 14/02/2019 12:17 0

Video News

Drs. H. M Iqbal Ramzi Ungkap Proses Perjalanan RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) menjadi sorotan banyak pihak karena...

Kamis, 14/02/2019 11:30 0

Opini

Beratnya Amanah yang Dipikul Pemimpin

Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Semakin besar amanah, semakin berat pertanggungjawabannya.

Kamis, 14/02/2019 11:20 0

Irak

Sepeninggal ISIS, Milisi Syiah Iraq Keruk Jutaan Dolar dari Besi Sisa Perang

"Saat ini, kami membeli antara $ 150 dan $ 160," katanya

Kamis, 14/02/2019 10:55 0

Close